Close Menu
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
Facebook X (Twitter) Instagram
VoxNtt.comVoxNtt.com
Facebook X (Twitter) Instagram
Subscribe
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
VoxNtt.comVoxNtt.com
Home»Regional NTT»Soal Jalan Rusak, Boni Hargens Minta Bupati Matim Responsif
Regional NTT

Soal Jalan Rusak, Boni Hargens Minta Bupati Matim Responsif

By Redaksi20 Februari 20201 Min Read
Facebook Twitter WhatsApp Telegram
Boni Hargens (Foto: Istimewa)
Share
Facebook Twitter Pinterest Telegram WhatsApp

Borong, Vox NTT- Pengamat politik nasional Boni Hargens turut menyoroti polemik proyek jalan rusak di Kecamatan Kota Komba, Kabupaten Manggarai Timur (Matim), Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT).

Boni pun meminta Bupati Matim Agas Andreas mesti sensitif dan responsif. Itu terutama dalam merespon masalah transparansi penggunaan dana pembangunan.

“Saya minta Bupati dan jajaran Pemerintah Daerah (Pemda) Manggarai Timur lebih sensitif dengan masalah transparansi dalam pengunaan dana pembangunan daerah,” ujar akademisi asal Manggarai itu ketika dimintai tanggapannya, Kamis (20/02/2020) malam.

“Proyek pembangunan infrastruktur harus efisien,” sambung dia.

Di balik proyek jalan yang rusak tersebut, Boni juga meminta DPRD Matim agar tegas dalam mengontrol pemerintah.

Selain itu, masyarakat sipil juga diminta perlu ikut mengawasi sejumlah proyek pembangunan.

Boni menegaskan, jika Pemda Matim tidak cerdas dalam memakai anggaran, maka masyarakat sipil mesti aktif melapor ke Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

“Bila ditemukan bukti-bukti penyalahgunaan dana atau kerugian negara, masyarakat harus lapor ke KPK,” tegasnya.

Tak hanya itu, Boni juga meminta Pemda Matim untuk tidak hanya fokus pada pembangunan infrastruktur jalan.

Masalah kesehatan dan pendidikan masyarakat juga perlu dipikirkan Pemda Matim.

“Bangun rumah sakit, benahi puskesmas-puskesmas, dan perbanyak tenaga medis,” tandasnya.

KR: L. Jehatu
Editor: Ardy Abba

Boni Hargens Matim
Previous ArticlePesparani Nasional, Utusan Papua Barat Siap Kenakan Pakaian Adat
Next Article Restu Hapsari, Staf Teknis Kemensos Monev di Ende

Related Posts

Rumah Harapan untuk Regina Uner di Cibal Barat Rampung 100 Persen

6 Maret 2026

Perjuangan Mama Martina, Banting Tulang untuk Hidupi Keluarga sembari Rawat Suami Stroke

5 Maret 2026

KPB Program TEKAD Ponggeok Manggarai Kembangkan Penyulingan Minyak Cengkih

4 Maret 2026
Terkini

Cerpen: Mata Tua di Tubuh Bayi Bole Wote

6 Maret 2026

Tanah Ulayat, Identitas, dan Derita Sosial

6 Maret 2026

Desa Golo Riwu Tetapkan APBDes Tahun Anggaran 2026, KMP dan MBG Jadi Fokus Utama

6 Maret 2026

Rote Ndao Siap Jadi Tuan Rumah Selancar Ombak PON 2028

6 Maret 2026

Polres Manggarai Limpahkan Dua Tersangka Kasus Narkotika ke Kejaksaan

6 Maret 2026
© 2026 VoxNTT
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.