Close Menu
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
Facebook X (Twitter) Instagram
VoxNtt.comVoxNtt.com
Facebook X (Twitter) Instagram
Subscribe
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
VoxNtt.comVoxNtt.com
Home»Regional NTT»Dilanda Kekeringan, Ratusan Hektare Sawah di Desa Meler Terancam Gagal Panen
Regional NTT

Dilanda Kekeringan, Ratusan Hektare Sawah di Desa Meler Terancam Gagal Panen

By Redaksi11 September 20202 Mins Read
Facebook Twitter WhatsApp Telegram
Sawah di Desa Meler tampak mengering akibat ketiadaan air (Foto: Igen Padur/ Vox NTT)
Share
Facebook Twitter Pinterest Telegram WhatsApp

Ruteng, Vox NTT-Bencana kekeringan melanda beberapa wilayah di Kabupaten Manggarai. Salah satu daerah yang terkena dampak kekeringan ini adalah Desa Meler, Kecamatan Ruteng.

Pantauan VoxNtt.com, Jumat (11/09/2020) siang, sejumlah petak sawah milik warga Desa Meler tampak mengering. Padi yang sudah ditanam warga pun terlihat mati karena ketiadaan air.

Pejabat sementara Kepala Desa Meler Robertus Unggut mengungkapkan, luas lahan persawahan di desanya mencapai 230 lebih hektare.

Dari total keseluruhan luas persawahan itu, yang terancam gagal panen mencapai setengah.

“Kalau kita lihat gagal panen di Desa Meler itu banyak karena jumlahnya 230 lebih hektare. Yang terancam gagal panen karena kekeringan kurang lebih 115 lebih hektare,” ujar Robertus ketika diwawancarai VoxNtt.com di Desa Meler.

Robertus mengungkapkan satu-satunya potensi unggulan yang dimiliki warga Desa Meler adalah sektor pertanian. Itu terutama sawah.

Selama ini, kata Robertus, warga di desanya menaruh harapan terhadap hasil sawah.

Namun, ia mengaku prihatin karena tahun 2020 ini padi di sawah terancam gagal panen.

Ancaman gagal panen ini menurut Robertus, disebabkan oleh berkurangnya debit air.

Bukan Kali Pertama

Bencana kekeringan yang melanda Desa Meler, Kecamatan Ruteng, bukan baru terjadi tahun 2020 ini.

Tahun 2019 yang lalu, hal serupa juga terjadi. Ratusan hektare sawah milik warga kala itu mengalami gagal panen karena dilanda kemarau.

Namun, bencana kekeringan yang terjadi pada tahun 2019 berhasil ditanggulangi oleh Pemerintah Kabupaten Manggarai.

Waktu itu, kata Robertus, Pemerintah Kabupaten Manggarai menurunkan bantuan beras untuk warga Desa Meler.

“Waktu itu ada bantuan beras dari Dinas Sosial. Ada sembilan ton lebih,” katanya.

Robertus mengungkapkan tahun 2020 ini dirinya sebagai pejabat sementara Kepala Desa Meler belum mempersiapkan laporan dalam rangka permohonan bantuan.

“Untuk yang sekarang belum ada laporannya,” tutupnya.

Penulis: Igen Padur
Editor: Ardy Abba

Desa Meler Manggarai
Previous ArticleRespon Pemberitaan Media, Walkot Kupang Kunjungi Pasien yang Tidak Mampu Bayar RS
Next Article Rencana Pemkab TTU Gelar Pameran Tuai Protes Berbagai Pihak

Related Posts

Polres Manggarai Limpahkan Dua Tersangka Kasus Narkotika ke Kejaksaan

6 Maret 2026

Rumah Harapan untuk Regina Uner di Cibal Barat Rampung 100 Persen

6 Maret 2026

Perjuangan Mama Martina, Banting Tulang untuk Hidupi Keluarga sembari Rawat Suami Stroke

5 Maret 2026
Terkini

Cerpen: Mata Tua di Tubuh Bayi Bole Wote

6 Maret 2026

Tanah Ulayat, Identitas, dan Derita Sosial

6 Maret 2026

Desa Golo Riwu Tetapkan APBDes Tahun Anggaran 2026, KMP dan MBG Jadi Fokus Utama

6 Maret 2026

Rote Ndao Siap Jadi Tuan Rumah Selancar Ombak PON 2028

6 Maret 2026

Polres Manggarai Limpahkan Dua Tersangka Kasus Narkotika ke Kejaksaan

6 Maret 2026
© 2026 VoxNTT
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.