Bupati Malaka, dr. Stefanus Bria Seran, MPH saat memberikan pernyataan terkait hibah mobil untuk para tokoh agama di Kabupaten Malaka yang sempat menuai polemik, Senin (02/12/2019) (Foto: Frido Umrisu Raebesi/ Vox NTT)
alterntif text

Betun, Vox NTT- Bupati Malaka Stefanus Bria Seran angkat bicara terkait kebijakan pemberian hibah 13 unit mobil untuk para tokoh agama di kabupaten itu.

Bupati Stefanus mengatakan, hibah mobil itu untuk gereja paroki dalam rangka membantu memperlancar pelayanan terhadap umat.

“Ini bukan hal yang baru. Di daerah lain justru lebih banyak hibahnya dari Pemda ke tokoh agama. Daerah lain bisa, kenapa kita tidak bisa? Kita mayoritas Katolik, saya juga umat Katolik. Kalian (wartawan) juga kan beragama Katolik bukan?” ujarnya kepada wartawan usai rekoleksi menjelang Natal di Aula Paroki Betun, Desa Wehali, Kecamatan Malaka Tengah, Senin (02/12/2019).

Mantan Kepala Dinas Kesehatan Provinsi NTT itu menegaskan, di balik kebijakan pemberian hibah mobil tersebut tidak ada unsur politik, sebagaimana yang ramai di media sosial.

Kebijakan tersebut, kata dia, murni keputusan bersama antara eksekutif dan legislatif di Malaka.

Dia menambahkan, mobil tersebut juga nantinya tidak hanya untuk gereja Katolik saja, tapi agama lain seperti Islam dan Kriten Protestan bakal dapat.

“Tidak ada maksud politik. Ini murni membantu para pelayanan umat. Umat kalau di dalam gereja dan itu termasuk saya dan teman -teman wartawan. Tapi kalau di luar gereja namanya rakyat. Kita Katolik mendapat 11 unit mobil, karena kita mayoritas dan 90% rakyat Malaka beragama Katolik. Untuk Islam 1 unit dan Kristen Protestan 1 juga. Kita akan bantu bertahap,” tandasnya.

Ia pun berharap dengan adanya fasilitas mobil untuk para tokoh agama ini, pelayanan ke umat makin baik ke depannya.

Penulis: Frido Umrisu Raebesi
Editor: Ardy Abba

alterntif text