Close Menu
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
Facebook X (Twitter) Instagram
VoxNtt.comVoxNtt.com
Facebook X (Twitter) Instagram
Subscribe
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
VoxNtt.comVoxNtt.com
Home»KOMUNITAS»45 KK Stasi Kristoforus Matani Terima Paket Sembako dari OMK
KOMUNITAS

45 KK Stasi Kristoforus Matani Terima Paket Sembako dari OMK

By Redaksi16 Juni 20201 Min Read
Facebook Twitter WhatsApp Telegram
OMK St Kristoforus Matani saat membagikan paket Sembako bagi KK kurang mampu
Share
Facebook Twitter Pinterest Telegram WhatsApp

Oelamasi, Vox NTT- Sebanyak 45 Kepala Keluarga (KK) Stasi Kristoforus Matani, Paroki St. Yosep Penfui Kupang menerima paket Sembako dari Orang Muda Katolik (OMK), Minggu (14/06/2020).

Ketua OMK St Kristoforus Matani, Rinto Fallo mengatakan, 45 paket Sembako yang dibagikan berisi beras 5 kg, mie 6 bungkus, telur 6 butir, minyak goreng 1 liter, sabun mandi 2, rinso 2 bungkus, gula stengah kilogram, teh 1 dos dan vitamin 1 strip.

“Itu kami OMK sumbang sukarela terus ada sumbangan dari pengurus stasi yang mampu dan ingin ikut berpartisipasi dalam kami punya kegiatan,” kata Rinto, Minggu sore.

Setelah Sembako terkumpul, kata Rinto, baru dijumlahkan untuk kemudian disalurkan ke penerima bantuan.

“Pembagian ke umat itu adalah untuk membantu meringankan masalah ekonomi yang mereka hadapi akibat dampak dari Covid-19,” ujar dia.

Sumbangan bagi 45 KK dilakukan dengan cara menyambangi rumah-rumah yang sudah didaftar oleh OMK sebelumnya. Hal itu sesuai dengan keadaan ekonomi keluarga yang tergolong kurang mampu.

Penulis: Ronis Natom
Editor: Ardy Abba

Kabupaten Kupang Stasi Kristoforus Matani
Previous ArticleSetelah Puluhan Tahun, Warga Desa Kuluan TTU Akhirnya Merdeka dari “Kegelapan”
Next Article Soal Tambang di Matim, Akademisi: Kalau Pertanian Hilang, Budaya Juga Hilang

Related Posts

Profil Desa Enoraen Kecamatan Amarasi Timur Kabupaten Kupang

24 Februari 2026

Romo Julivadis Tanto: Fasilitator Katekese Bukan Penguji Umat, tetapi Sesama Peziarah Iman

14 Februari 2026

GAMKI NTT Luncurkan Orela TV, Angkat Isu Kekerasan terhadap Perempuan dan Anak

11 Februari 2026
Terkini

Satgas Pangan Sidak Pasar, Pastikan Stok Aman dan Harga Stabil di Labuan Bajo Jelang Idul Fitri

7 Maret 2026

Ketua PSSI Manggarai Barat Buka O2SN Gugus 04 Namo di Lembor Selatan

7 Maret 2026

Kisah Nangadhero, Desa Pesisir di Nagekeo Tempat Petani dan Nelayan Menjaga Harmoni

7 Maret 2026

Pentingnya Pendidikan Karakter dalam Membentuk Generasi Remaja Berintegritas

7 Maret 2026

Tuhan sebagai Gembala dan Bapa Yang Penuh Belaskasih dan Mengampuni 

7 Maret 2026
© 2026 VoxNTT
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.