Close Menu
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
Facebook X (Twitter) Instagram
VoxNtt.comVoxNtt.com
Facebook X (Twitter) Instagram
Subscribe
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
VoxNtt.comVoxNtt.com
Home»NTT NEWS»Guru Perlu Terapkan Pembelajaran Inovatif di Tengah Pendemi
NTT NEWS

Guru Perlu Terapkan Pembelajaran Inovatif di Tengah Pendemi

By Redaksi6 Agustus 20202 Mins Read
Facebook Twitter WhatsApp Telegram
Serikat Guru (SEGI) NTT
Share
Facebook Twitter Pinterest Telegram WhatsApp

Ende, Vox NTT-Ketua Umum Serikat Guru (SEGI) NTT, Wilfridus Kado menyatakan sistem pembelajaran yang bersifat inovatif sangat tepat diterapkan dalam tatanan hidup baru akibat pandemi Covid-19.

Pasalnya, permasalahan sistem Pendidikan Jarak Jauh (PPJ) atau remote learning yang dihadapai siswa maupun guru secara monoton, justru jadi pemicu menurunnya kualitas pengetahuan akademik.

http://fuq.zqc.mybluehost.me/2020/08/04/agar-kuliah-daring-tidak-kering/66281/

Sehingga menurut Wilfridus, mesti ada edukasi baru yang harus diterapkan para guru dengan sistem pembelajaran inovasi.

“Masalah PPJ yang diterapkan saat ini itu ialah buruknya signal internet, kemudian rata-rata anak di pedalaman masih tahap belajar cari tahu tentang internet itu sendiri,” kata Wilfidus di Ende pada Rabu (05/08/2020).

Akibat sistem PPJ diterapkan model seperti itu, proses pembelajaran anak menjadi tidak serius. Bahkan anak-anak justru mengisi waktu untuk bermain dan berjudi.

Anak-anak sedang bermain rolet di area pesisir pantai, samping jalan raya menuju pelabuhan Marapokot, Desa Marapokot, Kecamatan Aesesa, Kabupaten Nagekeo, Minggu (16/02/2020) malam. Menurut Wikipedia Indonesia, rolet adalah Kasino dan judi (Foto: Patrick/VoxNtt.com)

Dengan itu, kata Wilfridus, sistem pembelajaran mesti berjalan secara fleksibel sejalan dengan program merdeka belajar. Kemudian diusulkan agar pembelajaran inovasi lebih diprioritaskan terutama sistem pembelajaran di luar ruangan.

“Ini juga diperhatikan, dan saya kira diperhatikan lebih serius. Sedih, generasi-generasi ini,” tutur dia.

Alumni PPG Daerah 3T 2019 UNM itu  mengatakan pada prinsipnya kegiatan Belajar Mengajar (KBM) akan tetap berlangsung apa pun situasinya. Guru tetap mencari cara agar pembelajaran tetap berjalan.

Namun, ia mengusulkan agar pembelajaran yang bersifat inovatif mesti diterapkan kepada peserta didik agar mereka tidak menghabiskan waktu untuk bermain.

“Jadi, itu solusi dari kita. Kita berharap agar para guru bisa berkreasi dengan pola-pola pembelajaran yang lebih sederhana dan ada nilai informasinya,”kata dia.

Penulis: Ian Bala

Editor: Irvan K

Ende Guru Serikat Guru (SEGI) NTT
Previous ArticleDPRD Manggarai Minta Penegak Hukum Periksa Irigasi di Reok Barat
Next Article Jenderal Polisi Bintang Dua Asal Timor Menjabat Sebagai Kapolda Kaltim

Related Posts

Nama Wakil Ketua DPRD NTT Dicatut dalam Dugaan Penipuan Lowongan Kerja, Ratusan Orang Mengaku Jadi Korban

6 Maret 2026

Gubernur NTT Buka Diskusi Nasib 9.000 PPPK di Ruang Publik

5 Maret 2026

Pemprov NTT Harus Lobi Pemerintah Pusat soal Nasib 9.000 PPPK

5 Maret 2026
Terkini

Pentingnya Pendidikan Karakter dalam Membentuk Generasi Remaja Berintegritas

7 Maret 2026

Tuhan sebagai Gembala dan Bapa Yang Penuh Belaskasih dan Mengampuni 

7 Maret 2026

Surat Cinta untuk Mama

7 Maret 2026

Imigrasi Labuan Bajo Gelar Sosialisasi Bersama Desa Binaan di Kabupaten Manggarai, Cegah TPPO dan TPPM

7 Maret 2026

Demokrat Kritik Bawaslu NTT Soal Pelanggaran Pemilu 2024

7 Maret 2026
© 2026 VoxNTT
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.