Close Menu
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
Facebook X (Twitter) Instagram
VoxNtt.comVoxNtt.com
Facebook X (Twitter) Instagram
Subscribe
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
VoxNtt.comVoxNtt.com
Home»NTT NEWS»Video Editorial: DIPILIIH untuk DIPECAH dan DIBAGI (Edisi Tahbisan Uskup Ruteng)
NTT NEWS

Video Editorial: DIPILIIH untuk DIPECAH dan DIBAGI (Edisi Tahbisan Uskup Ruteng)

By Redaksi20 Maret 20201 Min Read
Facebook Twitter WhatsApp Telegram
Yustin Silla, narator video editorial
Share
Facebook Twitter Pinterest Telegram WhatsApp

Tugas Uskup Sipri memang berat di tengah berbagai tantangan dunia saat ini. Namun sebagai seorang murid Kristus, keteladanan Yesus bisa menjadi rujukan.

Butuh 40 hari bagi Yesus untuk bersemedi, melakukan pengendapan, dan sesudahnya mengambil keputusan penting. Setelah itu, Ia turun ke tengah masyarakat untuk melakukan gerakan sosial dan melakukan advokasi terhadap ketidakadilan, korupsi, kemorosotan moral dan penindasan yang dilakukan penguasa Romawi di zaman itu.

Yesus mengajarkan tentang keharusan pengikutnya untuk keluar dari zona nyaman meski ia tahu akan mati di kayu salib. Misi heroik ini semata-mata dilakukan demi keselamatan dan pembebasan manusia di Bumi.

Keluar dari zona nyaman juga berarti harus ‘lepas-bebas’ dari segala macam ‘belenggu tubuh’ yang bisa saja menjauhkan uskup Sipri dari misi pembebasan. Sebelum membebaskan orang lain, Ia harus mampu membebaskan dirinya dari jeratan ‘gairah-gairah dunia” yang sifatnya semu dan sesaat.

Namun sayangnya, Mgr. Sipri bukanlah Yesus yang punya sisi ke-Allah-an dalam dirinya. Ia hanyalah manusia biasa yang tak luput dari kelemahan, noda dan dosa.

Karena itu, doa dan dukungan segenap kalangan sangat dibutuhkan agar tongkat kepimpinan yang diserahkan kepadanya, bisa melahirkan perubahan sosial serta mampu menghadirkan kerajaan Allah di Bumi Manggarai

Keuskupan Ruteng Mgr. Sipri Hormat
Previous ArticleCek Ketersedian Stok Sembako, Ini Hasil Temuan Tim Satgas Pangan Polres TTU
Next Article Satu Pasien Kategori PDP Covid-19, Begini Imbauan Dinkes Malaka

Related Posts

Nama Wakil Ketua DPRD NTT Dicatut dalam Dugaan Penipuan Lowongan Kerja, Ratusan Orang Mengaku Jadi Korban

6 Maret 2026

Gubernur NTT Buka Diskusi Nasib 9.000 PPPK di Ruang Publik

5 Maret 2026

Pemprov NTT Harus Lobi Pemerintah Pusat soal Nasib 9.000 PPPK

5 Maret 2026
Terkini

Cerpen: Mata Tua di Tubuh Bayi Bole Wote

6 Maret 2026

Tanah Ulayat, Identitas, dan Derita Sosial

6 Maret 2026

Desa Golo Riwu Tetapkan APBDes Tahun Anggaran 2026, KMP dan MBG Jadi Fokus Utama

6 Maret 2026

Rote Ndao Siap Jadi Tuan Rumah Selancar Ombak PON 2028

6 Maret 2026

Polres Manggarai Limpahkan Dua Tersangka Kasus Narkotika ke Kejaksaan

6 Maret 2026
© 2026 VoxNTT
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.