Close Menu
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
Facebook X (Twitter) Instagram
VoxNtt.comVoxNtt.com
Facebook X (Twitter) Instagram
Subscribe
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
VoxNtt.comVoxNtt.com
Home»Regional NTT»Gelar Aksi, Masyarakat Wae Sano Tolak Proyek Geothermal
Regional NTT

Gelar Aksi, Masyarakat Wae Sano Tolak Proyek Geothermal

By Redaksi13 Februari 20202 Mins Read
Facebook Twitter WhatsApp Telegram
Masyarakat Wae Sano saat menggelar aksi di depan kantor DPRD Mabar, Kamis (13/02/2020)
Share
Facebook Twitter Pinterest Telegram WhatsApp

Labuan Bajo, Vox NTT- Masyarakat Wae Sano, Kecamatan Sano Nggoang, Kabupaten Manggarai Barat (Mabar) kembali menggelar aksi di Kantor DPRD dan Kantor Bupati setempat, Kamis (13/02/2020).

Aksi unjuk rasa tersebut sebagai bentuk penolakan atas proyek geothermal di Wae Sano. Massa aksi adalah masyarakat adat Wae Sano yang berhubungan langsung dengan titik eksplorasi.

“Kami hendak menyampaikan ketetapan hati kami menolak rencana proyek geothermal di kampung kami di Wae Sano,” ungkap Yosef Erwin Rahmat kepada sejumlah awak media, Kamis pagi.

Yosef mengatakan dalam sosialisasi yang dilakukan pada 10 Februari 2020, pihak PT SMI dan perwakilan pemerintah menjelaskan bahwa proyek pengeboran akan dilaksanakan pada titik-titik yang sudah ditetapkan sebelumnya.

Lokasi pengeboran, kata Yosef, yaitu di Kampung Nunang, Lempe, dan Dasak.

“Kami berkeberatan dengan lokasi pengeboran itu, karena berada dalam ruang hidup kami dan tidak ada kepastian apa pun bahwa pengeboran itu tidak memiliki dampak negatif bagi kehidupan kami,” tegasnya.

Ia menegaskan proyek eksplorasi geothermal ini, jelas-jelas mengancam keutuhan ruang hidup mereka.

Ruang hidup yang dimaksud adalah kesatuan yang utuh kampung halaman (golo lonto), rumah tinggal (mbaru ka’eng), halaman bermain (natas labar), kebun mata pencaharian (uma duat), sumber air (wae teku), pusat kehidupan adat (compang takung, mbaru adat), kuburan (lepah boak), hutan dan danau (puar dan sano), rumah ibadah (gereja) dan sarana publik (seperti sekolah).

“Dengan kata lain, proyek ini mengancam kehidupan sosial, budaya, keagamaan, dan mata pencaharian kami,” tegasnya.

Yosef juga mengingatkan bahwa kawasan Wae Sano dan sekitarnya adalah daerah pertanian dan perkebunan, konservasi dan memiliki potensi besar untuk pariwisata.

Karena itu pihaknya mengharapkan pemerintah agar meningkatkan pengembangan pertanian, usaha-usaha konservasi dan pariwisata berbasis masyarakat tanpa investasi kaum kapitalis.

Penulis: Sello Jome
Editor: Ardy Abba

Mabar Manggarai Barat
Previous ArticleAwal 2020, Disdukcapil Nagekeo Siapkan 4000 Keping Blangko e-KTP
Next Article Samsat Ende Mulai Tertibkan Pajak Kendaraan

Related Posts

Desa Golo Riwu Tetapkan APBDes Tahun Anggaran 2026, KMP dan MBG Jadi Fokus Utama

6 Maret 2026

Rumah Harapan untuk Regina Uner di Cibal Barat Rampung 100 Persen

6 Maret 2026

Perjuangan Mama Martina, Banting Tulang untuk Hidupi Keluarga sembari Rawat Suami Stroke

5 Maret 2026
Terkini

Pentingnya Pendidikan Karakter dalam Membentuk Generasi Remaja Berintegritas

7 Maret 2026

Tuhan sebagai Gembala dan Bapa Yang Penuh Belaskasih dan Mengampuni 

7 Maret 2026

Surat Cinta untuk Mama

7 Maret 2026

Imigrasi Labuan Bajo Gelar Sosialisasi Bersama Desa Binaan di Kabupaten Manggarai, Cegah TPPO dan TPPM

7 Maret 2026

Demokrat Kritik Bawaslu NTT Soal Pelanggaran Pemilu 2024

7 Maret 2026
© 2026 VoxNTT
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.