Close Menu
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
Facebook X (Twitter) Instagram
VoxNtt.comVoxNtt.com
Facebook X (Twitter) Instagram
Subscribe
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
VoxNtt.comVoxNtt.com
Home»KESEHATAN»Jumlah Babi di TTU yang Mati Meningkat Menjadi 912 Ekor
KESEHATAN

Jumlah Babi di TTU yang Mati Meningkat Menjadi 912 Ekor

By Redaksi28 Februari 20202 Mins Read
Facebook Twitter WhatsApp Telegram
Ilustrasi. (Foto: cnnindonesia.com).
Share
Facebook Twitter Pinterest Telegram WhatsApp

Kefamenanu, Vox NTT-Jumlah ternak babi yang mati di Kabupaten Timor Tengah Utara (TTU) hingga saat ini mengalami peningkatan drastis menjadi 912 ekor. Jumlah itu meningkat dari sebelumnya 440 ekor.

Jumlah babi yang mati di kabupaten yang berbatasan dengan negara Timor Leste itu merupakan akumulasi dari bulan Januari hingga Februari 2020.

“Data yang sudah masuk di saya sampai tadi malam itu 912 ekor dari bulan Januari sampai tadi malam ade (adik),” jelas Bupati TTU Raymundus Sau Fernandes saat dikonfirmasi VoxNtt.com melalui pesan WhatsApp, Jumat (28/02/2020).

Baca Juga: Hanya 2 Bulan, Sebanyak 440 Ekor Babi di TTU Mati

Bupati Raymundus menuturkan, jumlah babi yang mati tersebut tersebar di 24 kecamatan yang ada di Kabupaten TTU.

“Data yang terhimpun itu dari 24 kecamatan dari koordinator peternakan yang ada di semua kecamatan ade (adik),” jelas Bupati TTU dua periode itu.

Terpisah, Kepala Dinas Peternakan Kabupaten TTU Fransiskus Fay saat dihubungi VoxNtt.com melalui telepon menuturkan, untuk penanganan awal terhadap wabah penyakit yang saat ini menyerang ternak babi, pihaknya sudah mendapatkan bantuan dari Dinas Peternakan Provinsi NTT.

Bantuan itu berupa desinfektan, vitamin dan obat-obatan.

Sehingga direncanakan, jelas Fransiskus, hari ini pihaknya akan mulai melakukan penanganan awal dengan titik star dari Kecamatan Kota Kefamenanu.

“Kita fokus ke kecamatan yang jumlah kematian tinggi, kecamatan yang tinggi itu yang 6 kecamatan itu (Biboki Moenleu, Biboki Anleu, Insana Utara, Bikomi Utara, Bikomi Nilulat dan Kecamatan Kota Kefamenanu), sebentar kita sudah mulai lakukan penanganan awal dengan titik star dari Kecamatan Kota Kefamenanu,” jelas Fransiskus.

Penulis: Eman Tabean
Editor: Ardy Abba

Raymundus Sau Fernandes TTU
Previous ArticleKapolres Malaka Minta Wartawan Laporkan Praktik Judi
Next Article Kematian Pasien DBD di RSUD Atambua Diduga Disebabkan Ketiadaan Infus Set

Related Posts

RSUD Aeramo Luncurkan Inovasi Layanan “Bahagia Kita”

4 Maret 2026

RRI Labuan Bajo dan Plataran Komodo Gelar Donor Darah, Perkuat Aksi Kemanusiaan di Manggarai Barat

3 Maret 2026

NTT Dapat 7 Dokter Spesialis di Batch Ketiga, Pemprov Siapkan Skema Penempatan dan Dukungan Pengabdian

27 Februari 2026
Terkini

Cerpen: Mata Tua di Tubuh Bayi Bole Wote

6 Maret 2026

Tanah Ulayat, Identitas, dan Derita Sosial

6 Maret 2026

Desa Golo Riwu Tetapkan APBDes Tahun Anggaran 2026, KMP dan MBG Jadi Fokus Utama

6 Maret 2026

Rote Ndao Siap Jadi Tuan Rumah Selancar Ombak PON 2028

6 Maret 2026

Polres Manggarai Limpahkan Dua Tersangka Kasus Narkotika ke Kejaksaan

6 Maret 2026
© 2026 VoxNTT
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.