Close Menu
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
Facebook X (Twitter) Instagram
VoxNtt.comVoxNtt.com
Facebook X (Twitter) Instagram
Subscribe
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
VoxNtt.comVoxNtt.com
Home»Regional NTT»Petani Malaka Terpaksa Pinjam Alat Potong Padi dari TTU
Regional NTT

Petani Malaka Terpaksa Pinjam Alat Potong Padi dari TTU

By Redaksi20 Juli 20203 Mins Read
Facebook Twitter WhatsApp Telegram
Alat potong padi di kelompok tani Emaus
Share
Facebook Twitter Pinterest Telegram WhatsApp
Betun, Vox NTT- Alat dan mesin pertanian (alsintan) dari Kementerian Pertanian untuk kelompok tani Emaus hingga kini masih tertahan di Dinas Tanaman Pangan Hortikultura dan Perkebunan (TPHP) Kabupaten Malaka.
Padahal mesin bantuan dari Kementerian Pertanian tersebut sudah tiba di Dinas TPHP Malaka pada 30 Juni 2020 lalu.

Kelompok tani Emaus sendiri beralamat di Desa Kamanasa, Kecamatan Malaka Tengah, Kabupaten Malaka.

Pada 8 Juli 2020, kelompok tani Emaus datang ke Dinas TPHP Kabupaten Malaka untuk mengambil mesin pemotong padi tersebut.

Namun mesin itu tidak kunjung dibawa pulang lantaran terkendala administrasi.

Dinas TPHP Kabupaten Malaka pun dinilai menghambat penyaluran bantuan mesin pemotong padi ke kelompok tani Emaus.

Ketua kelompok tani Emaus, Adi Biredoko mengatakan, mesin pemotong padi tersebut merupakan bantuan dari Kementerian Pertanian.

Proposal permintaannya dititipkan melalui Anggota DPR RI, Edward Tannur.

Adi mengaku kesal dengan Dinas TPHP Malaka lantaran terkesan menghambat menyalurkan mesin tersebut ke kelompok tani Emaus.

“Alat ini sudah satu Minggu tiba di kantor Dinas TPHP. Tiap hari kami datang cek terus untuk bawa pulang biar bisa pakai kerja. Sementara padi kami sudah siap panen. Alat ini kan untuk panen padi, tapi masih ditahan alasan administrasi,” ujarnya ketika ditemui di halaman kantor Dinas TPHP Kabupaten Malaka, Rabu (08/07/2020).

Terpisah, Anggota DPR RI Fraksi PKB Edward Tannur juga mengaku kecewa terhadap Dinas TPHP Malaka.

Menurutnya, Dinas TPHP Kabupaten Malaka terkesan memperlambat proses penyerahan bantuan alat pertanian tersebut.

“Dinas Pertanian itu hanya perantara saja. Harusnya jangan diperlambat lah. Kasihan masyarakat yang sedang membutuhkan alat tersebut. Itu bantuan kementerian melalui saya sebagai anggota DPR RI untuk Dapil saya,” ujar politisi PKB dari Dapil II NTT tersebut ketika dihubungi VoxNtt.com.

“Jangan dipersulit dengan alasan luas lahan kelompok tani tersebut. Itu bantuan untuk masyarakat Kabupaten Malaka seluruhnya. Siapa saja boleh pakai, tapi atas koordinasi dengan kelompok tani Emaus yang bertanggung jawab,” tambah Edward.

Sekretaris Dinas TPHP kabupaten Malaka, Nikolas Seran mengungkapkan alasan belum diserahkan alat pemotong padi tersebut.

Menurutnya, masih ada kelengkapan administrasi dan survei lahan kelompok tani untuk efisiensi kerja alat tersebut.

“Walaupun ini adalah bantuan dari Kementerian Pertanian lewat anggota DPR RI Edward Tannur, namun tetap di bawah pengawasan Dinas TPHP,” kata Nikolas saat ditemui VoxNtt.com di ruang kerjanya.

Ia menyatakan, jika urusan administrasi sudah selesai, pihaknya juga masih berkoordinasi dengan Bupati Malaka terkait bantuan alat pertanian tersebut.

Pinjam dari Kabupaten TTU

Kelompok tani Emaus terpaksa meminjam mesin pemotong padi dari Kabupaten TTU untuk melancarkan aktivitas di sawah.

Pasalnya, saat ini para petani di Malaka sudah harus memanen padi.

Remigius Fridolinus Fouk, staf khusus anggota DPR RI Edward Tannur menyampaikan bahwa demi lancarnya aktivitas panen para petani, dirinya meminta sementara alat pemotong padi itu dari Kabupaten TTU.

“Karena menunggunya terlalu lama jadi TTU meminjamkan alat ini untuk kelompok tani di Malaka demi kelancaran aktivitas panen padi tahun ini,” ujar Fridolinus kepada VoxNtt.com, Sabtu sore (18/07/2020).

Kesal

Ketua kelompok Tani Emaus, Adi Biredoko mengaku kesal dengan sikap Dinas TPHP Malaka yang dinilai lamban menyalurkan bantuan mesin pemotong padi tersebut.

“Alat sudah ada di Malaka coba secepatnya berikan sudah kepada kami kelompok tani, sehingga bisa kami gunakan untuk panen karena sekarang musim panen padi,” cetus Adi saat ditemui di lokasi panen padi.

Penulis: Frido Umrisu Raebesi
Editor: Ardy Abba

Malaka
Previous ArticlePerkumpulan Komunitas Hipnosis Indonesia Lantik Anggota di Kupang
Next Article 30 Mahasiswa STKIP Malaka Resmi Dapatkan Ijazah Berseri Nasional

Related Posts

Rumah Harapan untuk Regina Uner di Cibal Barat Rampung 100 Persen

6 Maret 2026

Perjuangan Mama Martina, Banting Tulang untuk Hidupi Keluarga sembari Rawat Suami Stroke

5 Maret 2026

KPB Program TEKAD Ponggeok Manggarai Kembangkan Penyulingan Minyak Cengkih

4 Maret 2026
Terkini

Pentingnya Pendidikan Karakter dalam Membentuk Generasi Remaja Berintegritas

7 Maret 2026

Tuhan sebagai Gembala dan Bapa Yang Penuh Belaskasih dan Mengampuni 

7 Maret 2026

Surat Cinta untuk Mama

7 Maret 2026

Imigrasi Labuan Bajo Gelar Sosialisasi Bersama Desa Binaan di Kabupaten Manggarai, Cegah TPPO dan TPPM

7 Maret 2026

Demokrat Kritik Bawaslu NTT Soal Pelanggaran Pemilu 2024

7 Maret 2026
© 2026 VoxNTT
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.