Close Menu
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
Facebook X (Twitter) Instagram
VoxNtt.comVoxNtt.com
Facebook X (Twitter) Instagram
Subscribe
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
VoxNtt.comVoxNtt.com
Home»Regional NTT»Longsor di Kuwus, Akses Transportasi Lumpuh Total
Regional NTT

Longsor di Kuwus, Akses Transportasi Lumpuh Total

By Redaksi27 Februari 20202 Mins Read
Facebook Twitter WhatsApp Telegram
Material longsor menutupi badan jalan Ruteng-Terang, tepatnya di cabang jalan arah Kampung Leda yang berjarak 350 dari perbatasan Kecamatan Kuwus Barat (Foto: Istimewa)
Share
Facebook Twitter Pinterest Telegram WhatsApp

Labuan Bajo, Vox NTT- Bencana tanah longsor kembali terjadi di Desa Pangga, Kecamatan Kuwus, Kabupaten Manggarai Barat (Mabar), NTT, Kamis (27/02/2020).

Longsor tersebut terjadi tepatnya di cabang jalan arah Kampung Leda yang berjarak 350 dari perbatasan Kecamatan Kuwus Barat.

Penjabat Kepala Desa Pangga Fransiskus Janggur saat dihubungi VoxNtt.com membenarkan hal tersebut.

“Iya betul terjadi longsor tadi pagi sekitar jam setengah 6,” ungkap Fransiskus.

Ia menjelaskan, material longsor berupa tanah dan batu-batuan yang berdiameter besar menutup badan jalan.

“Jadi ada tanah dan tiga batu besar yang ukurannya sekitar 11 meter, kemudian dengan batu-batu yang ukuran sedang, menumpuk di jalan,” jelasnya.

Jalan tersebut kata Fransiskus, merupakan jalur utama yang menghubungkan Terang-Ruteng.

Akibat terjadi longsor, kata dia, akses transportasi lumpuh total. Banyak kendaraan yang antre tidak bisa melewati jalan tersebut.

Adapun penyebab terjadinya longsor kata Fransikus, karena adanya lubang-lubang dalam tanah tempat tinggal Babi Landak. Lubang tersebut membuat tanah tidak dapat menahan tumpuan batu besar.

“Dari kemarin hingga kini tidak ada turun hujan. Memang sejak kemarin kelihatan sudah mau jatuh. Ada lubang-lubang tempat tinggal Babi Landak. Dan pagi tadi batunya akhirnya jatuh,” tandas Fransiskus.

Fransiskus menjelaskan, langkah pertama yang telah mereka lakukan yaitu melapor peristiwa ini kepada Camat Kuwus, dan pihak Kepolisian.

“Hingga kini Camat dan Polisi masih ada di lokasi,” tambahnya

Dia berharap kepada dinas terkait agar secepatnya memindahkan material longsor.

“Semoga secepatnya material longsor dipindahkan. Karena tidak bisa dipindahkan oleh tenaga manusia. Soalnya batu besar. Harus pakai alat berat,” tutupnya.

Penulis: Sello Jome
Editor: Ardy Abba

Bencana Mabar Bencana NTT Mabar Manggarai Barat
Previous ArticleAnggota DPRD Mabar Diperiksa Polisi
Next Article Bila Terbukti Lakukan Penganiayaan, Kepala BK-Diklat Nagekeo Terancam Dipenjara

Related Posts

Desa Golo Riwu Tetapkan APBDes Tahun Anggaran 2026, KMP dan MBG Jadi Fokus Utama

6 Maret 2026

Rumah Harapan untuk Regina Uner di Cibal Barat Rampung 100 Persen

6 Maret 2026

Perjuangan Mama Martina, Banting Tulang untuk Hidupi Keluarga sembari Rawat Suami Stroke

5 Maret 2026
Terkini

Kisah Nangadhero, Desa Pesisir di Nagekeo Tempat Petani dan Nelayan Menjaga Harmoni

7 Maret 2026

Pentingnya Pendidikan Karakter dalam Membentuk Generasi Remaja Berintegritas

7 Maret 2026

Tuhan sebagai Gembala dan Bapa Yang Penuh Belaskasih dan Mengampuni 

7 Maret 2026

Surat Cinta untuk Mama

7 Maret 2026

Imigrasi Labuan Bajo Gelar Sosialisasi Bersama Desa Binaan di Kabupaten Manggarai, Cegah TPPO dan TPPM

7 Maret 2026
© 2026 VoxNTT
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.