Close Menu
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
Facebook X (Twitter) Instagram
VoxNtt.comVoxNtt.com
Facebook X (Twitter) Instagram
Subscribe
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
VoxNtt.comVoxNtt.com
Home»Regional NTT»Ke Dusun Babahane, Bupati Malaka Sempat “Bermain Lumpur” saat Menyetir Sendiri Mobil Dinasnya
Regional NTT

Ke Dusun Babahane, Bupati Malaka Sempat “Bermain Lumpur” saat Menyetir Sendiri Mobil Dinasnya

By Redaksi13 Mei 20203 Mins Read
Facebook Twitter WhatsApp Telegram
Bupati Malaka, dr. Stefanus Bria Seran saat menyetir sendiri mobil dinasnya, menyebrangi kali menuju Dusun Babahane, Selasa (12/05/2020) (Foto: Ferdy)
Share
Facebook Twitter Pinterest Telegram WhatsApp

Betun, Vox NTT- Bupati Malaka Stefanus Bria Seran bersama rombongan sempat menemui kendala saat hendak menyebrang ke Dusun Babahane, Desa Wemeda, Kecamatan Malaka Timur, Selasa (12/05/2020).

Saat itu, rombongan harus menyeberangi sungai, apalagi sedang hujan. Jalanan pun penuh dengan lumpur. Setiap kendaraan harus berjibaku melintasi tengah sungai.

Mobil dinas Bupati Stefanus bersama unsur Forkopimda lolos hingga ke Dusun Babahane. Namun sebagian mobil dinas beberapa pimpinan OPD terpaksa balik kanan.

Bupati Stefanus menyetir mobilnya sendiri saat melewati rute perjalanan yang sulit di Dusun Babahane, Desa Wemeda, Kecamatan Malaka Timur.

Kondisi jalan yang licin dan penuh genangan air tampak memacu adrenalin Bupati Stefanus untuk mengambil kendali dari sopir mobil dinasnya.

“Kejadian ini mengingatkan saya pada zaman dulu saat saya kerja di puskesmas tahun 1985 sampai 1987, waktu itu saya sebagai dokter dan sopir yang andal,” katanya.

Ketika melihat medan jalan menuju Dusun Babahane, ia merasa tertantang untuk mengemudi mobilnya sendiri.

“Saya lihat medannya sangat menantang dan saya lihat kondisi fisik sopir (yang bernama Tatan) tidak mendukung, maka saya ambil alih untuk menyetir,” ucap Bupati Stefanus dengan canda saat tiba di Dusun Babahane.

“Sopir ini mahirnya hanya di jalan aspal, hotmiks dan pengerasan. Tapi kalau medannya seperti ini, saya jagonya. Karena saya sudah berpengalaman dalam mengemudi di medan yang seperti ini,” lanjutnya.

Kendati hujan, banjir, jalan licin, dan medan sulit, Bupati Srefanus tetap berkomitmen untuk mengunjungi warga di Dusun Babahane.

“Bahkan jalan kaki saya harus sampai di Dusun Bahane. Jalan buruk seperti yang dilaluinya tadi, lima sampai sepuluh tahun ke depan tidak ada lagi. Jadi perjalanan kita hari ini, menjadi cerita di masa yang akan datang,” sambungnya.

Untuk diketahui, sudah menjadi agenda tetap dalam masa pandemi virus corona yang tengah melanda, Bupati Stefanus bersama unsur Forkompimda juga pimpinan OPD bersafari ke kecamatan dan desa, termasuk dusun.

Sebelum ke Malaka Timur, rombongan bertatap muka dengan warga di Desa Kereana, Kecamatan Botin Leobele.

Pada pertemuan ini, Bupati Stefanus berpesan kepada warga untuk selalu menjaga kesehatan. Ia juga meminta untuk tidak boleh melakukan hajatan seperti pesta yang sifatnya mengumpulkan massa.

Usai dari Kereana, rombongan Bupati Stefanus ke ibu kota Kecamatan Malaka Timur di Seon dan menemui petugas posko Covid-19.

Bukan tipe Bupati Stefanus yang cuma mendengar laporan di atas kertas kalau tanpa melihat dan merasakan sendiri penderitaan rakyat.

Saat berada di Malaka Timur, Bupati Stefanus bersama rombongan menemui warga Dusun Babahane B, Desa Wemeda.

Jarak Dusun Babahane B dengan ibu kota Kecamatan Malaka Timur memang tergolong cukup dekat. Melintasi sungai dengan menempuh perjalanan yang belum beraspal.

Bupati Stefanus di hadapan warga Dusun Babahane menyampaikan soal perkembangan penyebaran Covid-19 yang melanda dunia.

Ia kembali berpesan kepada warga menaati aturan protokol kesehatan. Sebab virus corona sangat berbahaya dan sangat mematikan apabila tidak ditangani sesegera mungkin.

Penulis: Frido Umrisu Raebesi
Editor: Ardy Abba

Malaka Stefanus Bria Seran
Previous Article9 Lagi Warga Mabar Dinyatakan Positif Covid-19
Next Article Update 13 Mei 2020: Total 30 Kasus, Berikut Sebaran Pasien Positif Corona di NTT

Related Posts

Rumah Harapan untuk Regina Uner di Cibal Barat Rampung 100 Persen

6 Maret 2026

Perjuangan Mama Martina, Banting Tulang untuk Hidupi Keluarga sembari Rawat Suami Stroke

5 Maret 2026

KPB Program TEKAD Ponggeok Manggarai Kembangkan Penyulingan Minyak Cengkih

4 Maret 2026
Terkini

Cerpen: Mata Tua di Tubuh Bayi Bole Wote

6 Maret 2026

Tanah Ulayat, Identitas, dan Derita Sosial

6 Maret 2026

Desa Golo Riwu Tetapkan APBDes Tahun Anggaran 2026, KMP dan MBG Jadi Fokus Utama

6 Maret 2026

Rote Ndao Siap Jadi Tuan Rumah Selancar Ombak PON 2028

6 Maret 2026

Polres Manggarai Limpahkan Dua Tersangka Kasus Narkotika ke Kejaksaan

6 Maret 2026
© 2026 VoxNTT
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.