Close Menu
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
Facebook X (Twitter) Instagram
VoxNtt.comVoxNtt.com
Facebook X (Twitter) Instagram
Subscribe
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
VoxNtt.comVoxNtt.com
Home»Ekbis»Tanya Agenda Dialog dengan Bupati Agas Terkait Pabrik Semen, Begini Respon Uskup Ruteng
Ekbis

Tanya Agenda Dialog dengan Bupati Agas Terkait Pabrik Semen, Begini Respon Uskup Ruteng

By Redaksi4 Mei 20203 Mins Read
Facebook Twitter WhatsApp Telegram
Uskup Ruteng, Mgr. Siprianus Hormat usai memberikan bantuan APD Covid-19, di rumah jabatan Bupati Matim Agas Andreas di Kelurahan Rana Loba, Kecamatan Borong, Senin (04/05/2020). (Foto: Sandy Hayon/ Vox NTT)
Share
Facebook Twitter Pinterest Telegram WhatsApp

Borong, Vox NTT-Uskup Ruteng Mgr. Siprianus Hormat merespon pertanyaan VoxNtt.com terkait dialog dengan Bupati Manggarai Timur Agas Andreas.

Dialog itu terkait pro-kontra pendirian pabrik semen di Luwuk dan Lingko Lolok, Desa Satar Punda, Kecamatan Lamba Leda.

“Ini bukan saatnya. Kita punya saat terkait ini. Bukan, anda jangan membuat apa, kita ini urusan kemanusiaan bukan urusan-urusan yang lain,” tegas Uskup Sipri usai memberikan bantuan APD Covid-19, di rumah jabatan Bupati Agas Kelurahan Rana Loba, Kecamatan Borong, Senin (04/05/2020).

“Ingat baik-baik ya, jangan buat provokasi,” tambah Uskup Sipri.

Di tempat yang sama Pastor Max Regus mengatakan, dalam kunjungan tersebut tidak membahas agenda pendirian pabrik semen. Ia mengatakan, kegiatan tersebut merupakan kunjungan solidaritas.

Dialog dengan Bupati Agas terkait rencana pabrik semen di Luwuk, dosen di Unika St. Paulus Ruteng mengaku tidak mengetahuinya. Sebab, kata dia, dialog itu di luar urusan posko.

Sebelumnya, Bupati Agas Andreas akan membuka diri untuk berdialog dengan Uskup Ruteng Mgr Siprianus Hormat terkait pro-kontra pembangunan pabrik semen di Luwuk dan Lingko Lolok.

“Kami akan bertemu pada Senin (4/2). Agenda pertemuan mungkin terkait pandemi virus korona atau Covid-19, tapi pasti kami diskusikan soal pro-kontra pembangunan pabrik semen di Manggarai Timur,” kata Agas dilansir dari Media Indonesia, Sabtu (2/5/2020).

Bupati Agas juga mengakui sudah membaca dokumen JPIC dan dirinya sependapat.

Karena itu, ia meminta gereja dan seluruh komponen masyarakat untuk mengawasi analisis mengenai dampak lingkungan (AMDAL).  “Sejauh ini amdalnya belum ada,” katanya.

Menurut Agas, pembangunan pabrik semen itu masih pada tahap negosiasi antara perusahaan dan masyarakat pemilik tanah. Kata dia, sudah ada kesepakatan di antara mereka.

Ia menjelaskan, lokasi tambang batu gamping sebagai bahan baku semen terletak di wilayah Lingko Lolok. Dari 103 orang pemilik lahan, 101 orang sudah menyatakan setuju.

Lokasi pabrik semen, kata Agas, terletak di wilayah Luwuk. Dari 72 orang pemilik lahan di wilayah itu, 65 orang sudah setuju.

“Poin-poin kesepakatan mereka antara lain harga tanah nonsertifikat Rp12 ribu/m2, harga lahan bersertifikat Rp14 ribu/m2,” katanya.

Agas menjelaskan, kegiatan di lokasi pabrik semen saat ini masih melakukan patok lahan. Setelah itu antara pemilik lahan dan perusahaan akan mengikat perjanian di notaris.

Khusus untuk warga di wilayah Lengkololok, kata Agas, semua sepakat untuk pindah ke dataran rendah. Pihak perusahaan sudah menyanggupi untuk membangun rumah warga beserta fasilitasnya.

“Ditambah uang kompensasi pindah Rp 150 juta/keluarga, uang prabot Rp 50 juta. Pembayaran dilakukan secara bertahap, saat ini warga sudah mendapatkan uang muka Rp10 juta,” kata Agas.

Agas mengajak Keuskupan Ruteng dan LSM untuk sama-sama mengawasi AMDAL yang akan dibuat setelah perusahaan bersepakat dengan warga.

“Otoritas AMDAL ada di provinsi, mari kita bersama-sama mengawasinya,” kata Agas.

Penulis: Sandy Hayon
Editor: Ardy Abba

Klik di sini untuk mengikuti pemberitaan seputar rencana pendirian pabrik semen di Luwuk dan Lingko Lolok. . .

Agas Andreas Lingko Lolok Manggarai Timur Matim Mgr. Sipri Hormat Uskup Ruteng
Previous ArticlePendemi Covid Kapan Berakhir?
Next Article Tim Percepatan Pembangunan Kota: Timbang Ulang Jadwal Penyelesaian Proyek

Related Posts

Perjuangan Mama Martina, Banting Tulang untuk Hidupi Keluarga sembari Rawat Suami Stroke

5 Maret 2026

Perumda Air Minum Kota Kupang Luncurkan Promo Sambungan Baru dan Website Resmi Jelang HUT ke-17

2 Maret 2026

Jalan Terbelah akibat Tanah Bergerak di Rana Poja Manggarai Timur, Warga Minta Pemerintah Atasi

2 Maret 2026
Terkini

Cerpen: Mata Tua di Tubuh Bayi Bole Wote

6 Maret 2026

Tanah Ulayat, Identitas, dan Derita Sosial

6 Maret 2026

Desa Golo Riwu Tetapkan APBDes Tahun Anggaran 2026, KMP dan MBG Jadi Fokus Utama

6 Maret 2026

Rote Ndao Siap Jadi Tuan Rumah Selancar Ombak PON 2028

6 Maret 2026

Polres Manggarai Limpahkan Dua Tersangka Kasus Narkotika ke Kejaksaan

6 Maret 2026
© 2026 VoxNTT
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.