Close Menu
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
Facebook X (Twitter) Instagram
VoxNtt.comVoxNtt.com
Facebook X (Twitter) Instagram
Subscribe
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
VoxNtt.comVoxNtt.com
Home»NTT NEWS»Gubernur Laiskodat Belum Ada Keputusan Soal Tambang di Matim
NTT NEWS

Gubernur Laiskodat Belum Ada Keputusan Soal Tambang di Matim

By Redaksi12 Juli 20202 Mins Read
Facebook Twitter WhatsApp Telegram
Momen ketika mahasiwa meminta bicara sebelum diskusi terkait polemik tambang dan pabrik semen dimulai. Diskusi ini digelar di Hotel Aston, Kota Kupang, Jumat 10 Juli 2020.
Share
Facebook Twitter Pinterest Telegram WhatsApp

Kupang, Vox NTT – Pengamat Pembangunan Pius Rengka mengatakan, hingga saat ini Gubernur Nusa Tenggara Timur (NTT) Viktor Bungtilu Laiskodat belum ada keputusan terkait rencana tambang batu gamping dan pabrik semen di Desa Satar Punda, Kecamatan Lamba Leda.

“Kalau kata keputusan itu di dalam perseptif pemerintah, saya kira sampai sejauh hari ini belum ada karena belum adanya AMDAL,” kata Pius saat diskusi terkait Polemik Rencana Pendirian Pabrik Semen dan Tambang Batu Gamping di Manggarai Timur yang berlangsung di Hotel Aston Kupang, Jumat (10/07/2020).

Pada saat diskusi itu, Pius berharap agar ahli geologi hadir untuk menjelaskan kawasan karst. Selanjutnya apa implikasinya jika wilayah itu ditambang.

“Dan sampai sejauh mana intervensi oembangunan masuk di karst, supaya tidak menimbulkan sebagaimana dicerita di media sosial yang menyebutkan bahwa kalau terjadi tambang di Lolok itu maka Pulau Flores itu tenggelam,” ujarnya.

Pius juga menyentil hasil diskusi dengan Gubernur Laiskodat. Waktu diskusi itu, kata dia, Gubernur menyampaikan tiga prinsip sebelum ada keputusan.

Ketiga prinsip itu yakni, Pertama, jangan melanggar hukum. “Jadi, legalitas itu penting sekali,” kata Pius.

Kedua, legitimasi ada atau tidak. Legitimasi ini harus dibuka ruang untuk ada diskursus . Hal tersebut tentu saja terus dipertimbangka.

Ketiga, apa implikasinya untuk masyarakat.
“Kenapa pilihannya ada tiga ini. Boleh saya katakan beliau punya sikap itu ialah bahwa, saya dipilih oleh rakyat NTT untuk menyelesaikan masalah rakyat NTT. Jadi, saya datang untuk menyelesaikan masalah. Jangan bikin tambah masalah,” kata Pius mengutip pernyataan Gubernur Laiskodat.

Menurutnya, ketika pembangunan tambang itu jadi, maka akan terjadi pergeseran pola hidup.

“Saya kira akan terjadi pergeseran pola hidup mereka. Nah, pergeseran pola hidup itu juga akan membawa perubahan kultural bagi mereka sendiri. Itu untuk diri mereka di situ,” katanya

Kemudian lanjut dia, secara ekonomis masyarakat akan menjadi produsen pasokan bahan pokok. Misalnya sayur, buah-buahan, dan lauk pauk.

Penulis: Tarsi Salmon
Editor: Ardy Abba

Kota Kupang Lingko Lolok Pius Rengka Viktor Bungtilu Laiskodat
Previous ArticlePemkab TTU Kirim 8 Sampel Swab ke Kupang
Next Article Pilkada Malaka, Golkar Usung Paket SBS-WT

Related Posts

Nama Wakil Ketua DPRD NTT Dicatut dalam Dugaan Penipuan Lowongan Kerja, Ratusan Orang Mengaku Jadi Korban

6 Maret 2026

Gubernur NTT Buka Diskusi Nasib 9.000 PPPK di Ruang Publik

5 Maret 2026

Pemprov NTT Harus Lobi Pemerintah Pusat soal Nasib 9.000 PPPK

5 Maret 2026
Terkini

Pengkab Taekwondo Sumba Barat Daya Dukung Ridwan Angsar Jadi Ketua Pengprov TI NTT

6 Maret 2026

Nama Wakil Ketua DPRD NTT Dicatut dalam Dugaan Penipuan Lowongan Kerja, Ratusan Orang Mengaku Jadi Korban

6 Maret 2026

Golkar NTT Umumkan Pengurus Baru 2025–2030, Targetkan Musda Kabupaten Rampung April

6 Maret 2026

Cerdas Digital Saja Tidak Cukup: Haruskah Psikologi Jadi Pelajaran Wajib di Sekolah?

6 Maret 2026

Rumah Harapan untuk Regina Uner di Cibal Barat Rampung 100 Persen

6 Maret 2026
© 2026 VoxNTT
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.