Close Menu
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
Facebook X (Twitter) Instagram
VoxNtt.comVoxNtt.com
Facebook X (Twitter) Instagram
Subscribe
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
VoxNtt.comVoxNtt.com
Home»Feature»Kisah Haru Kala Tenaga Medis Covid-19 Diangkat Jadi Tenaga Kontrak oleh Bupati Malaka
Feature

Kisah Haru Kala Tenaga Medis Covid-19 Diangkat Jadi Tenaga Kontrak oleh Bupati Malaka

By Redaksi19 April 20204 Mins Read
Facebook Twitter WhatsApp Telegram
Benediktus Bau dan Gitit Suryani Bau saat diambil identitas diri mereka usai berdialog dengan bupati Malaka, Stef Bria Seran
Share
Facebook Twitter Pinterest Telegram WhatsApp

Betun, Vox NTT-Bupati Malaka Stefanus Bria Seran mengunjungi posko pencegahan covid-19 di batas Kabupaten Malaka dengan kabupaten Timor Tengah Utara dan Kabupaten Belu.

Dalam kunjungan itu bupati yang didampingi Kapolres Malaka, AKBP Arlbert Neno, selain menegaskan wajib memakai masker untuk masyarakat yang masuk wilayah kabupaten Malaka, bupati juga bertemu dengan para tenaga kesehatan di garda depan pencegahan Covid-19.

Bupati Malaka Stefanus Bria Seran, menyapa para tenaga kesehatan di lokasi dengan sedikit candaan ringan untuk menyemangati mereka dalam tugas pencegahan covid-19. Bagaimana tidak, mereka ini bagaikan prajurit garis depan untuk membasmi ‘musuh’ yang hendak merangsek masuk ke wilayah kabupaten Malaka.

Bupati Malaka saat memantau posko Covid-19 di sejumlah tempat di Malaka

Ada kejadian unik, membahagiakan bercampur rasa haru. Di posko itu, bupati Malaka mengamati para tenaga kesehatan satu per satu dan mengajak mereka berdialog.

Nasib beruntung diperoleh Yuliana Un, perawat kesehatan Puskesmas Bani – Bani. Ketika ditanya Bupati Malaka, sejak kapan dia mengabdi sebagai tenaga kesehatan, Yuliana menjawab dengan lantang, sudah tujuh tahun lamanya mengabdi di Puskesmas Bani – Bani, Kecamatan Io Kufeu.

Mendengar jawaban lantang penuh semangat itu, lantas bupati lanjut bertanya apakah sudah pernah mendapatkan atau pernah menandatangani Surat Keputusan (SK ) Tenaga Kontarak Daerah?

Yuliana dengan lantang menjawab lagi, dia belum pernah mendapatkan Surat Keputusan Tenaga Kontarak Daerah.

Bupati Malaka terdiam sejenak. Tatapannya tertuju pada Yuliana. Raut wajah Yuliana berubah sedikit tersipu malu. Mendapat pengakuan Yuliana, Bupati Stefanus langsung memanggil Kadis Kesehatan Kabupaten Malaka, Paskalia Frida Fahik untuk mencatat identitas Yuliana. Kepadanya segera diterbitkan SK Tenaga Kontrak Daerah Kabupaten Malaka.

Saat itu pula, disaksikan Kapolres Malaka AKBP Albertus Neno, dua anggota DPRD Malaka, Ronaldo Asury dan Emanuel Wempy bersama rombongan pemantau Posko Pencegahan Covid-19, Bupati Stefanus langsung menelepon Kepala Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Kabupaten Malaka, Veronika Frida Fahik.

“Kau catat baik-baik hari ini. Hari ini hari yang bersejarah untukmu. Saya angkat kamu jadi tenaga kontrak daerah. Saya telpon langsung Kepala Badan Kepegawaian. Sekarang SK-nya diproses, sore saya tandatangan,” tandas Bupati Stefanus.

Di hadapan rombongan bupati Malaka menegaskan agar tugas dan pelayanan seseorang harus dihargai pemerintah. Bupati juga menegaskan bahwa kebaikan akan selalu menang dan kejahatan tidak akan bertahan lama dan akan kalah.

Bupati Stefanus mengaku salut dengan kesetiaan Yuliana dengan tugas dan pengabdiannya sebagai tenaga kesehatan sukarela. Untuk itu, Bupati menghargainya dengan mengangkat Yuliana sebagai tenaga kontrak daerah, terhitung 1 Januari 2020.

