Close Menu
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
Facebook X (Twitter) Instagram
VoxNtt.comVoxNtt.com
Facebook X (Twitter) Instagram
Subscribe
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
VoxNtt.comVoxNtt.com
Home»INTERNASIONAL»Republik Vanuatu, Negara Paling Aman di Dunia, Dulunya Dikenal Pulau Kanibal
INTERNASIONAL

Republik Vanuatu, Negara Paling Aman di Dunia, Dulunya Dikenal Pulau Kanibal

By Redaksi31 Agustus 20203 Mins Read
Facebook Twitter WhatsApp Telegram
Salah satu spot di Republik Vanuatu
Share
Facebook Twitter Pinterest Telegram WhatsApp

Vox NTT-Perang Dunia III masih menjadi isu kontroversial dunia beberapa waktu lalu. Apalagi setelah banyak negara yang mengembangkan senjata kimia dan mulai memamerkannya.

Ketakutan akan terjadi perang antar negara terus bergulir di sejumlah negara. Di antara berbagai isu tentang Perang Dunia III, sebagian dari kita berusaha mencari tempat-tempat yang dianggap aman dari perang.

Satu di antaranya adalah Republik Vanuatu. Negara bekas jajahan Inggris itu adalah sebuah negara kepulauan di Samudra Pasifik bagian selatan.

Vanuatu terletak di sebelah timur Australia, timur laut Kaledonia Baru, barat Fiji dan selatan Kepulauan Solomon. Vanuatu dihuni oleh bangsa Melanesia seperti orang Papua pada umumnya.

Republik Vanuatu didirikan pada 30 Juli 1980.

Banyak fakta menarik tentang negara ini yang membuatnya cukup terkenal dan menarik untuk dikunjungi.

Dilansir TribunTravel.com dari laman tourismvanuatu.com, enam fakta unik Vanuatu yang mungkin tidak kamu ketahui.

1. Praktik Kanibalisme

Vanuatu dulunya dikenal sebagai pulau kanibal. Misionaris Inggris pertama yang tiba pada 1839 tewas dan dimakan di pulau yang sekarang dikenal sebagai Erromango.

Menurut para antropolog, pembunuhan kanibal terakhir yang tercatat di Vanuatu terjadi pada 1969.

Meski sudah tak lagi dipraktekkan secara langsung, tapi tradisi memasak manusia masih diturunkan dari generasi ke generasi.

Mereka mengatakan jika standar memasak daging manusia antara 3-5 jam.

2. Ada suku Pulau Tanna yang memuja Pangeran Philip

Pemujaan ini dimulai sejak kunjungan Kerajaan Inggris pada 1974.

Mereka menyebut diri Prince Philip Movement memuja Pangeran Philip, suami Ratu Elizabeth dan meyakininya sebagai keturunan leluhur spiritual dari Tanna.

3. Vanuatu pencetus sebenarnya olahraga bungee jumping

Di pulau kecil Pentakosta, Vanuatu, ketika tanaman ubi mulai muncul pada awal April, penduduk setempat membangun menara kayu dengan ketinggian antara 20-30m.

Sampai akhir Mei, remaja dan laki-laki dewasa melakukan ritual yang dikenal sebagai Nanggol.

Mereka mengikat kaki dengan sulur dan melompat dari atas menara. Tradisi ini dianggap sebagai pelopor dari bungee jumping.

4. Vanuatu masuk daftar negara paling bahagia keempat di dunia

Setiap musim panas, Happy Planet Index membuat daftar negara paling bahagia di dunia.

Daftar biasanya berdasarkan pada kesejahteraan penduduk, penghasilan, politik, dan sebagainya.

Mengejutkannya, Vanuatu masuk peringkat tujuan paling bahagia keempat di dunia, di belakang Kosta Rika, Meksiko dan Kolombia.

5. Vanuatu adalah rumah bagi satu situs menyelam paling dicari di dunia

Tak cuma dikenal akan penduduknya yang ramah, juga lautannya yang menakjubkan.

Satu tujuan yang populer bagi para penyelam di Vanuatu adalah President Coolidge, sebuah kapal mewah yang juga berfungsi sebagai kapal pasukan di Perang Dunia II.

Kapal ini tenggelam pada 1942 setelah bertabrakan dengan dua kapal Amerika di Santo Harbour.

6. Gunung berapi yang paling mudah diakses

Terletak di Pulau Tanna, Yasur adalah gunung aktif yang paling mudah diakses di dunia. Tidak ada kunjungan ke Vanuatu yang lengkap tanpa mencoba menjelajahi daya tarik alam yang luar biasa ini.

Meski masih berstatus aktif, keindahan gunung ini siap membius mata.

Penulis: Frido Umrisu Raebesi
Diolah dari TribunTrevel.com

internasional
Previous ArticleRasio Elektrifikasi di Manggarai Tahun 2020 Capai 97,41 Persen
Next Article ‘Dokter’ Mayat

Related Posts

Dubes Indonesia untuk Zimbabwe dan Zambia Tatap Muka dengan Warga Indonesia

22 April 2022

Daftar 15 Negara Tertua di Dunia, Terbanyak di Asia

6 April 2022

Berikut Penemuan Besar Stephen Hawking yang Dikenang Dunia

4 April 2022
Terkini

Cerpen: Mata Tua di Tubuh Bayi Bole Wote

6 Maret 2026

Tanah Ulayat, Identitas, dan Derita Sosial

6 Maret 2026

Desa Golo Riwu Tetapkan APBDes Tahun Anggaran 2026, KMP dan MBG Jadi Fokus Utama

6 Maret 2026

Rote Ndao Siap Jadi Tuan Rumah Selancar Ombak PON 2028

6 Maret 2026

Polres Manggarai Limpahkan Dua Tersangka Kasus Narkotika ke Kejaksaan

6 Maret 2026
© 2026 VoxNTT
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.