Close Menu
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
Facebook X (Twitter) Instagram
VoxNtt.comVoxNtt.com
Facebook X (Twitter) Instagram
Subscribe
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
VoxNtt.comVoxNtt.com
Home»VOX POPULI»VOX GURU»Aksi Demo Guru Teko di Tengah Sidang DPRD Belu
VOX GURU

Aksi Demo Guru Teko di Tengah Sidang DPRD Belu

By Redaksi18 November 20192 Mins Read
Facebook Twitter WhatsApp Telegram
Aksi Demo Guru Teko di depan gedung DPRD Belu (Foto: Marcel Manek/Vox NTT)
Share
Facebook Twitter Pinterest Telegram WhatsApp

Atambua, Vox NTT- Polemik 204 Tenaga Kontrak (Teko) di Kabupaten Belu belum berakhir pasca dibagikan SK oleh Bupati Belu, Willybrodus Lay pada September 2019 lalu.

Akibat ada aksi penolakan dari kalangan guru, Bupati Lay terpaksa melakukan revisi SK. Diharapkan melalui revisi SK yang dilakukan dapat mengakomodasi guru teko sesuai aturan.

Namun setelah direvisi, SK 204 guru teko masih menyimpan masalah. Hal ini ditandai dengan aksi protes di depan kantor DPRD Belu, Senin (18/11/2019).

Para guru yang tergabung dalam Forum Solidaritas Guru Peduli Demokrasi itu mendatangi kantor DPRD Belu sekira-kira pukul 10.30 Wita. Terpantau, perwakilan massa secara bergiliran berorasi di depan pintu gerbang Kantor DPRD Belu.

Mereka datang dengan membawa sejumlah poster bertuliskan “Jangan jadikan kami tumbal politik, stop tipu guru, berikan apa yang menjadi hak kami, rezim pemerintah kabupaten belu, para guru menuntut agar pemerintah dan DPR segera memberikan kepastian atas persoalan yang mereka hadapi”.

Aksi para guru ini dilakukan bertepatan dengan pembukaan sidang I tahun 2019 yang sedang berlangsung di ruang sidang utama DPRD Belu.

Koordinator lapangan (Korlap) aksi Adrianus Mali menegaskan, pemerintah terkesan tidak serius mengurus nasib para guru di Belu.

Nada kekesalan itu diungkapkan lantaran pada SK pertama, nama mereka ada dalam SK. Sebab, mereka sudah mengabdi selama belasan tahun sesuai dengan kriteria yang ditentukan. Namun setelah SK direvisi, nama mereka tidak ada lagi.

“Jangan jadikan kami tumbal politik. Kami tidak tahu politik, kami hanya mengabdi mencerdaskan anak-anak bapak, ibu termasuk anak Bupati,” pungkasnya.

Adrianus mengaku, selama ini ia bersama rekan guru lainnya sudah mengadu ke DPRD Belu dan Kadis P dan K, bahkan Bupati. Namun belum ada keputusan yang berpihak kepada mereka.

Penulis: Marcel Manek
Editor: Ardy Abba

Belu Guru Teko
Previous ArticleLBH Minta Pemkab Matim Hentikan Pembangunan Tembok di Pasar Borong
Next Article Usut Kematian Ansel Wora, Polisi Telah Periksa 30 Saksi

Related Posts

Pemberhentian Guru SMAN 1 Lamaknen Selatan, Ujian Akuntabilitas Pendidikan Perbatasan

22 Februari 2026

Dosen Unwira Kupang Soroti Dugaan Pemotongan Gaji di SMAK Pancasila Borong

14 Februari 2026

Sempat Libur Akibat Polemik Gaji Guru, SMP Stanislaus Borong Kembali Gelar Kegiatan Belajar

13 Februari 2026
Terkini

Pentingnya Pendidikan Karakter dalam Membentuk Generasi Remaja Berintegritas

7 Maret 2026

Tuhan sebagai Gembala dan Bapa Yang Penuh Belaskasih dan Mengampuni 

7 Maret 2026

Surat Cinta untuk Mama

7 Maret 2026

Imigrasi Labuan Bajo Gelar Sosialisasi Bersama Desa Binaan di Kabupaten Manggarai, Cegah TPPO dan TPPM

7 Maret 2026

Demokrat Kritik Bawaslu NTT Soal Pelanggaran Pemilu 2024

7 Maret 2026
© 2026 VoxNTT
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.