Close Menu
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
Facebook X (Twitter) Instagram
VoxNtt.comVoxNtt.com
Facebook X (Twitter) Instagram
Subscribe
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
VoxNtt.comVoxNtt.com
Home»HUKUM DAN KEAMANAN»Kasus Bunuh Diri Marak Terjadi, Psikolog: Pemerintah Harus Ambil Sikap
HUKUM DAN KEAMANAN

Kasus Bunuh Diri Marak Terjadi, Psikolog: Pemerintah Harus Ambil Sikap

By Redaksi15 Desember 20192 Mins Read
Facebook Twitter WhatsApp Telegram
Jefrin Haryanto (Foto: Dok. Pribadi)
Share
Facebook Twitter Pinterest Telegram WhatsApp

Ruteng, Vox NTT – Akhir-akhir ini kasus bunuh diri marak terjadi di Kabupaten Manggarai, Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT).

Pada dua hari terakhir, misalnya, ada dua kasus bunuh diri. Ada banyak sebelumnya.

Kemarin, Sabtu (14/12/2019), salah seorang petugas kesehatan di Lait, Desa Kakor, Kecamatan Ruteng ditemukan tewas gantung diri di rumahnya.

Selang sehari kemudian, tepatnya pada Minggu (15/12/2019), kasus serupa kembali terjadi di Lapas Rutan Ruteng, Manggarai.

Menanggapi hal tersebut, Psikolog Jefrin Haryanto mengatakan kasus bunuh diri di Manggarai perlu dibedah pada level kebijakan.

Menurut dia, hal itu berkaitan dengan seberapa serius otoritas sekelas pemerintah melihat situasi ini sebagai soal bersama dan mencoba menelaahnya secara serius.

Dikatakan, masalah bunuh diri sudah saatnya tidak lagi didiskusikan pada kasus per kasus. Sebab, ia berpendapat ada hal yang serius di tatanan konstruksi sosial.

“Sejauh ini, sejak kasus bunuh diri ini mulai marak, saya belum mendengar ada reaksi yang serius di level kebijakan kita. Atau mungkin saya yang kelewatan informasinya,” ungkapnya kepada VoxNtt.com, Minggu (15/12/2019).

Jefrin menilai, Kota Ruteng sudah tidak ramah lagi bagi mereka yang bermasalah.

Kota Ruteng atau Manggarai pada umumnya menurut Jefrin, kehabisan ruang dan orang yang bisa ada bersama mereka saat menimpa masalah.

“Kota kita dalam kondisi yang tidak baik-baik saja. Bunuh diri itu indikasi ada masalah kronis di jiwa kota kita,” ujarnya.

Alumnus UGM itu berharap, dalam hiruk pikuk pembangunan jangan sampai tak menyisahkan ruang untuk hati yang bersedih, atau tak ada lagi telinga yang rela mendengar.

“Pembangunan jangan sampai menelantarkan kemanusiaan. Ruang publik hari-hari ini dipenuhi oleh isu-isu politik dan semoga tidak mengabaikan isu kemanusiaan ini,” katanya.

Apalagi, saat ini Kabupaten Manggarai sudah memasuki masa Pilkada.

Jefrin berharap para kandidat membedah isu bunuh diri sebagai indikator kebahagiaan publik.

Menurut Jefrin, bunuh diri bisa dibaca sebagai potret masyarakat. Apakah masyarakat bahagia atau tidak.

“Silakan para kandidat meramu isu ini sebagai salah satu menu yang dimasukan dalam gagasan yang akan diusung,” tutup CEO Yayasan Mariamoe Peduli (YMP) itu.

Penulis: Pepy Kurniawan
Editor: Ardy Abba

Jefrin Haryanto Manggarai Yayasan Mariamoe Peduli
Previous ArticlePeduli Pembangunan Rumah Ibadah, Pegadaian Kefamenanu Sumbang Semen 300 Sak
Next Article Telkomsel Gelar Jalan Sehat dan Berbagi Hadiah di Labuan Bajo

Related Posts

Rumah Harapan untuk Regina Uner di Cibal Barat Rampung 100 Persen

6 Maret 2026

Rumah Warga di Cibal Barat Ambruk Diterpa Hujan dan Angin Kencang

5 Maret 2026

Profil Desa Paka, Kecamatan Satarmese, Kabupaten Manggarai

4 Maret 2026
Terkini

Golkar NTT Umumkan Pengurus Baru 2025–2030, Targetkan Musda Kabupaten Rampung April

6 Maret 2026

Cerdas Digital Saja Tidak Cukup: Haruskah Psikologi Jadi Pelajaran Wajib di Sekolah?

6 Maret 2026

Rumah Harapan untuk Regina Uner di Cibal Barat Rampung 100 Persen

6 Maret 2026

Memburu “Hantu”, Memukul Manusia, dan Psikologi Sosial

6 Maret 2026

Jaringan Masyarakat Sipil Audiensi dengan Komisi V DPRD NTT Bahas Kasus Perdagangan Orang

5 Maret 2026
© 2026 VoxNTT
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.