Close Menu
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
Facebook X (Twitter) Instagram
VoxNtt.comVoxNtt.com
Facebook X (Twitter) Instagram
Subscribe
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
VoxNtt.comVoxNtt.com
Home»VOX POPULI»VOX DESA»Penyaluran BLT DD Bermasalah, Pemkab TTU Didesak Jatuhkan Sanksi Bagi Kades Oeolo
VOX DESA

Penyaluran BLT DD Bermasalah, Pemkab TTU Didesak Jatuhkan Sanksi Bagi Kades Oeolo

By Redaksi2 Juni 20202 Mins Read
Facebook Twitter WhatsApp Telegram
Ilustrasi
Share
Facebook Twitter Pinterest Telegram WhatsApp

Kefamenanu, Vox NTT- Proses penyaluran Bantuan Langsung Tunai Dana Desa (BLT DD) Oeolo, Kecamatan Musi, Kabupaten TTU pada Kamis (28/05/2020) lalu, sarat masalah.

Pasalnya, saat pembagian BLT, istri Kepala Desa Oeolo Fransiska N.Opat ikut tercatat sebagai salah satu penerima dana sebesar Rp 1,8 juta tersebut.

Selain itu juga terdapat suami atau istri dari aparat desa, BPD, serta tenaga kontrak daerah ikut menerima aliran dana yang bersumber dari APBN tersebut.

Direktur Lakmas Cendana Wangi NTT Viktor Manbait menilai tindakan Kades Oeolo Laurensius Besa tersebut dilakukan secara tahu dan mau serta terdapat unsur kesengajaan.

Padahal, secara aturan jelas bahwa aparat desa, BPD dan tenaga kontrak daerah, ASN, serta TNI Polri dilarang keras untuk mendapatkan BLT.

Baca: Istri Kades Oeolo TTU Ikut Terima BLT Dana Desa

Sehingga Viktor meminta Pemkab TTU agar menjatuhkan hukuman yang setimpal atas tindakan yang dilakukan oleh Kades Laurensius tersebut.

“Ini saya kira harus diberi hukuman yang setimpal karena aparat desa, BPD dan honorer tidak kehilangan pekerjaan dan penghasilan di tengah badai Covid-19 ini,” tuturnya dalam press release yang diterima VoxNtt.com, Senin (01/06/2020).

Viktor menambahkan, tindakan yang dilakukan Kades Laurensius juga bisa dinilai sebagai sebuah upaya untuk menguntungkan diri sendiri dan kelompok.

Sehingga bisa dikategorikan dalam dugaan tindak pidana korupsi.

Untuk itu, Viktor mendesak aparat penegak hukum agar segera mengusut proses penyaluran BLT di Desa Oeolo.

“Ini jelas-jelas sudah mengarah ke perilaku kriminal bukan pelanggaran disiplin biasa, kita mau lihat sejauh mana aparat penegak hukum dan Pemda TTU taat dan patuh pada presiden Jokowido yang dengan tegas memerintahkan jajaran pengak hukum dan Pemda agar kawal pembagian BLT dengan menindak tegas setiap bentuk penyelewengan bantuan sosial di masa covid ini,” tandasnya.

Baca: Kebijakan Kades Oeolo TTU dalam Penyaluran BLT Dinilai Keliru

Sementara itu, Kades Oeolo Laurensius Besa mengakui pihaknya sudah berupaya untuk mengembalikan uang tersebut sejak Jumat (29/05/2020) lalu.

Hingga Senin (01/06/2020), total uang yang sudah dikembalikan sebanyak Rp 19,8 Juta.

Itu berasal dari istri atau suami 4 aparat desa (termasuk istri kades), 4 anggota BPD, 1 tenaga kontrak daerah dan 1 lainnya isteri ASN.

Ia mengaku uang tersebut akan disetorkan kembali ke rekening desa di Bank pada Selasa (02/06) untuk kemudian menyerahkan bukti pengembalian ke Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa TTU.

“Besok (Selasa hari ini) kita ke Kefa untuk serahkan kembali dananya di Bank,” tutur Kades Laurensius menghubungi VoxNtt.com melalui telepon.

Penulis: Eman Tabean
Editor: Ardy Abba

Desa Oeolo TTU
Previous ArticlePerusakan Posko Covid-19 di TTS, Bupati Minta Proses Hukum Pelaku
Next Article Ego Sektoral di Tengah Pandemi

Related Posts

Anggota DPRD Manggarai Desak Inspektorat Periksa Proyek Kantor Desa Legu yang Mangkrak 17 Tahun

11 Juni 2026

Isno Baco Ajak Warga Desa Pinggang Berpolitik “Riang Gembira” pada Pilkades 2026

2 Juni 2026

Maju Pilkades Loce, Wilibrodus Rian Usung Penguatan Pertanian hingga Wisata Budaya

1 Juni 2026
Terkini

Tiga Tahun Tak Kunjung Diperbaiki, Jembatan Pomakeke Masih Jadi Langganan Pencitraan Politik

26 Juni 2026

KemenHAM Serap Aspirasi Warga dalam Sosialisasi Penguatan HAM di Tiga Desa Manggarai Raya

25 Juni 2026

Julie Laiskodat Sumbang Rp100 Juta untuk MTQ Tingkat Provinsi NTT di Nagekeo

25 Juni 2026

Rutan Kupang Siap Serahkan Rekaman CCTV Terkait Dugaan Suap terhadap Saksi Kasus Jaksa Peras Kontraktor

24 Juni 2026

Undhira Bali Pertahankan Tradisi Ibadah Rabuan untuk Perkuat Karakter dan Spiritualitas Civitas Akademika

24 Juni 2026
© 2026 VoxNTT
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.