Close Menu
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
Facebook X (Twitter) Instagram
VoxNtt.comVoxNtt.com
Facebook X (Twitter) Instagram
Subscribe
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
VoxNtt.comVoxNtt.com
Home»Human Trafficking NTT»Gadis Cantik Asal Ende Dideportasi dari Malaysia
Human Trafficking NTT

Gadis Cantik Asal Ende Dideportasi dari Malaysia

By Redaksi27 Juni 20202 Mins Read
Facebook Twitter WhatsApp Telegram
Selena Theresia Wong (21) sesaat setelah turun dari KMP Sangke Palangga di Pelabuhan Marapokot setelah dideportasi dari Malaysia (Foto: Patrick/Vox NTT)
Share
Facebook Twitter Pinterest Telegram WhatsApp

Mbay, Vox NTT- Selena Theresia Wong (21) adalah satu-satunya wanita yang ikut dalam pelayaran dari Nunukan Kalimatan Utara menuju Pelabuhan Marapokot, Kabupaten Nagekeo, NTT.

Selena Theresia Wong merupakan warga Kabupaten Ende berparas cantik yang dideportasi dari Malaysia bersama 23 Pekerja Migran Indonesia (PMI) asal Provinsi NTT lainnya.

Ke-24 PMI asal NTT ini turun di pintu kedatangan Pelabuhan Marapokot, Kabupaten Nagekeo pada Sabtu 27 Juni 2020.

Koordinator P3TKI Wilayah Flores, Rafael Rada mengatakan, ke-24 PMI tersebut dikategorikan sebagai pekerja ilegal, karena tidak memiliki dokumen-dokumen resmi seperti visa dan pasport. Itu sebabnya mereka dideportasi pemerintah Kerajaan Malaysia.

PMI yang dideportasi dari Malaysia tiba di Pelabuhan Marapokot (Foto: Patrick/ Vox NTT)

Menurut Rada, jumlah PMI yang direncanakan akan turun di Pelabuhan Marapokot sebelumnya berjumlah 29 orang.

Namun, beberpa di antara PMI dilaporkan kabur selama dalam persinggahan hingga tersisa 24 orang.

Meski belum memiliki jumlah pasti, Rada memperkirakan jumlah PMI ilegal yang saat ini berada di Malaysia sekitar 4000 hingga 5000 orang.

Ke- 24 PMI tiba di Pintu kedatangan pelabuhan Marapokot, pada pukul 06.39 Wita.

24 Pekerja Migran Indonesia (PMI) tiba di Pelabuhan Marapokot menggunakan KMP. Sangke Palangga (Foto: Patrick/Vox NTT)

Di pelabuhan, mereka kemudian menjalani sejumlah pemeriksaan berdasarkan prosedur tetap kesehatan seperti pemeriksaan identitas dan suhu tubuh.

Mereka dideportasi dari Johor – Malaysia melalui Nunukan, Kalimantan utara.

Selanjutnya diberangkatkan ke Makasar, Pare-pare, Bira, dan terakhir di Pelabuhan Marapokot, Kabupaten Nagekeo.

Dari 24 PMI yang dideportasi, 23 orang berjenis kelamin laki-laki dan 1 orang berjenis kelamin wanita.

Sebelumnya, pada Juni 2019 lalu, mereka ditangkap oleh pihak Kepolisian Diraja Malaysia dan dipenjara hingga Mei 2020.

Setelah di Nunukan, proses pengiriman kembali PMI ke daerah asal sempat tertunda karena pembatasan sosial selama masa pandemi Covid-19.

Penulis: Patrick Romeo Djawa
Editor: Ardy Abba

Human Trafficking Nagekeo
Previous ArticlePemkab TTU Kembali Mekarkan 11 Desa
Next Article Perjalanan Karir Stefanus Sio, dari Guru Yayasan Hingga Terpilih Rektor Unimor

Related Posts

Kisah Nangadhero, Desa Pesisir di Nagekeo Tempat Petani dan Nelayan Menjaga Harmoni

7 Maret 2026

Imigrasi Labuan Bajo Gelar Sosialisasi Bersama Desa Binaan di Kabupaten Manggarai, Cegah TPPO dan TPPM

7 Maret 2026

Jaringan Masyarakat Sipil Audiensi dengan Komisi V DPRD NTT Bahas Kasus Perdagangan Orang

5 Maret 2026
Terkini

Satgas Pangan Sidak Pasar, Pastikan Stok Aman dan Harga Stabil di Labuan Bajo Jelang Idul Fitri

7 Maret 2026

Ketua PSSI Manggarai Barat Buka O2SN Gugus 04 Namo di Lembor Selatan

7 Maret 2026

Kisah Nangadhero, Desa Pesisir di Nagekeo Tempat Petani dan Nelayan Menjaga Harmoni

7 Maret 2026

Pentingnya Pendidikan Karakter dalam Membentuk Generasi Remaja Berintegritas

7 Maret 2026

Tuhan sebagai Gembala dan Bapa Yang Penuh Belaskasih dan Mengampuni 

7 Maret 2026
© 2026 VoxNTT
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.