Close Menu
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
Facebook X (Twitter) Instagram
VoxNtt.comVoxNtt.com
Facebook X (Twitter) Instagram
Subscribe
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
VoxNtt.comVoxNtt.com
Home»Podium Redaksi»Koruptor Jangan Ditolong, Tuntaskan Revolusi Pertanian Malaka!
Podium Redaksi

Koruptor Jangan Ditolong, Tuntaskan Revolusi Pertanian Malaka!

By Redaksi13 Maret 20203 Mins Read
Facebook Twitter WhatsApp Telegram
Bupati Malaka, Stef Bria Seran saat mengendarai traktor yang akan membantu masyarakat mengolah lahan pertanian (Foto: Likurai)
Share
Facebook Twitter Pinterest Telegram WhatsApp

Editorial, Vox NTT-Semarak program Revolusi Pertanian Malaka (RPM) yang dicetus Bupati Stef Bria Seran, ternoda dugaan korupsi bawang merah.

Kasus tindak pidana korupsi yang terjadi pada tahun 2018 di Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura dan Perkebunan ini, sedang ditangani oleh Ditreskrimsus Polda NTT.

Hingga kini polisi sudah menetapkan 8 tersangka. Sementara satu orang lagi masih dalam tahap pemeriksaan.

Meski demikian, kasus ini tidak boleh meruntuhkan semangat Pemda Malaka untuk terus melanjutkan dan menuntaskan program revolusi pertanian.

Petani di Malaka yang lagi membersihkan bawang merah untuk dijual (Foto: Frido Raebesi/ Vox NTT)

Koruptor (jika dugaan korupsi ini terbukti benar) jangan ditolong, sementara program RPM harus terus ditingkatkan.

Program ini dinilai banyak pihak merupakan bentuk komitmen pemerintah terhadap kesejahteraan petani. Para petani juga mengaku sangat terbantu dengan hadirnya RPM.

BACA JUGA:

  • Frans Skera: Revolusi Pertanian Malaka Perlu Diikuti Daerah Lain di NTT
  • Terkait Program RPM, Warga: Terima Kasih Bupati Telah Membantu Kami

Bagaimana tidak, masyarakat Malaka sudah dipermudahkan untuk menggarap lahan dengan bantuan traktor gratis, bibit, benih dan pupuk yang disediakan pemerintah.

Malaka dan NTT umumnya merupakan daerah agraris. Pertanian merupakan tumpuan sekaligus harapan hidup orang NTT. Karena itu, kebijakan pro petani merupakan harga mati kalau NTT ingin  keluar dari kemiskinan.

Sumber: BPS NTT

Jika berkeliling NTT, di mana-mana ada hamparan sawah, kebun kopi, kelapa, kemiri, jambu mente, coklat dan sayur-sayuran dan buah-buahan organik.

Pemandangan itu merupakan bukti kekayaan agraris NTT yang sudah dikembangkan dari masa ke masa.

Di zaman El Tari, kemana pun dia berkunjung selalu mengajak rakyat untuk menanam.

“Tanam, Tanam dan sekali lagi Tanam” merupakan slogan khas kepemimpinan Gubernur El Tari.

Di zaman Ben Mboi, masih lekat dalam ingatan kita soal program Revolusi Nusa Makmur dan Nusa Hijau. Program ini juga merupakan bukti keberpihakan pemerintah terhadap nasib petani.

Demikian pun motivasi dr. H. Fernandez menjadi gubernur NTT yakni untuk menolong petani keluar dari masalah kekurangan air dan kesejahteraan mereka.

Gubernur Fernandez sepakat, bahwa sebagaian besar rakyat hidup dari sektor pertanian. Maka, program-program pro petani mesti dilanjutkan mengingat pendapatan per kapita orang NTT pada tahun 1987 hanya Rp. 264.267.

Karena itulah, Fernandez menjadikan program peningkatan produksi dan produktivitas pertanian sebagai point pertama dalam 8 program prioritasnya.

Penyebab utama petani di NTT selalu miskin disebabkan oleh kekurangan modal dan alat produksi modern untuk mengolah tanah yang keras dan berbatu-berbatu (lahan kering).Dengan kata lain, petani selalu kalah berhadapan dengan ciri khas pertanian lahan kering NTT.

Gestianus Sino berpose di lahan pertanian terpadu miliknya seluas 1000 meter persegi di Desa Penfui Timur, Kecamatan Kupang Tengah, Kabupaten Kupang (Foto: Boni/VoxNtt.com)

Dari berbagai pengalaman, dapat disimpulkan, petani NTT terus miskin karena tak sanggup mengolah tanah yang kering, tandus, keras dan berbatu-batu.

Karena itu, program Revolusi Pertanian Malaka sebenarnnya usaha konkrit untuk menuntaskan persoalan tersebut. Petani yang kekurangan faktor/alat produksi akhirnya terbantukan dengan RPM.

Gairah dan semangat mereka yang sebelumnya runtuh akibat kondisi lahan yang pelik akhirnya dibangkitkan kembali. Demikian pun para pemuda yang lelah dan mungkin putus asa menggarap lahan, termotivasi untuk kembali bekerja.

Di tengah gelombang migrasi penduduk desa di Malaka untuk mencari kerja di luar negeri, RPM adalah asa yang dapat membangkitakan harapan.

Blasius Berek, camat Laenmanen saat meninjau lokasi balik tanah gratis oleh traktor RPM Malaka. (Foto: Frido/VoxNtt.com)

Maka tak heran jika tokoh senior politisi dan birokrasi NTT, Frans Skera mengajak seluruh bupati di NTT untuk mengikuti program revolusi pertanian Malaka.

“Selama ini pertanian NTT mundur, mandeg dan memelas. Intervensi pemerintah sangat dibutuhkan untuk membantu petani. Jangan malu-malu tiru itu bupati Malaka” ungkap mantan anggota DPR RI tersebut. (VoN).

Bawang Merah Bupati Malaka Malaka RPM RPM Malaka Stef Bria Seran
Previous ArticleAwstar Perangi Sampah di Labuan Bajo
Next Article Jalankan Instruksi Jokowi, Kejari Mabar Siap Berantas Mafia Tanah di Labuan Bajo

Related Posts

Kades ‘Ikut Garap’ Proyek Negara, Bupati Manggarai Tak Boleh Diam

21 Desember 2025

Cepat Tangkap Pemburu, Lamban Sentuh Tambang: Ada Apa dengan Penegakan Hukum di Manggarai Barat?

20 Desember 2025

Menimbang Pujian Christian Rotok untuk Edi-Weng

15 Oktober 2024
Terkini

Cerpen: Mata Tua di Tubuh Bayi Bole Wote

6 Maret 2026

Tanah Ulayat, Identitas, dan Derita Sosial

6 Maret 2026

Desa Golo Riwu Tetapkan APBDes Tahun Anggaran 2026, KMP dan MBG Jadi Fokus Utama

6 Maret 2026

Rote Ndao Siap Jadi Tuan Rumah Selancar Ombak PON 2028

6 Maret 2026

Polres Manggarai Limpahkan Dua Tersangka Kasus Narkotika ke Kejaksaan

6 Maret 2026
© 2026 VoxNTT
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.