Close Menu
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
Facebook X (Twitter) Instagram
VoxNtt.comVoxNtt.com
Facebook X (Twitter) Instagram
Subscribe
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
VoxNtt.comVoxNtt.com
Home»NTT NEWS»Anggaran untuk KIP dan KPID NTT Cukup Minim
NTT NEWS

Anggaran untuk KIP dan KPID NTT Cukup Minim

By Redaksi13 Januari 20203 Mins Read
Facebook Twitter WhatsApp Telegram
Pertemuan komisi I DPRD NTT bersama Kominfo, KIP dan KPID NTT, Senin, 13 Januari 2020 (Foto: Humas DPRD NTT)
Share
Facebook Twitter Pinterest Telegram WhatsApp

Kupang, Vox NTT – Dua lembaga independen yakni Komisi Informasi Publik (KIP) dan Komisi Penyiaran Indonesia Daerah (KPID) NTT, mendapatkan alokasi anggaran yang cukup minim dari pemerintah provinsi itu.

Kondisi tersebut sangat berpengaruh terhadap kinerja para komisioner.

“Saya sempat menyampaikan ke Gubernur NTT, bahwa kalau dengan anggaran seperti ini artinya sama saja dengan ingin mempermalukan kami. Karena dengan jelas KIP NTT tidak dapat melakukan kegiatan dengan maksimal,” ungkap Ketua KIP NTT, Pius Rengka, saat bertatap muka dengan Komisi I DPRD NTT yang saat itu melakukan kunjungan ke Dinas Kominfo, KIP dan KPID NTT, Senin (13/01/2020).

Senada dengan Pius, Ketua KPID NTT Yosef Kolo mengaku, alokasi anggaran untuk KPID di tahun 2020 hanya sebesar Rp 250 juta.

Angka ini kata Kolo, lebih kecil dibandingkan tahun lalu yakni Rp 500 juta.

Menurutnya, dengan anggaran sebesar itu maka hanya cukup untuk membayar gaji komisioner untuk enam bulan saja.

“Anggaran itu di luar untuk kegiatan-kegiatan yang harus dilakukan KPID NTT,” ujar Kolo.

Ketua Komisi I DPRD NTT Gabriel Beri Bina pada kesempatan itu mengatakan, KIP dan KPID adalah lembaga independen yang dititipkan rakyat dan lahir melalui rahim DPRD.

Untuk itu, tegas Gabriel, Komisi I DPRD NTT merasa perlu untuk memperhatikan kedua lembaga tersebut.

“Kami terus mendorong pemerintah agar bisa memperhatikan kedua lembaga ini,” ungkap Gabriel.

Sementara, Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Kominfo) NTT Abraham Maulaka menjelaskan, anggaran yang dialokasikan kepada KIP dan KPID menggunakan dana hibah Provinsi NTT.

Menurutnya, untuk tahun 2020 anggaran yang dialokasikan sebesar Rp 250–500 juta per tahun.

“Item pembiayaan untuk gaji untuk masing-masing Komisioner sebesar Rp 2 juta, atau sama dengan gaji tenaga kontrak, ketimbang yang dirancang sebesar 5-6,5 juta,” ungkap Abraham.

Sementara menurut Abraham, alokasi anggaran untuk internet untuk tahun 2020 kurang lebih Rp 500 juta. Dengan keterbatasan anggaran tersebut, otomatis internet tidak dapat diakomodir untuk jaringan wifi di DPRD Provinsi NTT.

“Semoga ke depan, dapat dilakukan rapat secara berkala dengan Komisi I dengan KPID dan KIP NTT,” kata Abraham.

Menyikapi hal tersebut, Wakil Ketua Komisi I DPRD NTT Jonas Salean menyayangkan alokasi anggaran yang sangat minim untuk KIP dan KPID.

Mantan Wali Kota Kupang itu menegaskan alokasi anggaran yang sangat minim sangat memalukan untuk lembaga yang menurutnya adalah utusan rakyat.

“Coba bandingkan dengan staf khusus Gubernur yang gajinya bisa sampai Rp 25 juta per bulan. Masa Komisioner yang utusan masyarakat ini honor hanya Rp 2 juta per bulan. Ini tidak beda jauh dengan tenaga kontrak,” tegas politisi Golkar itu.

Penulis: Tarsi Salmon
Editor: Ardy Abba

KIP NTT Kota Kupang
Previous ArticleAnggota Panwascam Raimanuk Belu Undur Diri
Next Article Polres Malaka Mulai Menata Akses Lalu Lintas

Related Posts

Nama Wakil Ketua DPRD NTT Dicatut dalam Dugaan Penipuan Lowongan Kerja, Ratusan Orang Mengaku Jadi Korban

6 Maret 2026

Gubernur NTT Buka Diskusi Nasib 9.000 PPPK di Ruang Publik

5 Maret 2026

Pemprov NTT Harus Lobi Pemerintah Pusat soal Nasib 9.000 PPPK

5 Maret 2026
Terkini

Kisah Nangadhero, Desa Pesisir di Nagekeo Tempat Petani dan Nelayan Menjaga Harmoni

7 Maret 2026

Pentingnya Pendidikan Karakter dalam Membentuk Generasi Remaja Berintegritas

7 Maret 2026

Tuhan sebagai Gembala dan Bapa Yang Penuh Belaskasih dan Mengampuni 

7 Maret 2026

Surat Cinta untuk Mama

7 Maret 2026

Imigrasi Labuan Bajo Gelar Sosialisasi Bersama Desa Binaan di Kabupaten Manggarai, Cegah TPPO dan TPPM

7 Maret 2026
© 2026 VoxNTT
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.