Close Menu
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
Facebook X (Twitter) Instagram
VoxNtt.comVoxNtt.com
Facebook X (Twitter) Instagram
Subscribe
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
VoxNtt.comVoxNtt.com
Home»Sastra»Secangkir Kopi-Antologi Puisi Epi Muda
Sastra

Secangkir Kopi-Antologi Puisi Epi Muda

By Redaksi30 Agustus 20201 Min Read
Facebook Twitter WhatsApp Telegram
Ilustrasi
Share
Facebook Twitter Pinterest Telegram WhatsApp

Secangkir Kopi

Sembari bersimpul

secangkir kopi

menawar racun rindu

setengah mimpi

antara nyata dan khayalan.

Unit Gabriel, 2020

Tukang Ternak

Pagi menyambut mentari

senja melepas  gempita

kau terkulai lelah

dipinggir waktu senggang

hanya dengan seember makanan sisa

untuk ternakmu yang lagi bernyanyi kelaparan

seperti halnya kau selalu mendulangnya setiap saat.

Unit Gabriel, 2020

Senja yang Sadis

Di ujung lidah langit

sang surya sedang menebar waktu

lembutnya sinar yang berayu

mendandan senja secantik mungkin

 

dalam dekapan senyum

ternyata senja adalah puisiku yang lunak

perihal wanita bermata sembab.

Unit Gabriel, 2020

 

Gelapnya Malam

Gelapnya malam selalu ego

menyendiri

kau mulai mendekap air mata

bertelut dalam ceruk matamu yang lusuh.

 

Menyakitkan

itulah puisimu yang kau petik

pada akhir pekan.

 

Unit gabriel, 2020

*Tentang Penulis 

Epi Muda adalah Mahasiswa STFK Ledalero. Penulis sekarang tinggal di Unit Gabriel. Penulis termasuk dalam anggota Sastra Kotak Sampah. Penulis sering menulis dan karyanya pernah terbit di Pos Kupang, Warta Flobamora, dan VoxNtt.com.

Antologi Puisi Epi Muda puisi Puisi Akhir Pekan
Previous ArticleAHP Yakin Paket Hery-Heri Punya Peluang Menang di Pilkada Manggarai
Next Article Gadis dengan Rok Setengah-Antologi Puisi Ito Halley

Related Posts

Cerpen: Mata Tua di Tubuh Bayi Bole Wote

6 Maret 2026

Pendoa Bermata Biru

23 Februari 2026

Pilu yang Tidak Pernah Sembuh

3 Februari 2026
Terkini

Cerpen: Mata Tua di Tubuh Bayi Bole Wote

6 Maret 2026

Tanah Ulayat, Identitas, dan Derita Sosial

6 Maret 2026

Desa Golo Riwu Tetapkan APBDes Tahun Anggaran 2026, KMP dan MBG Jadi Fokus Utama

6 Maret 2026

Rote Ndao Siap Jadi Tuan Rumah Selancar Ombak PON 2028

6 Maret 2026

Polres Manggarai Limpahkan Dua Tersangka Kasus Narkotika ke Kejaksaan

6 Maret 2026
© 2026 VoxNTT
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.