Close Menu
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
Facebook X (Twitter) Instagram
VoxNtt.comVoxNtt.com
Facebook X (Twitter) Instagram
Subscribe
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
VoxNtt.comVoxNtt.com
Home»HUKUM DAN KEAMANAN»Tuntut Bongkar Kasus Kematian Ansel Wora, Polisi Diminta Libatkan Aipda Buang Sine
HUKUM DAN KEAMANAN

Tuntut Bongkar Kasus Kematian Ansel Wora, Polisi Diminta Libatkan Aipda Buang Sine

By Redaksi17 Desember 20192 Mins Read
Facebook Twitter WhatsApp Telegram
Aliansi Masyarakat Peduli Kemanusiaan yang tergabung dari PMKRI, GMNI dan keluarga menggelar aksi di Mapolres Ende (Foto: Patrick P.)
Share
Facebook Twitter Pinterest Telegram WhatsApp

Ende, Vox NTT-Aliansi Masyarakat Peduli Kemanusiaan menuntut polisi agar melibatkan Aipda Buang Sine sebagai penyidik kasus kematian Anselmus Wora (45) pada 31 Oktober lalu. Tuntutan itu mengingat polisi hingga kini belum mengungkapkan motif dan menetapkan pelaku atas kasus tersebut. 

Aliansi ini menilai Aipda Buang Sine mampu membongkar motif kasus itu. Sebab, Aipda Buang sudah beberapa kali terbukti membongkar kasus serupa di NTT seperti kasus pembunuhan Pastor Faustin.

Tuntutan aliansi peduli kemanusian diumumkan dalam aksi ‘Save Ansel’ di Ende, Flores, NTT pada Senin (16/12/2019).

Dalam rilis yang diterima VoxNtt.com, Selasa pagi, tertulis bahwa Aliansi ini mengajukan mosi tak percaya terhadap kerja Penyidik Polres Ende atas penanganan kasus tersebut.

Sikap keluarga dan organisasi masyarakat itu karena dinilai lambat dan tak ada kemajuan sedikitpun mengungkapkan motif pembunuhan. Padahal, beberapa tahap penyelidikan hingga penyidikan termasuk autopsi jasad Ansel telah digelar.

Aliansi juga menilai proses autopsi hanyalah argumentasi hukum untuk melengkapi alat bukti tanpa aksi lanjutan.

Padahal, sebelum melakukan autopsi, Penyidik Polres Ende bersama Penyidik Polda NTT di bawah pimpinan Wadirdireskrimum Polda NTT, Anton Christian Nugroho menyatakan telah memiliki keyakinan sebagai penyidik 90 persen untuk mengungkap misteri kematian Ansel.

Bahkan, disebut akan langsung menetapkan tersangka setelah dikeluarkan Sprindik/315/11/2019/RESKRIM tanggal 25 November 2019 dan meyakinkan keluarga untuk mendukung kerja Penyidik dengan bersedia menandatangani Berita Acara Persetujuan (BAP) untuk dilakukan autopsi.

Atas permintaan Penyidik, keluarga pun merelakan jasad Ansel diautopsi untuk mengetahui sebab-sebab kematian. Namun, hingga kini belum ada kemajuan sama sekali.

Keluarga optimistis bahwa Anselmus Wora diduga dibunuh dan meninggal dunia tidak wajar serta terindikasi kuat pembunuhan berencana dan sangat profesional.

Baca Juga: PMKRI Minta Kapolda NTT Copot Kapolres Ende dan Periksa Bupati Djafar

Dengan itu maka keluarga serta organisasi masyarakat meminta Kapolda NTT untuk segera membentuk Tim Investigasi atau Penyidik Khusus yang lebih kompeten dan profesional di bawah pimpinan Aipda Buang Sine.

Permintaan itu karena rekam jejaknya yang dapat mengungkap peristiwa Pidana di NTT yang tidak bisa diungkapkan oleh penyidik lainnya untuk segera menginvestigasi guna membongkar misteri kematian ini secara transparan tanpa intervensi pihak manapun.

Penulis: Ian Bala
Editor: Ardy Abba

 

Ende GMNI PMKRI Polres Ende
Previous ArticlePolitik Anggaran Pro Terhadap SDM Masih Rendah
Next Article BMPS: Kepala Sekolah dan Guru Mesti Berubah

Related Posts

Kompak Indonesia Desak Kejati NTT Supervisi Kasus Dana BOK Puskesmas Benteng Jawa

14 Juli 2026

Kompak Indonesia Desak Jaksa Agung Ambil Alih Dugaan Korupsi Rp49,8 Miliar di Ende

8 Juli 2026

Satreskrim Polres Mabar Selesaikan Kasus Penipuan Wisatawan Malaysia lewat Restorative Justice

1 Juli 2026
Terkini

Kompak Indonesia Desak Kejati NTT Supervisi Kasus Dana BOK Puskesmas Benteng Jawa

14 Juli 2026

Dua Siswa SMPN 10 Poco Ranaka Lolos OSN Provinsi, Wakili Manggarai Timur

14 Juli 2026

JPIC OFM dan FORKASI Adukan Konflik Agraria Tonggurambang ke Komnas HAM

13 Juli 2026

Jelang Pelantikan Pejabat, Pemkab Nagekeo Bantah Isu Retaknya Hubungan Bupati dan Wakil Bupati

13 Juli 2026

Kesuburan  “Tanah” Hidup: Sinergi Sabda, Hati, dan Kelestarian Ekologis

12 Juli 2026
© 2026 VoxNTT
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.