Close Menu
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
Facebook X (Twitter) Instagram
VoxNtt.comVoxNtt.com
Facebook X (Twitter) Instagram
Subscribe
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
VoxNtt.comVoxNtt.com
Home»HEADLINE»Video: Fakta-Fakta tentang Warloka, Pelabuhan Kuno di NTT yang Tinggal Kenangan
HEADLINE

Video: Fakta-Fakta tentang Warloka, Pelabuhan Kuno di NTT yang Tinggal Kenangan

By Redaksi18 Juni 20202 Mins Read
Facebook Twitter WhatsApp Telegram
Ilustrasi (Foto: tropenmuseum)
Share
Facebook Twitter Pinterest Telegram WhatsApp

VoxNtt.com-Mungkin belum banyak yang tahu bahwa sejak zaman dahulu NTT sudah menjadi pusat perdagangan internasional.

Salah satu bukti sejarah menegaskan tentang pelabuhan Warloka di Manggarai Barat, Flores, NTT.

Arus perdagangan di pelabuhan ini melibatkan Cina, Siam, Vietnam bahkan negara-negara Eropa.

Tak hanya pusat perdagangan, dalam penelusuran literatur yang dilakukan Dami, Kraeng Manshur Nera Beang Bombang Palapa mendirikan Kerajaan Todo bermula mendarat dan bermukim beberapa waktu di Warloka ketika tiba pertama kali di bumi Manggarai.

Adak atau kerajaan Todo merupakan salah satu kerajaan terbesar selain Cibal, yang dulu gencar melakukan ekspansi di Manggarai.

Dalam penggalian arkeologis Tim Peneliti Pusat Penelitian Arkeologi Nasional, didapatkan penemuan keramik asing asal Cina, Vietnam, Siam dan Eropa.

Penemuan ini berhasil mengidentifikasi beberapa fakta sebagai berikut:

Pertama, 38 persen dari penemuan keramik berasal dari Cina Sung abad 10-13.

Kedua, 20 persen keramik Cina Yuan dari abad 13-14.

Ketiga, 27 persen keramik Ming abad 14-17.

Keempat, 0,91 persen keramik Cing abad 17-19.

Kelima, 5,11 persen keramik Vietnam abad 14-15,

Keenam, 7,43 persen keramik Siam abad 14-16.

Ketujuh, 0,15 persen keramik asal Eropa abad 18-19.

“Dapat disimpulkan bahwa perhubungan dagang internasional pelabuhan Wareloka dengan wilayah jauh (Cina, Vietnam, Siam) secara langsung ataupun tak langsung lebih maju dan intensif pada abad 14-17” demikian tulis Dami N. Toda.

Menurut Dami, arus perhubungan dagang keramik luar negeri itu sangat konstan berlangsung sejak abad 10 hingga abad 17. Kemudian menurun secara drastis sesudah abad 17 dan berganti peran dengan keramik Eropa pada abad 18-19.

Berikut ulasan lengkap tentang misteri di balik hilangnya pelabuhan tersebut.

Dami N Toda Labuan Bajo Warloka
Previous ArticleBanyak Uang PKH Hilang, Anggota Pansus DPRD TTS Geram Hingga Pukul Meja
Next Article Di Kota Kupang, 30 Sekolah Siap Terima Siswa Baru Secara Online

Related Posts

RRI Labuan Bajo dan Plataran Komodo Gelar Donor Darah, Perkuat Aksi Kemanusiaan di Manggarai Barat

3 Maret 2026

Perjuangan Mama Sebina: Bertahan Hidup, Sekolahkan Anak di Tengah Kemiskinan Manggarai Timur

25 Februari 2026

Imigrasi Labuan Bajo Periksa Kedatangan Dua Kapal Pesiar Internasional

19 Februari 2026
Terkini

Pentingnya Pendidikan Karakter dalam Membentuk Generasi Remaja Berintegritas

7 Maret 2026

Tuhan sebagai Gembala dan Bapa Yang Penuh Belaskasih dan Mengampuni 

7 Maret 2026

Surat Cinta untuk Mama

7 Maret 2026

Imigrasi Labuan Bajo Gelar Sosialisasi Bersama Desa Binaan di Kabupaten Manggarai, Cegah TPPO dan TPPM

7 Maret 2026

Demokrat Kritik Bawaslu NTT Soal Pelanggaran Pemilu 2024

7 Maret 2026
© 2026 VoxNTT
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.