Close Menu
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
Facebook X (Twitter) Instagram
VoxNtt.comVoxNtt.com
Facebook X (Twitter) Instagram
Subscribe
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
VoxNtt.comVoxNtt.com
Home»NTT NEWS»Lahan Sawah Satu Hektare Milik Warga Mabar Tertimbun Longsor
NTT NEWS

Lahan Sawah Satu Hektare Milik Warga Mabar Tertimbun Longsor

By Redaksi27 November 20191 Min Read
Facebook Twitter WhatsApp Telegram
Sawah milik warga Kampung Raja, Desa Wae Buka, Kecamatan Ndoso, Kabupaten Manggarai Barat tertimbun longsor (Foto: Elias Hanu)
Share
Facebook Twitter Pinterest Telegram WhatsApp

Kupang, Vox NTT – Curah hujan tinggi yang melanda Kabupaten Manggarai Barat terjadi pada Selasa (26/11/2019) kemarin.

Akibatnya, tanah di lokasi persawahan Kampung Raja, Desa Wae Buka, Kecamatan Ndoso, Kabupaten Manggarai Barat tergerus longsor.

Longsor yang menimbun lahan sawah produksi seluas satu hektare terjadi di sawah milik Elias Hanu, warga setempat.

“Kejadian kemarin, yang terkena longsor 50 M2, lokasi sawah Wae Kode,” kata Elias kepada VoxNtt.com melalui sambungan teleponnya, Rabu (27/11/2019) siang.

Penyebab longsor itu kata dia, karena hujan terlalu lebat pada Selasa kemarin.

Tak hanya sawah, satu buah pondok milik Paulus Nal di sekitar lokasi tersebut ikut tertimbun longsor.

Pondok milik warga Kampung Raja, Desa Wae Buka, Kecamatan Ndoso, Kabupaten Manggarai Barat tertimbun longsor (Foto: Elias Hanu)

“Di dalam pondok itu ada padi,” ungkapnya.

Akibat bencana longsor tersebut, Elias mengaku mengalami kerugian mencapai Rp 5. 000.000

“Dua karung padi. Kerugian hasil panen padi sekitar 600 kg. Hanya bagian yang tidak kena longsor yang masih bisa digunakan,” jelas Elias.

Ia berharap, pemerintah dalam hal ini Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Manggarai Barat bisa memberikan bantuan.

“Harapan saya, BPBD Mabar untuk bisa memberikan bantuan pangan pada khususnya,” tutup Elias.

Penulis: Tarsi Salmon
Editor: Ardy Abba

Bencana Mabar Bencana NTT
Previous ArticleRadikalisme dan Intoleransi Sasar Milenial, Ansy Lema Tegaskan Pentingnya Literasi
Next Article YMTM TTU Hadir untuk Dukung Program RPM Bupati Malaka

Related Posts

Nama Wakil Ketua DPRD NTT Dicatut dalam Dugaan Penipuan Lowongan Kerja, Ratusan Orang Mengaku Jadi Korban

6 Maret 2026

Gubernur NTT Buka Diskusi Nasib 9.000 PPPK di Ruang Publik

5 Maret 2026

Pemprov NTT Harus Lobi Pemerintah Pusat soal Nasib 9.000 PPPK

5 Maret 2026
Terkini

Mari Minum dan Membasuh Diri dari Sumber Air Hidup Kekal

7 Maret 2026

51 Relawan Dapur SPPG Wolowae Ikuti Pelatihan Penjamahan Makanan, Cegah Keracunan MBG

7 Maret 2026

Pemda Manggarai Minta Penghuni Kosongkan Stan Penjual Tuak di Pasar Reo

7 Maret 2026

Satgas Pangan Sidak Pasar, Pastikan Stok Aman dan Harga Stabil di Labuan Bajo Jelang Idul Fitri

7 Maret 2026

Ketua PSSI Manggarai Barat Buka O2SN Gugus 04 Namo di Lembor Selatan

7 Maret 2026
© 2026 VoxNTT
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.