Close Menu
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
Facebook X (Twitter) Instagram
VoxNtt.comVoxNtt.com
Facebook X (Twitter) Instagram
Subscribe
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
VoxNtt.comVoxNtt.com
Home»Pilkada»Saling Klaim Dapat Parpol di Pilkada Mabar, Pengamat: Politik Itu Sangat Dinamis
Pilkada

Saling Klaim Dapat Parpol di Pilkada Mabar, Pengamat: Politik Itu Sangat Dinamis

By Redaksi4 Agustus 20202 Mins Read
Facebook Twitter WhatsApp Telegram
Pengamat politik, Yohanes Jimmy Nami (Foto: Ist)
Share
Facebook Twitter Pinterest Telegram WhatsApp

Labuan Bajo, Vox NTT- Menjelang Pilkada Manggarai Barat 2020, sejumlah bakal calon Bupati mengklaim mendapatkan dukungan sejumlah partai politik (Parpol).

Melihat hal tersebut, Pengamat politik Yohanes Jimmy Nami mengatakan dalam politik segala sesuatu bisa saja terjadi.

“Politik itu sangat dinamis,” ungkapnya saat dihubungi VoxNtt.com, Selasa (04/08/2020).

Jimmy mengatakan, di dalam politik setiap peluang sekecil apapun bisa dikapitalisasi sebagai energi dan personal branding.

Baca Juga: Makin Dinamis, Sejumlah Balon Bupati Mabar Saling Klaim Dukungan Parpol

Saling Klaim dukungan itu menurut dia, hal yang biasa. “Rujukannya ya sejauh mana langkah politik yang telah ditempuh masing-masing pasangan dalam melakukan lobi-lobi politik pada institusi partai,” kata Jimmy yang juga Dosen Ilmu Politik Undana Kupang itu.

Dia menekankan, pada saat pendaftaran pasangan calon September mendatang, baru final siapa yang mendapatkan tiket atau malah tidak sama sekali.

Dilihat dari sikap Parpol sendiri yang diklaim oleh bakal pasangan calon, Jimmy mengatakan jika tidak keberatan, maka pihak Parpol yang bisa memberikan klarifikasi.

“Kalau menurut saya memang hampir tidak ada dampaknya bagi Parpol ketika klaim-klaim dilakukan pasangan tertentu sebelum pendaftaran pasangan calon ke KPU,” tegasnya.

Hal itu menjadi berbeda, jika klaim itu terjadi setelah pendaftaran. Dalam bentuk rekomendasi ganda misalnya. Hal ini baru disebut masalah.

“Kalau klaim sekarang, ya biasalah, namanya gerilia politik ya,” ungkapnya

Menurut Jimmy, Kabupaten Manggarai Barat membutuhkan pemimpin yang adalah seorang eksekutor.

Pariwisata super premium di Manggarai Barat, kata dia, menjadi pusat perhatian Pemerintah Pusat dan Provinsi.

“Dalam pembangunan pariwisata. Eksekutor akan menjadi contoh bagi masyarakat lewat kerja-kerjanya bukan lewat omongannya,” tegas Jimmy.

Penulis: Sello Jome
Editor: Ardy Abba

Mabar Manggarai Barat
Previous ArticleWarga Woloara Ende Keroyok Orang Gangguan Jiwa Hingga Luka
Next Article Aksi Bersatu Lawan Covid-19 dari KMPK Kupang

Related Posts

Desa Golo Riwu Tetapkan APBDes Tahun Anggaran 2026, KMP dan MBG Jadi Fokus Utama

6 Maret 2026

Golkar NTT Umumkan Pengurus Baru 2025–2030, Targetkan Musda Kabupaten Rampung April

6 Maret 2026

RRI Labuan Bajo dan Plataran Komodo Gelar Donor Darah, Perkuat Aksi Kemanusiaan di Manggarai Barat

3 Maret 2026
Terkini

Cerpen: Mata Tua di Tubuh Bayi Bole Wote

6 Maret 2026

Tanah Ulayat, Identitas, dan Derita Sosial

6 Maret 2026

Desa Golo Riwu Tetapkan APBDes Tahun Anggaran 2026, KMP dan MBG Jadi Fokus Utama

6 Maret 2026

Rote Ndao Siap Jadi Tuan Rumah Selancar Ombak PON 2028

6 Maret 2026

Polres Manggarai Limpahkan Dua Tersangka Kasus Narkotika ke Kejaksaan

6 Maret 2026
© 2026 VoxNTT
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.