Close Menu
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
Facebook X (Twitter) Instagram
VoxNtt.comVoxNtt.com
Facebook X (Twitter) Instagram
Subscribe
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
VoxNtt.comVoxNtt.com
Home»Regional NTT»Peringati Hari Bumi, WALHI NTT Berbagi Teh Marungga dan Masker
Regional NTT

Peringati Hari Bumi, WALHI NTT Berbagi Teh Marungga dan Masker

By Redaksi22 April 20202 Mins Read
Facebook Twitter WhatsApp Telegram
Anggota WALHI NTT saat membagikan masker dan teh Marungga kepada masyarakat Kota Kupang
Share
Facebook Twitter Pinterest Telegram WhatsApp

Kupang, Vox NTT-Memperingati Hari Bumi 22 April 2020, Wahana Lingkungan Hidup (WALHI) NTT melakukan aksi berbagi Teh Marungga di daerah Kampung Nelayan RT 31 Kelurahan Oesapa, Kecamatan Kelapa Lima, Kota Kupang.

Selain membagikan teh marungga, anggota WALHI NTT juga menyertakan sabun antiseptik dan masker.

Hari Bumi pada tahun ini dirayakan oleh WALHI NTT dimulai sejak satu minggu sebelum tanggal 22 April. Minggu sebelumnya diisi dengan Kampanye 7 hari menyongsong hari bumi dengan Hashtag #hanyaadasatu.

Kegiatan Hari Bumi pada tahun ini berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya. Pada tahun ini, dunia secara serentak diserang satu permasalahan global yakni Pandemi COVID-19.

Pandemi COVID-19, selain berdampak terhadap kesehatan masyarakat, juga sangat dirasakan oleh pegiat sektor ekonomi. Bahkan dalam beberapa analisis para pakar pandemi ini menyulut banyak angka pengangguran dan bertambahnya angka kemiskinan.

WALHI NTT juga menggelar kampanye selama tujuh hari agar manusia semakin peka menjaga lingkungan. Pasalnya salah satu penyebab pandemi disebabkan oleh rusaknya alam akibat ulah manusia. Hubungan antara penyakit dengan lingkungan dinyatakan Sugiyono Saputra, PhD, peneliti mikrobiologi dari LIPI.

Dikatakan, sebagian besar penyakit timbul karena masalah lingkungan. Kemudian, 60 persen penyakit infeksi merupakan penyakit zoonosis atau berasal dari hewan dan lebih dari dua per tiga berasal dari satwa liar.

“Berdasarkan hasil analisis berbagai penelitian, sejumlah penyakit baru yang muncul ternyata dikontribusikan oleh aktivitas yang dilakukan manusia itu sendiri terhadap alam, terutama perambahan ke kawasan liar seperti hutan dan perubahan dalam demografi manusia,” jelasnya seperti dilansir dari Mongobay.

Karena itulah di Hari Bumi 2020 ini, WALHI mengajak masyarakat untuk meminta maaf kepada alam sekaligus berterima kepada ibu Bumi tempat kita berpijak, lahir, besar dan berkembang dalam rentangan peradaban.

Berkaitan dengan pembagian teh Marungga, Koordinator lapangan Eddy Nggalambaya manyampaikan, aksi tersebut bertujuan untuk menyadarkan publik tentang pentingnya menjaga sistem imun tubuh terutama dalam masa COVID ini.

Anggota WALHI NTT saat membagikan teh marungga

Ia mengajak masyarakat untuk terus melestarikan tumbuhan Marungga sebagai salah satu asupan gizi dan protein sehingga dapat memperkuat imunitas tubuh.

“Alam NTT secara khas telah menyediakan berbagai jenis tumbuhan salah satunya Marungga yang dapat diolah dan dikonsumsi untuk meningkatkan imun tubuh. Oleh karena itu, mari kita secara bersama pada hari bumi ini meminta maaf dan berterimakasih kepada bumi, Kenalilah bumi beserta potensi di dalamnya agar kelak alam akan selalu menjagamu,” pinta Eddy.

Kontributor: Rima Bilaut

Editor: Irvan K

covid-19 Hari Bumi Kelor Kota Kupang Walhi NTT
Previous ArticleRapat Paripurna DPRD NTT Terapkan Physical Distancing
Next Article Cegah Virus Corona, Ini Cara Daftar Masuk Unika Ruteng

Related Posts

Rumah Harapan untuk Regina Uner di Cibal Barat Rampung 100 Persen

6 Maret 2026

Perjuangan Mama Martina, Banting Tulang untuk Hidupi Keluarga sembari Rawat Suami Stroke

5 Maret 2026

KPB Program TEKAD Ponggeok Manggarai Kembangkan Penyulingan Minyak Cengkih

4 Maret 2026
Terkini

Cerpen: Mata Tua di Tubuh Bayi Bole Wote

6 Maret 2026

Tanah Ulayat, Identitas, dan Derita Sosial

6 Maret 2026

Desa Golo Riwu Tetapkan APBDes Tahun Anggaran 2026, KMP dan MBG Jadi Fokus Utama

6 Maret 2026

Rote Ndao Siap Jadi Tuan Rumah Selancar Ombak PON 2028

6 Maret 2026

Polres Manggarai Limpahkan Dua Tersangka Kasus Narkotika ke Kejaksaan

6 Maret 2026
© 2026 VoxNTT
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.