Wali Kota Kupang, Jefri Riwu Kore (kanan) saat memberikan keterangan pers di kantor Wali Kota Kupang, Jumat 15 November 2019. (Foto: Tarsi Salmon/Vox NTT).
alterntif text

Kupang, Vox NTT-Pemerintah Kota Kupang siap mendeklarasikan ‘Gerakan Kupang Hijau di Jalan El Tari Kota Kupang, Sabtu 16 November 2019 dimulai pukul 06:00–09:00 Wita.

Kegiatan itu akan dihadiri seluruh pegawai lingkup pemerintah kota Kupang, masyarakat dan tokoh agama.

Wali Kota Kupang, Jefri Riwu Kore mengatakan, Kota Kupang akan menjadi kota yang indah apabila dibenahi dengan baik, mulai dari infrastruktur, drainase, taman kota, dan lampu jalan.

“Kami memikirkan satu lagi, yang namanya Kupang hijau. Jadi, gerakan “Ayo Berubah” itu sudah dicanangkan. Hari ini gerakan “Kupang hijau”,” kata Jefri kepada wartawan di Kantor Wali Kota Kupang, Jumat (15/11/2019)

Jefri pun berharap, Kota Kupang menjadi kota yang sejuk.

“Jadi, tujuannya adalah dengan visi/misi kita, “Terwujudnya Kota Kupang yang harmoni, Cerdas, Mandiri, Sejahtera dan Mempersiapkan Kota Kupang sebagai Kota Metropolitan Berwawasan Lingkungan”. Ini salah satunya adalah “Kupang hijau”,” ujar Ketua DPD Demokrat NTT itu.

Program “Kupang Hijau” atau gerakan “Kupang Hijau”, kata dia, ada tiga komponen penting yakni, Pertama, Ayo Tanam Pohon.  Kedua, lubang resapan. Ketiga, Ayo bersihkan sampah, Stop Sampah (khusus sampah plastik).

“Ketiga komponen itu adalah sasaran kita dalam gerakan “Kupang Hijau”,” tandasnya.

Dengan adanya gerakan itu jelas dia, Kota Kupang semakin hijau. “Dan sedikit kurang panasnya,” ungkapnya

Ia juga juga mengajak seluruh stakeholder untuk terlibat dalam kegiatan tersebut.

“Maksudnya tokoh-tokoh agama, supaya mereka terlibat. Dan kami menghimbau dan mengirim surat ke gereja, untuk mereka juga menyampaikan gerakan ini kepada seluruh masyarakat dan mengajak masyarakat untuk menanam pohon,” ajak Jefri.

Terkait deklarasi gerakan “Kupang Hijau” akan dihadiri oleh Wali Kota sendiri, Forkopimda dan tokoh agama.

“Kemudian kita menanam pohon secara simbolis oleh saya dan para tokoh agama,” tutupnya.

Penulis: Tarsi Salmon

Editor: Boni J