Close Menu
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
Facebook X (Twitter) Instagram
VoxNtt.comVoxNtt.com
Facebook X (Twitter) Instagram
Subscribe
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
VoxNtt.comVoxNtt.com
Home»KOMUNITAS»Doa, Perahu dan Lilin untuk Almarhum Yoris di Pantai Panmuti
KOMUNITAS

Doa, Perahu dan Lilin untuk Almarhum Yoris di Pantai Panmuti

By Redaksi30 Desember 20193 Mins Read
Facebook Twitter WhatsApp Telegram
Orang Muda Katolik (OMK) St Kristoforus Matani Kupang, melandaskan doa sebelum perahu berisi lilin dan bunga yang dilepaskan ke laut lepas Pantai Panmuti Kupang
Share
Facebook Twitter Pinterest Telegram WhatsApp

Kupang, Vox NTT- Orang Muda Katolik (OMK) St Kristoforus Matani Kupang, menggelar doa dan permenungan bersama untuk keselamatan jiwa Almarhum Yoris Usu di Pantai Panmuti, Oesapa, Kota Kupang, Minggu (29/12/2019) siang.

Kegiatan itu dilakukan untuk mengenang meninggalnya Yoris Usu di perairan Pulau Komodo, Kabupaten Manggarai Barat.

Kegiatan dipimpin Frater Yohanes Adrianus Siki. Mereka tidak hanya berdoa, tetapi juga membakar lilin dan menabur bunga di laut Pantai Panumuti.

Yoris meninggal setahun lalu dalam tragedi tenggelamnya kapal pesiar. Diketahui, dia adalah guide yang bekerja di Labuan Bajo, Manggarai Barat.

“Semoga Yoris, menjadi pendoa bagi kita semua yang ditinggalkan,” ucap Frater Yohanes dalam ibadatnya.

Usai melandaskan doa dan ujud, para anggota OMK kemudian membakar lilin dalam sebuah perahu yang terbuat dari gabus.

Perahu kecil bersama lilin dan bunga kemudian dilepas ke tengah laut.

“Dalam acara doa dan pelepasan lilin di laut bersama OMK Matani  untuk teman, sahabat, senior, kakak, adik kita Yoris di mana Yoris dalam semasa hidupnya turut memberikan kontribusi pemikiran, perubahan juga pembinaan-pembinaan terhadap orang muda yang begitu baik. Di momen ini kami semua orang muda dari anggota sampai alumni OMK mengenang kembali almahrum dan kembali membawa doa serta lilin untuknya,” kata Melan Lewokeda sala satu anggota OMK St Kristofotus Matani.

Menurut dia,  doa yang  begitu tulus dari OMK Kristoforus Matani ini turut merasakan hangatnya kekeluargaan para orang muda, khususnya di stasi itu.

“Saya mengapresiasi dan memberikan hormat untuk para Orang Muda Katolik Kristoforus Matani,” ucap Melan.

Hadir juga saat itu Ketua OMK St Kristoforus Matani Zairo Skalarinto Pratmayasa. Ia dan sejumlah OMK terlihat khusuk mengikuti ibadah mengenang setahun perginya Yoris Usu yang juga mantan Ketua OMK St Kristoforus Matani.

Perahu berisi lilin dan bunga yang dilepaskan ke laut lepas Pantai Panmuti Kupang

“Dia kakak yang pernah memgajarkan banyak hal,” kata Zairo saat lilin menyala di atas perahu kertas yang kemudian dilepaskan kurang lebih berjarak 100 meter ke tengah laut.

Usai doa, bakar lilin dan ritual pelepasan perahu kecil yang juga berisi bunga, para anggota OMK St Kristoforus Matani kemudian berswafoto dan makan siang bersama di pinggir Pantai Panmuti.

Sebagai informasi, Almahrum Yoris Usu adalah Ketua OMK St Kristoforus Matani, Paroki St Yosep Penfui Kupang tahun 2014.

Ia meninggal di Labuan Bajo setelah kapal pesiar yang ditumpangi tenggelam akibat gelombang.

Dikutib dari Kompas.com, Kapal wisata KM Lahila tenggelam di wilayah Perairan Pulau Padar, Kawasan Taman Nasional Komodo (TNK), Kabupaten Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur (NTT), Minggu (23/12/2018).

Kapal tersebut mengangkut enam orang wisatawan domestik dan seorang pemandu wisata.

Kapal dinahkodai oleh Sudarlim dan tiga orang kru kapal masing-masing Nurtin, Hartono, dan Elias.

Sementara, 6 orang wisatawan domestik bernama Dr Yudi Prayudi, Dr Tyas Priyayi, Sekar Ayu Padmadhani, Raditya Arif Pambudi, Pramathya Hadi Wicaksono, dan Ervin serta seorang pemandu wisata Gregorius alias Yoris.

Penulis: Ronis Natom
Editor: Ardy Abba

Kabupaten Kupang
Previous ArticleManfaatkan Waktu Reses, Melki Laka Lena Kunjungi RSUD Atambua
Next Article Nelayan Palue Sebut Bom yang Ditemukan Polisi Milik Orang Lain

Related Posts

Profil Desa Enoraen Kecamatan Amarasi Timur Kabupaten Kupang

24 Februari 2026

Romo Julivadis Tanto: Fasilitator Katekese Bukan Penguji Umat, tetapi Sesama Peziarah Iman

14 Februari 2026

GAMKI NTT Luncurkan Orela TV, Angkat Isu Kekerasan terhadap Perempuan dan Anak

11 Februari 2026
Terkini

Pengkab Taekwondo Sumba Barat Daya Dukung Ridwan Angsar Jadi Ketua Pengprov TI NTT

6 Maret 2026

Nama Wakil Ketua DPRD NTT Dicatut dalam Dugaan Penipuan Lowongan Kerja, Ratusan Orang Mengaku Jadi Korban

6 Maret 2026

Golkar NTT Umumkan Pengurus Baru 2025–2030, Targetkan Musda Kabupaten Rampung April

6 Maret 2026

Cerdas Digital Saja Tidak Cukup: Haruskah Psikologi Jadi Pelajaran Wajib di Sekolah?

6 Maret 2026

Rumah Harapan untuk Regina Uner di Cibal Barat Rampung 100 Persen

6 Maret 2026
© 2026 VoxNTT
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.