Maria Dominggas Taus,peserta tes CPNS Kabupaten Malaka yang meraih nilai tertinggi pada hari pertama, Rabu (19/02/2020) (Foto: Frido Umrisu Raebesi/Vox NTT)
alterntif text

Betun, Vox NTT- Tes Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) di Kabupaten Malaka sudah mulai dilakukan hari ini, Rabu (19/02/2020). Ujian berlangsung di aula kantor bupati setempat.

Informasi yang dihimpun VoxNtt.com, pelaksanaan tes CPNS pada hari pertama ini dibagi ke dalam 5 sesi. Setiap sesi dibagi ke dalam 100 peserta.

Terpantau ujian tetulis berbasis online ini cukup menegangkan para peserta dan masyarakat sekitar yang ikut menonton hasil ujian di monitor yang disiapkan di luar ruangan.

Dari lima sesi tersebut, sedikitnya sudah ada 98 peserta lolos tes. Tercatat pula, peserta atas nama Maria Dominggas Taus, seorang perawat kesehatan lolos dan mendapatkan nilai tertinggi.

Total nilainya adalah 395 dengan perinciannya, Tes Wawasan Kebangsaan (TWK) 120, Tes Intelegensi Umum (TIU) 135, dan Tes Karakteristik Pribadi (TKP) 140.

Maria diantar sang suami, Arnoldus Manek yang berprofesi sebagai prajurit di Satuan Yonif 744 Raider Khusus/ SYB.

Arnoldus merasa puas dengan hasil ujian sang istri.  Ia sangat puas apalagi peraih nilai tertinggi untuk sementara.

“Puas dan bahagia, istri saya bisa memperoleh nilai yang memenuhi target, bahkan mau dibilang melampaui target. Tidak sia-sia dia belajar selama ini. Terima kasih Tuhan Yesus,” ucap Arnoldus kepada VoxNtt.com di halaman kantor Bupati Malaka.

Ekspresi bahagia terpancar dari paras Arnoldus ketika mengetahui sang istri lolos dengan nilai tertinggi. Ia pun menjemput istrinya di tangga aula kantor Bupati Malaka dan langsung memeluknya.

“Saya yakin bisa mendapatkan nilai yang bagus. Selama ini saya giat belajar. Terima kasih Tuhan Yesus,”  ucap Maria dengan bahagia.

Sebagai informasi, untuk tahun 2020 ini Kabupaten Malaka membutuhkan 158 formasi. Rinciannya dari tenaga pendidik 55 orang, tenaga kesehatan 58 dan tenaga teknis 45 orang.

Kegiatan tes CPNS akan berlangsung sampai tanggal 26 Februari 2019.

Penulis: Frido Umrisu Raebesi
Editor: Ardy Abba