“SK-nya sementara proses dan sore ini setiba di Betun, saya tanda tangan surat keputusannya. Saya tidak biasa tipu dan saya bukan penipu. Saya konsisten dengan keputusan yang saya buat,” kata Bupati Malaka.

Sementara itu, Yuliana Un tampak terharu dengan niat baik bupati Malaka. Terlihat wajahnya merah merona karena haru dan rasa bahagia yang luar biasa.

“Semalam kau mimpi apa?” tanya bupati Stefanus kepada Yuliana Un, sedikit bercanda.

Di Puskesmas Uabau

Kejadian yang sama terulang di Puskesmas Uabau, Kecamatan Laenmanen, kabupaten Malaka. Kali ini nasib baik untuk Benediktus Bau dan Gitit Suryani Bau.

Setelah dari Nurobo, rombongan Bupati bersama Kapolres Malaka, singgah melihat lokasi pembangunan Puskesmas Baru berstandar Nasional di Uabau, tepatnya di samping gedung Puskesmas lama.

Bupati disambut oleh para tenaga kesehatan Puskesmas Uabau. Diantara mereka, ada Benediktus Bau dan Gitit Suryani Bau. Keduanya adalah perawart yang sudah lama menjadi sukarelawan di Puskesmas itu.

Kepada mereka, bupati menanyakan almamater dan berapa lama mereka menjadi sukarelawan di Puskemas Uabau.

Benediktus Bau menyatakan bahwa dia sudah 6 tahun menjadi sukarelawan di Puskesmas Uabau, sedangkan Gitit Suryani Bau sudah 2 tahun mengabdi di Puskesmas Uabau.

Mendengar itu, bupati Malaka langsung memerintahkan Kepala Dinas Kesehatan Malaka, drg. Frida Fahik untuk mencatat nama mereka berdua.

“Kamu berdua saya angkat jadi tenaga kontrak daerah. Saya perintahkan ibu kadis kesehatan untuk langsung mengirim nama kalian berdua ke BKD Malaka dan sore saya pulang langsung tanda tangan SK nya. Semangat bekerja dan selalu waspada dengan covid-19,” ujar Bupati Malaka, disambut dengan tepuk tangan meriah para rombongan dan terlebih para tenaga kesehatan Puskesmas Uabau.

Kedua perawat itu, terharu dan raut wajahnya terlihat bahagia dan seolah tak percaya dengan apa yang barusan terjadi. Benediktus Bau tampak menitikkan air matanya.

Di Rumah Jabatan Bupati Malaka

Setibanya di rumah jabatan, Bupati Stefanus sekali lagi menelpon bagian kepegawaian Kabupaten Malaka untuk segera mengantar Surat Keputusan pengangkatan tenaga kontrak daerah untuk segera ditandatangan.

Selang satu jam berikutnya, seorang perempuan pegawai muda datang menemui bupati dengan membawa beberapa surat di tangannya, dibalut map kertas.

“Saya langsung tanda tangan Surat Keputusannya (SK). Saya tidak suka menjanjikan orang. Kita buat yang baik dan akan banyak orang mendoakan kita,” imbuhnya di hadapan awak media voxntt.com.

Penulis: Frido Umrisu Raebesi

Editor: Irvan K

Bupati Malaka covid-19 Malaka Stef Bria Seran
Previous ArticleFrans D. Tulung: Riak Politik Malaka Akan Redup Manakala Pemilu Usai
Next Article Menjemput Matahari-Antologi Puisi Petrus Nandi

Related Posts

Perjuangan Mama Sebina: Bertahan Hidup, Sekolahkan Anak di Tengah Kemiskinan Manggarai Timur

25 Februari 2026

Telan DAU 989 Juta, Proyek Lapen Lidang – Rambe Bermutu Buruk, Ada Dugaan Keterlibatan Kades

19 Desember 2025

Ayah Terjebak “Penipuan” Tabungan BNI Life, Anak Batal Kuliah

19 November 2025
Terkini

Cerpen: Mata Tua di Tubuh Bayi Bole Wote

6 Maret 2026

Tanah Ulayat, Identitas, dan Derita Sosial

6 Maret 2026

Desa Golo Riwu Tetapkan APBDes Tahun Anggaran 2026, KMP dan MBG Jadi Fokus Utama

6 Maret 2026

Rote Ndao Siap Jadi Tuan Rumah Selancar Ombak PON 2028

6 Maret 2026

Polres Manggarai Limpahkan Dua Tersangka Kasus Narkotika ke Kejaksaan

6 Maret 2026
© 2026 VoxNTT
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.