Close Menu
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
Facebook X (Twitter) Instagram
VoxNtt.comVoxNtt.com
Facebook X (Twitter) Instagram
Subscribe
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
VoxNtt.comVoxNtt.com
Home»Pilkada»Paket SEHATI Fokus pada Pelayanan Kesehatan Gratis untuk Masyarakat Belu
Pilkada

Paket SEHATI Fokus pada Pelayanan Kesehatan Gratis untuk Masyarakat Belu

By Redaksi20 Agustus 20203 Mins Read
Facebook Twitter WhatsApp Telegram
Bakal calon Bupati dan Wakil Bupati Belu, dr. Agustinus Taolin dan Aloysius Haleserens
Share
Facebook Twitter Pinterest Telegram WhatsApp

Betun, Vox NTT- Bakal calon Bupati dan Wakil Bupati Belu, dr. Agustinus Taolin dan Aloysius Haleserens semakin giat merebut dukungan rakyat menuju kontestasi politik Pilkada 9 Desember 2020 mendatang.

Salah satu “senjata ampuh” yang sedang disosialisasikan oleh pasangan bakal calon dengan tagline SEHATI itu adalah program kesehatan gratis.

Untuk merebut simpati masyarakat Kabupaten Belu, Paket SEHATI berjanji akan memberikan pelayanan kesehatan gratis, apabila terpilih pada Pilkada 9 Desember 2020 mendatang.

Janji politik dari Paket SEHATI untuk menggratiskan semua pelayanan kesehatan dengan hanya bermodalkan E-KTP, sesuai pantaun VoxNtt.com sangat direspon baik oleh masyarakat Kabupaten Belu.

Baca Juga: Jika Paket SEHATI Tidak Tepati Janji, PKS Belu Ancam Keluar Koalisi

Pasalnya, sudah sejak lama masyarakat merindukan pemimpin yang memiliki inovasi terkait peningkatan kualitas kesehatan di Kabupaten Belu.

Agustinus ketika dihubungi VoxNtt.com, Kamis (21/08/2020), menyampaikan 3 metode program pelayanan kesehatan untuk masyarakat Kabupaten Belu.

Pertama, Pemerintah Kabupaten Belu dan BPJS Kesehatan bekerja sama dengan sebanyak-banyaknya fasilitas kesehatan swasta, klinik dan rumah sakit yang terakreditasi agar masyarakat mudah mengaksesnya.

Kedua, menjamin mutu pelayanan dengan akreditasi dan audit, SDM dokter/medis, para media non medis obat dan alat.

Ketiga, memudahkan dan meringankan layanan dengan KTP, tanpa menyusahkan dan semakin memiskinkan rakyat. Dalam hal ini keberpihakan dan kehadiran pemerintah pada layanan kebutuhan dasar rakyat.

“Selama ini yang sangat dibutuhkan masyarakat Belu adalah kesehatan. Selain gratis, mutu pelayanan dan sumber daya manusia para medis harus berkompeten dan profesional,” kata Dokter Agustinus.

Biaya dari APBD II

Menurut Agustinus, pengobatan gratis dengan KTP adalah bahasa sederhana untuk program pembiayaan layanan kesehatan yang menggunakan APBD.

Jadi, masyarakat tidak mampu yang tidak ter-cover dalam Penerima Bantuan Iuran (PBI) pemerintah pusat akan ditanggung oleh pemerintah daerah melalui skema PBI APBD yang iurannya dijamin oleh pemerintah daerah.

“Bagi warga yang tidak mampu, yang tidak masuk dalam Penerima Bantuan Iuran (PBI) pemerintah pusat, maka dia akan ditanggung oleh pemerintah melalui APBD dengan menggunakan KTP untuk berobat,” katanya.

“Tapi kan orang di kampung kan kalau kita pakai istilah macam-macam dia jadi bingung. Jadi ‘kasarnya’ adalah berobat gratis pakai KTP. Mekanismenya, dia daftar di Dinas Sosial, Dinas Kesehatan, kemudian datanya kita verifikasi, sistemnya kita buat, dia datang dengan KTP elektronik kita klik keluar datanya, RW, dusun, sakitnya apa. Setiap bulan klaim ke Pemda, Pemda bayar,” lanjut dia.

Untuk mewujudkan program tersebut, tentunya dr. Agustinus Taolin dan Drs. Aloysius Haleserens harus menjadi Bupati dan Wakil Bupati Belu.

Berdasarkan informasi yang dikumpulkan VoxNtt.com, Paket SEHATI sudah mengantongi SK dukungan dari beberapa partai politik.

Ada Partai NasDem, PKB, PKPI dan PKS yang berkoalisi mengusung Paket SEHATI dengan jumlah kursi di DPRD Belu mencapai 10.

Dengan perolehan dukungan partai politik tersebut, dikabarkan paket dengan tagline “Sehati Menuju Perubahan” itu akan mendaftarkan diri ke KPU Kabupaten Belu pada tanggal 6 September 2020 nanti.

Penulis: Frido Umrisu Raebesi
Editor: Ardy Abba

Malaka
Previous ArticleTim SBS-WT Minta Turunkan Baliho SN-KT yang Ada Lambang Partai Hanura
Next Article Ingin Miliki Uang Pecahan Rp 75 Ribu? Begini Caranya

Related Posts

Golkar NTT Umumkan Pengurus Baru 2025–2030, Targetkan Musda Kabupaten Rampung April

6 Maret 2026

PMKRI Ruteng Datangi Bawaslu Manggarai, Soroti Politik Uang hingga Hak Pilih Disabilitas

13 Februari 2026

Dapil di Manggarai Perlu Dievaluasi, Bawaslu: Akan Disampaikan ke Bawaslu RI

11 Februari 2026
Terkini

Cerpen: Mata Tua di Tubuh Bayi Bole Wote

6 Maret 2026

Tanah Ulayat, Identitas, dan Derita Sosial

6 Maret 2026

Desa Golo Riwu Tetapkan APBDes Tahun Anggaran 2026, KMP dan MBG Jadi Fokus Utama

6 Maret 2026

Rote Ndao Siap Jadi Tuan Rumah Selancar Ombak PON 2028

6 Maret 2026

Polres Manggarai Limpahkan Dua Tersangka Kasus Narkotika ke Kejaksaan

6 Maret 2026
© 2026 VoxNTT
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.