Close Menu
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
Facebook X (Twitter) Instagram
VoxNtt.comVoxNtt.com
Facebook X (Twitter) Instagram
Subscribe
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
VoxNtt.comVoxNtt.com
Home»Pilkada»Mendagri Tegaskan Pilkada Serentak Digelar 9 Desember 2020
Pilkada

Mendagri Tegaskan Pilkada Serentak Digelar 9 Desember 2020

By Redaksi18 Juni 20203 Mins Read
Facebook Twitter WhatsApp Telegram
Menkopolhukam Mafhud MD dan Mendagri Tito Carnavian didampingi Bupati Belu Wilybrodus Lay dan Wakil Gubernur NTT, Yosef A. Nae Soi usai melakukan penanaman pohon di area PLBN Motaain (Foto: Marcel Manek/Vox NTT)
Share
Facebook Twitter Pinterest Telegram WhatsApp

Atambua, Vox NTT- Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tito Carnavian menyampaikan bahwa pemilihan kepala daerah serentak di Indonesia termasuk sembilan kabupaten di NTT tetap akan digelar pada 9 Desember 2020 mendatang.

Hal ditegaskannya dalam kunjungan kerja di Kabupaten Belu, Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT), Kamis (18/06/2020).

Keputusan ini diambil paska pemerintah menyiapkan tiga skenario pelaksanaan Pilkada serentak.

Namun dua skenario lainnya tidak berlaku mengingat situasi pandemik virus corona yang belum dipastikan berakhir kapan.

Sebab itu, pemerintah memutuskan untuk melaksanakan Pilkada serentak pada 9 Desember 2020 dengan tetap memperhatikan protokol kesehatan pencegahan virus corona.

“Pilkada tetap dilaksanakan 9 Desember. KPU sudah menggulirkan tahapan Pilkada tanggal 15 kemarin. Di NTT ada 9 kabupaten, sehingga kita minta para Bupati segera mencairkan anggaran hibah daerah ke masing-masing KPU dan Banwaslu,” ucap Mendagri Tito saat diwawancarai awak media di PLBN Motaain.

Karena pelaksanaan Pilkada serentak di sembilan kabupaten dilakukan di tengah situasi pandemik Covid-19, Tito meminta Danrem 161 Wirasakti Kupang dan Kapolda NTT untuk ikut aktif melakukan pengamanan.

Sebab menurut dia, pelaksanaan Pilkada kali ini membutuhkan pengawasan yang ekstra.

Tidak hanya aparat keamanan, mantan Kapolri ini juga meminta seluruh masyarakat NTT untuk ikut mendukung pelaksanaan Pilkada.

Dukungan itu dengan menjaga situasi keamanan selama proses pilkada berlangsung. Sebab Pilkada serntak kali ini merupakan tantangan baru di tengah pandemik Covid-19.

Disampaikannya, dari 15 tahapan Pilkada, lima di antaranya sudah dilakukan KPU. Sementara 10 tahapan lainnya tertunda akibat pandemik Covid-19.

“Kita melihat bahwa Covid-19 belum tentu selesai pada 2021, maka kita hapus rencana skenario Maret dan September 2021. Kita skenario optimis karena sekarang seluruh dunia sedang melaksanakan konsep beradaptasi dengan Covid-19,” ujar Mendagri Tito.

Selain memastikan waktu pelaksanaan Pilakda serentak, ia juga menyampaikan bahwa metode kampanye yang akan digunakan dalam Pilkada kali ini adalah kampanye virtual dan tidak ada kampanye akbar.

Selain itu, para calon diharapkan agar mengemas isu Covid-19 sebagai materi kampanye guna menyadarkan masyarakat untuk ikut mencegah virus ini.

Ia juga meminta para kontestan untuk mengesampingkan isu-isu SARA dan mengangkat isu-isu yang penting termasuk isu Covid-19.

Terkait dengan kampanye virtual, Mendagri Tito mengatakan, apabila ada daerah yang jaringan internetnya tidak memadai, maka bisa saja menggunakan metode kampanye manual, tetapi tetap memperhatikan protokol kesehatan Covid-19.

Mendagri Tito juga meminta KPU dan Banwaslu untuk bekerja dengan serius karena pelaksanaan Pilkada kali ini berbeda.

Untuk melancarkan pelaksanaan Pilkada, ia juga meminta para kepala daerah untuk segera mencairkan dana hibah daerah yang telah ditandatangani sebelumnya.

Hadir alam arahan Mendagri, Bupati Malaka, Bupati Belu, dan Bupati TTU. Selain itu, KPU dan Banwaslu dari tiga kabupaten tersebut juga ikut hadir dan mendengarkan arahan Mendagri.

Sebelum memberikan arahan di halaman Kantor Bupati Belu, Mendagri bersama Menko Polhukam Mahfud MD melakukan peninjauan PLBN Motaain dan melaksanakan rapat tertutup terkait pengembangan ekonomi dan industri di kawasan perbatasan.

Penulis: Marcel Manek
Editor: Ardy Abba

Belu Nasional
Previous ArticleBawaslu dan Pemda Manggarai Sepakati Optimalisasi Anggaran Pilkada 2020
Next Article Pemerintah Pusat Fokus Kembangkan Kawasan Perbatasan

Related Posts

Demokrat Kritik Bawaslu NTT Soal Pelanggaran Pemilu 2024

7 Maret 2026

Golkar NTT Umumkan Pengurus Baru 2025–2030, Targetkan Musda Kabupaten Rampung April

6 Maret 2026

Pemberhentian Guru SMAN 1 Lamaknen Selatan, Ujian Akuntabilitas Pendidikan Perbatasan

22 Februari 2026
Terkini

Pentingnya Pendidikan Karakter dalam Membentuk Generasi Remaja Berintegritas

7 Maret 2026

Tuhan sebagai Gembala dan Bapa Yang Penuh Belaskasih dan Mengampuni 

7 Maret 2026

Surat Cinta untuk Mama

7 Maret 2026

Imigrasi Labuan Bajo Gelar Sosialisasi Bersama Desa Binaan di Kabupaten Manggarai, Cegah TPPO dan TPPM

7 Maret 2026

Demokrat Kritik Bawaslu NTT Soal Pelanggaran Pemilu 2024

7 Maret 2026
© 2026 VoxNTT
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.