Close Menu
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
Facebook X (Twitter) Instagram
VoxNtt.comVoxNtt.com
Facebook X (Twitter) Instagram
Subscribe
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
VoxNtt.comVoxNtt.com
Home»KESEHATAN»Positif Covid-19, Bidan di Manggarai Tolak Karantina
KESEHATAN

Positif Covid-19, Bidan di Manggarai Tolak Karantina

By Redaksi3 September 20202 Mins Read
Facebook Twitter WhatsApp Telegram
Lodovikus Moa, Juru Bicara Gugus Tugas Covid-19 Kabupaten Manggarai
Share
Facebook Twitter Pinterest Telegram WhatsApp

Ruteng, VoxNTT – Setelah mengetahui sepuluh warganya tertular Covid-19, tim Gugus Tugas Kabupaten Manggarai langsung melakukan pendekatan agar mereka bisa menjalani isolasi terpusat di Wisma Atlet Stadion Golo Dukal.

Namun satu di antaranya, yakni MPG (34), menolak untuk dikarantina. Wanita yang bertugas sebagai bidan di Puskesmas Anam itu meyakini dirinya negatif Covid-19.

Jika harus dikarantina pun, ia bersama kedua putrinya yang juga positif Covid-19, yakni JCT (10) dan EDT (8), hanya ingin karantina mandiri di rumahnya yang terletak di Desa Rai, Kecamatan Ruteng.

“Tim kami di lapangan mengalami kesulitan. Tadi pak Camat, Babinsa, dan Bhabinkamtibmas ditolak,” ujar Jubir Gugus Tugas Kabupaten Manggarai Lodovikus Moa, Kamis (03/09/2020) sore.

Terhadap penolakan itu, Gugus Tugas Kabupaten Manggarai tetap mengedepankan langkah persuasif. Namun, jika pasien tetap menolak untuk dikarantina, maka pihaknya akan melakukan upaya paksa.

“Tetap kami gunakan langkah persuasif. Tetapi jika tidak diindahkan, maka kita gunakan langkah berupa pemaksaan. Kita angkut ke wisma atlet,” ujarnya.

Selain memaksa pasien untuk menjalani karantina terpusat, Pemkab Manggarai menutup sementara pelayanan di Puskesmas Anam. Pasalnya, selain pernah melayani pasien, bidan MPG juga pernah kontak erat dengan sembilan petugas setempat.

“Bagi masyarakat yang membutuhkan pelayanan, diarahkan ke Puskesmas terdekat,” ujarnya.

Lodovikus menambahkan, berdasarkan informasi yang diperoleh Kepala Puskesmas Anam, bidan MPG baru diminta berhenti bertugas setelah mengetahui RJ, pamannya, meninggal dunia akibat Covid-19.

“Menurut Kepala Puskesmas, sebelum diminta berhenti itu, MPG sudah terlihat sakit. Dia sudah ada gejala batuk-batuk, pilek, dan mengaku penciumannya sudah hilang,” ujar Lodovikus.

Untuk mencegah kin meluasnya klaster transmisi lokal, tim gugus tugas berusaha secepatnya melakukan tracing terhadap semua orang yang kontak erat dengan pasien. Selain dilakukan rapid test, orang-orang yang kontak erat juga akan menjalani tes swab.

Penulis: Yohanes

Kabupaten Manggarai Virus Corona
Previous ArticleKPU Malaka Batasi Jumlah Rombongan Saat Pendaftaran Paslon Bupati dan Wakil Bupati
Next Article Kadis P dan K NTT Janji akan Selesaikan Masalah di SMKN Wae Ri’i

Related Posts

Rumah Warga di Cibal Barat Ambruk Diterpa Hujan dan Angin Kencang

5 Maret 2026

RSUD Aeramo Luncurkan Inovasi Layanan “Bahagia Kita”

4 Maret 2026

Profil Desa Paka, Kecamatan Satarmese, Kabupaten Manggarai

4 Maret 2026
Terkini

Ketua PSSI Manggarai Barat Buka O2SN Gugus 04 Namo di Lembor Selatan

7 Maret 2026

Kisah Nangadhero, Desa Pesisir di Nagekeo Tempat Petani dan Nelayan Menjaga Harmoni

7 Maret 2026

Pentingnya Pendidikan Karakter dalam Membentuk Generasi Remaja Berintegritas

7 Maret 2026

Tuhan sebagai Gembala dan Bapa Yang Penuh Belaskasih dan Mengampuni 

7 Maret 2026

Surat Cinta untuk Mama

7 Maret 2026
© 2026 VoxNTT
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.