Close Menu
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
Facebook X (Twitter) Instagram
VoxNtt.comVoxNtt.com
Facebook X (Twitter) Instagram
Subscribe
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
VoxNtt.comVoxNtt.com
Home»NTT NEWS»Politisi NasDem Sebut Banyak Daerah Kekurangan Air Minum Bersih
NTT NEWS

Politisi NasDem Sebut Banyak Daerah Kekurangan Air Minum Bersih

By Redaksi5 Agustus 20202 Mins Read
Facebook Twitter WhatsApp Telegram
Anggota DPRD NTT, Inosensius Fredi Mui saat melakukan reses di Manggarai beberapa waktu lalu (Foto: Dok. Pribadi)
Share
Facebook Twitter Pinterest Telegram WhatsApp

Kupang, Vox NTT – Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Nusa Tenggara Timur (NTT) dari Partai NasDem Inosensius Fredi Mui menyoroti persoalan ketersediaan air minum bersih di Manggarai. Itu baik di Kabupaten Manggarai, Manggarai Barat, dan Manggarai Timur.

“Banyak daerah-daerah yang mengalami kesulitan air minum bersih karena sumber air permukaannya sudah banyak yang berkurang. Debit air juga berkurang, kemudian letak sumber air dengan pemukiman juga jauh,” kata Fredi kepada wartawan di Kupang, Rabu (05/08/2020).

Menurut dia, langkahnya adalah mencari titik-titik air di sekitar pemukiman. Sumbernya bukan lagi sumber air permukaan tetapi air bawah tanah.

“Maka, program yang bisa dilakukannya adalah program sumur bor dengan menggunakan tenaga surya untuk pembangkitnya. Jangan menggunakan genset, karena kalau menggunakan genset ini biaya operasionalnya terlalu besar untuk masyarakat,” pungkasnya.

Fredi mengatakan, banyak daerah-daerah yang potensial terutama pada saat menanam padi terjadi kendala, karena debit airnya berkurang cukup banyak.

“Karena air permukaan drastis turun, maka praktis di musim tanam kedua itu tidak bisa melakukan pengerjaan untuk persawahan terutama untuk tanam padi,” pungkasnya.

Karena itu ujar dia, dinas terkait terutama Dinas Pertanian bisa membantu untuk di musim tanam kedua ini diganti dengan tanaman lain.

“Misalnya, jagung, kedelai, dan lain-lain sebaginya. Sehingga di musim tanam kedua mereka bisa tanam padi tetapi panen jagung, panen kedelai,” tandasnya

Penulis: Tarsi Salmon
Editor: Ardy Abba

DPRD NTT Kota Kupang
Previous ArticleGubernur Viktor: Pengunjung Taman Nasional Komodo Dibatasi 50 Ribu Per Tahun
Next Article Habiskan Anggaran Miliaran Rupiah, Irigasi di Reok Barat Mubazir

Related Posts

Nama Wakil Ketua DPRD NTT Dicatut dalam Dugaan Penipuan Lowongan Kerja, Ratusan Orang Mengaku Jadi Korban

6 Maret 2026

Jaringan Masyarakat Sipil Audiensi dengan Komisi V DPRD NTT Bahas Kasus Perdagangan Orang

5 Maret 2026

Gubernur NTT Buka Diskusi Nasib 9.000 PPPK di Ruang Publik

5 Maret 2026
Terkini

Imigrasi Labuan Bajo Gelar Sosialisasi Bersama Desa Binaan di Kabupaten Manggarai, Cegah TPPO dan TPPM

7 Maret 2026

Demokrat Kritik Bawaslu NTT Soal Pelanggaran Pemilu 2024

7 Maret 2026

Cerpen: Mata Tua di Tubuh Bayi Bole Wote

6 Maret 2026

Tanah Ulayat, Identitas, dan Derita Sosial

6 Maret 2026

Desa Golo Riwu Tetapkan APBDes Tahun Anggaran 2026, KMP dan MBG Jadi Fokus Utama

6 Maret 2026
© 2026 VoxNTT
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.