Close Menu
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
Facebook X (Twitter) Instagram
VoxNtt.comVoxNtt.com
Facebook X (Twitter) Instagram
Subscribe
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
VoxNtt.comVoxNtt.com
Home»NASIONAL»Ferdi Hasiman Desak Jokowi Segera Tutup Transportasi Udara dan Laut ke NTT
NASIONAL

Ferdi Hasiman Desak Jokowi Segera Tutup Transportasi Udara dan Laut ke NTT

By Redaksi25 Maret 20202 Mins Read
Facebook Twitter WhatsApp Telegram
Pengamat ekonomi-politik sekaligus peneliti Alpha Research Database Indonesia, Ferdy Hasiman
Share
Facebook Twitter Pinterest Telegram WhatsApp

Kupang, Vox NTT-Ferdy Hasiman, Peneliti Pada Alpha Research Database, Jakarta mendesak Presiden Jokowi dan Gubernur NTT, Viktor Laiskodat untuk segera menutup jalur transportasi laut dan udara yang keluar masuk NTT terutama di Labuan Bajo.

Menurut dia, arus pepindahan orang di Labuan Bajo sangat tinggi sehingga sangat rentan terhadap penyebaran Covid-19.

“Labuan bajo itu titik temu penduduk dunia. Tingkat kewaspadaan dan protokol kesehatan harus diperketat” ucapnya.

Hal itu disampaikan Ferdy mengingat hingga sekarang, NTT masih keterbatasan alat kesehatan untuk mendeteksi dan menangani penyebaran Covid-19.

Penutupan akses ini transportasi ini jelasnya, hanya diberlakukan untuk perpindahan orang. Sementara logistik makanan dan kesehatan tetap dibuka dengan protokol yang ketat.

Hingga sekarang, NTT memang ‘masih perawan’ dari Covid-19. Namun menurut dia data tersebut patut diragukan di tengah kekurangan alat kesehatan yang terjadi di NTT.

“Bahkan untuk alat pelindung diri (APD) tenaga medis saja masih kurang,” ungkapnya kepada VoxNtt.com, Rabu (03/25/2020) pagi.

Selain itu, kalau memang belum ada kasus, seharusnya NTT dan daerah-daerah yang belum terpapar perlu diproteksi lebih ketat.

“Jangan kita tunggu ada kasus, baru siaga dan bergerak” ungkapnya.

Soal, kebutuhan makanan, NTT juga punya ketahanan pangan yang cukup. Menurutnya, pangan yang dimaksud bukan hanya terkait stok beras, tetapi juga pangan lokal.

“Kita punya ubi-ubian, jagung, pisang. Kalau toh stok beras habis, NTT masih bisa hidup” terangnya.

Ferdy mengungkapkan, jika presiden Jokowi punya pertimbangan akan dampak ekonomi, NTT bukan daerah industri. Karenanya, negara tidak rugi kalau transportasi dan perpindahan orang ke NTT ditutup sementara waktu.

“NTT hidup dari sektor pertanian, perkebunan, perikanan dan kelautan. Bukan dari investasi berskala besar seperti Jakarta. Negara tidak rugi kalau akses ke sana ditutup sementara,” sebutnya. (VoN).

covid-19 Ferdy Hasiman Labuan Bajo
Previous ArticlePria 19 Tahun di Kota Komba Matim Tewas Tenggelam, Ini Kronologisnya
Next Article Lurah Paupire Pimpin Semprot Disinfektan, Mulai dari Gereja hingga Kantor DPRD

Related Posts

Nama Wakil Ketua DPRD NTT Dicatut dalam Dugaan Penipuan Lowongan Kerja, Ratusan Orang Mengaku Jadi Korban

6 Maret 2026

Gubernur NTT Buka Diskusi Nasib 9.000 PPPK di Ruang Publik

5 Maret 2026

Pemprov NTT Harus Lobi Pemerintah Pusat soal Nasib 9.000 PPPK

5 Maret 2026
Terkini

Cerpen: Mata Tua di Tubuh Bayi Bole Wote

6 Maret 2026

Tanah Ulayat, Identitas, dan Derita Sosial

6 Maret 2026

Desa Golo Riwu Tetapkan APBDes Tahun Anggaran 2026, KMP dan MBG Jadi Fokus Utama

6 Maret 2026

Rote Ndao Siap Jadi Tuan Rumah Selancar Ombak PON 2028

6 Maret 2026

Polres Manggarai Limpahkan Dua Tersangka Kasus Narkotika ke Kejaksaan

6 Maret 2026
© 2026 VoxNTT
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.