Close Menu
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
Facebook X (Twitter) Instagram
VoxNtt.comVoxNtt.com
Facebook X (Twitter) Instagram
Subscribe
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
VoxNtt.comVoxNtt.com
Home»Sastra»Puisi: Wanita Kopi
Sastra

Puisi: Wanita Kopi

By Redaksi10 Januari 20202 Mins Read
Facebook Twitter WhatsApp Telegram
Ilustrasi
Share
Facebook Twitter Pinterest Telegram WhatsApp

*Puisi-puisi Itho Halley

Wanita Kopi

:Buat mama Erosvita

Wanita tangguh pembuat kopi yang setia

Meletakan cangkir dari isi hatinya

Dan kopi dari ceruk matanya yang terlampau tabah

Sejak Sembilan bulan lalu menyimpul doa buat rahimnya

Wanita yang setia menghidangkan kopi

Pada bekas-bekas telapak tangan yang keriput

Sebab terlampau lama menyisiri rambut kepalamu

Wanita yang membenamkan rindu di dasar kopi saat senja

Dari susut matanya yang hampir menua

Kopi dari wanita senja yang setia sampai subuh bertelut dalam sembayang

Semoga anak-anakku masih suka dengan kopi buatanku saat senja kelak

Kalau toh mereka lupa

Tuhan, tolong ingatkan mereka bahwa aku menimbun rindu didasar kopi

Dan senja adalah bahasa dari raut wajahku yang setia

 

Mikhael, 28/09/19

 

Malam Kantuk

1//

Ilytiae

Seperti malam yang terlanjur kantuk

Dalam kepalaku

Di luar hujan pertama bulan Desember

Jendela kaca yang belum kelar

Remang lampu kamar

Sedang beranda online dan chatting-an sepi

Dilucuti naik turun telapak tanganku yang rajin

3//

Ilytiae

Perempuan dengan rok setengah

Kunang-kunang yang sering nyangkut di kepalaku mengerang penuh hasrat

Melanda saat  pikirku Tuhan sudah tertidur

2//

Ilytiae

Malam kantuku di kepala sebelum meniduri ingatan

Hanya doa Tuhan yang nyankut di tiang kelambu

Semoga tubuh  tidak tergoda rayuan malam menjelang pesta

 

Nenuk, 03/12/19

 

Petuah Kopi

: Tadi malam dengan Ayah

Kopi yang kuseruputi malam-malam

Sudah diganti ayah dengan air dari mukanya

Kata ayah sambil mengepul tembakonya:

“Nak  jangan sampai kamularut dalampekat kopi

Karena aroma rindunya bikin sesak di kepala mu”

Ledalero, 14/09/19

 

*) Itho Halley. Lahir di Magepanda, 24 Agustus 1998. Pernah bergiat di kelompok Sastra Kotak Sampah Nenuk. Sekarang tinggal di unit Mikhael- Ledalereo

Itho Halley
Previous ArticlePuisi: Asap Dupa
Next Article Puisi: Surat Awal Januari

Related Posts

Surat Cinta untuk Mama

7 Maret 2026

Cerpen: Mata Tua di Tubuh Bayi Bole Wote

6 Maret 2026

Pendoa Bermata Biru

23 Februari 2026
Terkini

Pentingnya Pendidikan Karakter dalam Membentuk Generasi Remaja Berintegritas

7 Maret 2026

Tuhan sebagai Gembala dan Bapa Yang Penuh Belaskasih dan Mengampuni 

7 Maret 2026

Surat Cinta untuk Mama

7 Maret 2026

Imigrasi Labuan Bajo Gelar Sosialisasi Bersama Desa Binaan di Kabupaten Manggarai, Cegah TPPO dan TPPM

7 Maret 2026

Demokrat Kritik Bawaslu NTT Soal Pelanggaran Pemilu 2024

7 Maret 2026
© 2026 VoxNTT
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.