Close Menu
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
Facebook X (Twitter) Instagram
VoxNtt.comVoxNtt.com
Facebook X (Twitter) Instagram
Subscribe
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
VoxNtt.comVoxNtt.com
Home»Regional NTT»Belum Ada Jembatan, Puluhan Kendaraan Terjebak Banjir di Kali Welaus
Regional NTT

Belum Ada Jembatan, Puluhan Kendaraan Terjebak Banjir di Kali Welaus

By Redaksi22 Februari 20202 Mins Read
Facebook Twitter WhatsApp Telegram
Kondisi ruas jalan Welaus - Atambua yang belum ada jembatan dan mengakibatkan banyak kendaraan terjebak banjir, Jumat (21/02/2020) (Foto: Nofry Laka)
Share
Facebook Twitter Pinterest Telegram WhatsApp

Betun, Vox NTT-Puluhan kendaraan baik roda dua dan empat, terjebak banjir di Welaus, Desa Lakekun Utara, Kecamatan Kobalima, Kabupaten Malaka, Jumat (21/02/2020). 

Banjir terjadi akibat hujan deras mengguyur wilayah itu sejak pukul 13.00 – 15.18 Wita. Hujan deras ini mengakibatkan banjir di kali Welaus meluap setinggi 1 Meter.

Hal ini mengakibatkan banyak kendaraan terjebak di kedua sisi kali, baik dari arah Atambua, maupun arah Betun Malaka.

Puluhan warga pun akhirnya turun ke jalan
membantu pengendara melintasi arus banjir yang deras. Sejumlah sepeda motor tampak mogok dan terpaksa digotong warga.

Piter Manek, salah seorang pengendara mengaku, ia terbantu oleh para pemuda Welaus yang menjual jasa menggotong mobilnya yang mogok di tengah banjir.

“Kalau mobil dipatok harga Rp 10 ribu. Sedangkan sepeda motor Rp10-20 ribu,” katanya.

Pantauan VoxNtt.com, di antara puluhan kendaraan yang terjebak banjir itu, ada juga kendaraan anggota DPRD Malaka dari Fraksi Gerindra, Fransiskus Xaverius Taolin.

Menurut Taolin, anggaran untuk pembangunan jembatan tersebut sudah dianggarkan tahun 2020 ini.

“Saya tahu persis karena komisi III mitra langsung dengan Dinas PUPR Kabupaten Malaka. Dalam RDP bersama Kadis PUPR sudah dijawab bahwa tahun ini sudah dianggarkan dana dari provinsi untuk pembangunan ruas jalan raya dari Desa Teun hingga Desa Sanleo sepanjang 15 kilometer dan satu unit jembatan Welaus,” ujarnya kepada VoxNtt.com.

Ia berharap Pemda Malaka bekerja serius mengawal proses rencana pembangunan jembatan hingga terealisasi.

“Mestinya jembatan ini harus didahulukan untuk dikerjakan,” tandasnya.

Pantauan VoxNtt.com, selama sepekan terakhir ini, jika hujan turun berdurasi 1 jam atau lebih, maka aliran air di kali Welaus, Desa Lakekun Utara, Kecamatan Kobalima ini banjirnya meluap.

Hal ini menghambat para pengguna jalan yang hendak ke Kota Atambua (Belu) atau warga masyarakat yang dari Kecamatan Malaka Timur dan Laenmanen yang hendak turun ke Kota Betun.

Penulis: Frido Umrisu Raebesi
Editor: Ardy Abba

Malaka
Previous ArticlePemda Manggarai Salurkan Bantuan untuk Korban Kebakaran di Koko Wae Ri’i
Next Article Relawan RTS dan PDIP Bersih Sampah di Kota Betun

Related Posts

Rumah Harapan untuk Regina Uner di Cibal Barat Rampung 100 Persen

6 Maret 2026

Perjuangan Mama Martina, Banting Tulang untuk Hidupi Keluarga sembari Rawat Suami Stroke

5 Maret 2026

KPB Program TEKAD Ponggeok Manggarai Kembangkan Penyulingan Minyak Cengkih

4 Maret 2026
Terkini

Pentingnya Pendidikan Karakter dalam Membentuk Generasi Remaja Berintegritas

7 Maret 2026

Tuhan sebagai Gembala dan Bapa Yang Penuh Belaskasih dan Mengampuni 

7 Maret 2026

Surat Cinta untuk Mama

7 Maret 2026

Imigrasi Labuan Bajo Gelar Sosialisasi Bersama Desa Binaan di Kabupaten Manggarai, Cegah TPPO dan TPPM

7 Maret 2026

Demokrat Kritik Bawaslu NTT Soal Pelanggaran Pemilu 2024

7 Maret 2026
© 2026 VoxNTT
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.