Close Menu
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
Facebook X (Twitter) Instagram
VoxNtt.comVoxNtt.com
Facebook X (Twitter) Instagram
Subscribe
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
VoxNtt.comVoxNtt.com
Home»NTT NEWS»Habiskan 7 M Lebih, Jalan Lapen yang Dikerjakan Pemilik Mario Hotel Rusak Parah
NTT NEWS

Habiskan 7 M Lebih, Jalan Lapen yang Dikerjakan Pemilik Mario Hotel Rusak Parah

By Redaksi18 Februari 20203 Mins Read
Facebook Twitter WhatsApp Telegram
Proyek peningkatan jalan Mok-Ajang-Waelengga, Kecamatan Kota Komba, Kabupaten Manggarai Timur (Matim) (Foto: Sandy Hayon/ Vox NTT)
Share
Facebook Twitter Pinterest Telegram WhatsApp

Borong, Vox NTT-Proyek peningkatan jalan Mok-Ajang-Waelengga, Kecamatan Kota Komba, Kabupaten Manggarai Timur (Matim) rusak parah.

Padahal proyek yang dikerjakan oleh kontraktor CV Natalia yang juga pemilik Mario Hotel itu, baru berusia satu bulan lebih.

Anehnya selain menghabiskan dana senilai Rp. 7.477.286.000, proyek ini justru diawasi oleh Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) kabupaten yang dimekarkan 2007 silam itu.

Pantauan VoxNtt.com, Senin (17/2/2020) di beberapa titik seperti Wozang, Betong Torok, Mesi, Wae Kolong, Wae Deru, Sukamandi dan Wae Kekik tampak aspal jalan terkelupas. Ada pula yang sudah retak.

Sepanjang ruas jalan itu juga dipenuhi lubang-lubang. Air bahkan kerap tergenang di lubang-lubang tersebut. Terkadang jalan tersebut becek ketika hujan.

Di beberapa titik seperti Wozang, Betong Torok, Mesi, Wae Kolong dan Deru, badan jalan yang dirusak sudah digali oleh para pekerja. Lalu ditimbuni dengan material berupa pasir.

Saver seorang pekerja yang ditemui VoxNtt.com di lokasi menjelaskan panjang jalan yang tengah diperbaiki itu sekitar 4 kilometer (km) lebih.

“Nanti batu 5/3 lepas, walas dan Vibro jalan kasi padat. Setelah itu siram aspal. Setelah itu kasih masuk 3/2 setelah itu siram lagi baru split,” papar Saver.

Sementara itu warga Desa Mbengan, Bernadus Bakal (65) menegaskan akan terus mengawasi pekerjaan proyek tersebut hingga selesai.

Dia menuturkan sejak awal pengerjaan proyek badan jalan tidak dibersihkan dengan baik.

“Jadi pa ngguat le nggami olo gusur laran ngona lebar terus tanah eti ga tutup aspal manga. Mbae tara bersih. Sehingga pas kerja siza langsung siram watu makanya mbae kuat (jadi pa yang kami lihat, dahulu gusur jalan buat lebar. Terus tanah yang digusur itu menutup aspal jalan yang lama. Tanpa dibersihkan. Sehingga pas kerja jalan baru mereka langsung siram batu makanya tidak kuat),” tuturnya.

Sebagai masyarakat dia menilai kontraktor pelaksana proyek hanya mengejar uang tanpa mempertimbangkan kualitas dan asas manfaat bagi masyarakat.

Tampak beberapa ruas jalan sudah retak. (Foto: Sandy Hayon/Vox NTT)
Ruas jalan yang sudah ditimbun oleh material pasir (Foto: Sandy Hayon/ Vox NTT)
Beberapa titik digenangi air hujan (Foto: Sandy Hayon/ Vox NTT)

Hal itu dibuktikan dengan usia jalan yang baru beberapa bulan namun kerusakannya sudah sangat para dan memprihatinkan.

“Kalau kerja waktu itu sekitar September tapi kalau resmi bulan Desember berarti aspal ini baru satu lebih usianya,” tukasnya.

“Nanti saya cek terus apa benar tidak seperti dia (Saver) omong. Jangan sampai dia omong tadi karena di depan pa tadi,” tambahnya.

Belum PHO

Dikonfirmasi terpisah kontraktor pelaksana Titus Ahas menjelaskan proyek jalan tersebut belum Provisional Hand Over (PHO).

“Pekerjaaan masih berjalan, makanya untuk sementara masih lakukan perbaikan, kan belum PHO,” ujar Ahas saat dikonfirmasi melalui sambungan telepon, Selasa (18/2/2020).

Dia juga menjelaskan apabila pekerjaannya sudah selesai pihaknya akan melaporkan ke dinas untuk melakukan PHO.

“Kalau bisa minggu depan kita sudah mulai kerja. Satu minggu lagi, kalau sudah gali semua baru kita mulai lapen lagi,” ucapnya.

Sementara itu, Sekretaris Dinas (Sekdis) PUPR Matim Yosef H. Yusuf Urus mengaku belum bisa berkomentar lantaran masih melakukan tugas di luar kota.

“Pagi adek saya masih di Bali. Rencana hari Sabtu balik adek,” ujar Sekdis Yosef melalui pesan WhatsApp.

Penulis: Sandy Hayon
Editor: Ardy Abba

Dinas PUPR Matim Manggarai Timur Mario Hotel Matim
Previous ArticleKasus Kekerasan Terhadap Perempuan dan Anak di Belu Masih Tinggi
Next Article Persoalan Intoleransi yang Tak Kunjung Usai

Related Posts

Nama Wakil Ketua DPRD NTT Dicatut dalam Dugaan Penipuan Lowongan Kerja, Ratusan Orang Mengaku Jadi Korban

6 Maret 2026

Gubernur NTT Buka Diskusi Nasib 9.000 PPPK di Ruang Publik

5 Maret 2026

Perjuangan Mama Martina, Banting Tulang untuk Hidupi Keluarga sembari Rawat Suami Stroke

5 Maret 2026
Terkini

Cerpen: Mata Tua di Tubuh Bayi Bole Wote

6 Maret 2026

Tanah Ulayat, Identitas, dan Derita Sosial

6 Maret 2026

Desa Golo Riwu Tetapkan APBDes Tahun Anggaran 2026, KMP dan MBG Jadi Fokus Utama

6 Maret 2026

Rote Ndao Siap Jadi Tuan Rumah Selancar Ombak PON 2028

6 Maret 2026

Polres Manggarai Limpahkan Dua Tersangka Kasus Narkotika ke Kejaksaan

6 Maret 2026
© 2026 VoxNTT
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.