Close Menu
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
Facebook X (Twitter) Instagram
VoxNtt.comVoxNtt.com
Facebook X (Twitter) Instagram
Subscribe
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
VoxNtt.comVoxNtt.com
Home»NTT NEWS»DLH Ende Tidak Punya Reagen Uji Coba Kadar Air Laut di Kawasan PLTU Ropa
NTT NEWS

DLH Ende Tidak Punya Reagen Uji Coba Kadar Air Laut di Kawasan PLTU Ropa

By Redaksi25 September 20202 Mins Read
Facebook Twitter WhatsApp Telegram
Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Ende Abdul Haris Madjid saat ditemui VoxNtt.com di ruang kerjanya (Foto: Gusty R.)
Share
Facebook Twitter Pinterest Telegram WhatsApp

Ende, Vox NTT-Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Ende belum menguji kadar air laut akibat keluhan masyarakat mengenai dugaan pencemaran limbah batu bara di kawasan PLTU Ropa.

Hal itu lantaran dinas setempat tidak mempunyai alat pereaksi kimia atau reagen.

Kepala DLH Kabupaten Ende, Abdul Haris Madjid menyatakan ini setelah dikonfirmasi VoxNtt.com pada Kamis (24/09/2020) siang, di ruang kerjanya, Jalan Sam Ratulangi.

“Reagen itu semacam zat kimia untuk menentukan kadar biologis kandungan dalam air laut, kami memang belum ada di sini,” kata Abdul.

“Sehingga kalau memang perusahan-perusahan minta untuk uji laboratorium, kami tetap tolak, karena kami belum ada reagen,” sambung dia.

Ia menyatakan otoritas PLTU Ropa pernah meminta pihaknya menguji kebisingan, menguji kadar udara dan uji kandungan air tawar.

Sedangkan kandungan air laut dan limbah (B3) batu bara yakni Fly Ash and Bottom Ash (FABA) hingga ini belum dilakukan.

“Sebenarnya begini, disana memang biasanya diuji setiap enam (6) bulan sekali, dan itu mereka lapor ke kita. Nah, kemarin memang mereka kirim surat ke kami, mereka tidak bisa uji laboratorium (air laut dan FABA) karena penguji tidak datang karena Covid,” katanya.

Abdul menyebutkan, berdasarkan laporan pihak PLTU Ropa pada semester kedua tahun 2019, perusahan uji laboratorium yang sering mengambil sampel limbah cair dari PT Sucofindo (Persero) Laboratorium Cabang Makassar. Sedangkan sampel FABA diuji oleh ITS Surabaya. Kedua Laboratorium penguji tersebut berdasarkan permintaan otoritas PLTU Ropa.

Sedangkan DLH sendiri tidak memiliki penguji pembanding untuk memastikan air laut dan FABA tercemar atau tidak.

“Secara aturan memang memungkinkan buat uji pembanding. Hanya kita tidak memiliki reagen,” katanya.

Mengenai uji lab oleh PT Sucofindo dan ITS, terang Abdul, menunjukkan bahwa kadar limbah cair dan FABA masuk kategori dua (2). Artinya, kadar limbah berbahaya dan beracun di bawah ambang batas atau dianggap layak.

“Iya, itu berdasarkan laporan mereka. Jadi reaktifnya atau pengaruh negatif terhadap lingkungan itu kecil,” katanya.

Penulis: Ian Bala
Editor: Ardy Abba

Ende
Previous ArticleAnda Penderita Darah Tinggi dan Kolesterol? Ketahui Khasiat dan Cara Meracik Daun Afrika
Next Article KPU Ngada Larang Tiga Perwakilan Paslon Bupati untuk Tandatangani Ikrar Kampanye Damai

Related Posts

Nama Wakil Ketua DPRD NTT Dicatut dalam Dugaan Penipuan Lowongan Kerja, Ratusan Orang Mengaku Jadi Korban

6 Maret 2026

Gubernur NTT Buka Diskusi Nasib 9.000 PPPK di Ruang Publik

5 Maret 2026

Pemprov NTT Harus Lobi Pemerintah Pusat soal Nasib 9.000 PPPK

5 Maret 2026
Terkini

Satgas Pangan Sidak Pasar, Pastikan Stok Aman dan Harga Stabil di Labuan Bajo Jelang Idul Fitri

7 Maret 2026

Ketua PSSI Manggarai Barat Buka O2SN Gugus 04 Namo di Lembor Selatan

7 Maret 2026

Kisah Nangadhero, Desa Pesisir di Nagekeo Tempat Petani dan Nelayan Menjaga Harmoni

7 Maret 2026

Pentingnya Pendidikan Karakter dalam Membentuk Generasi Remaja Berintegritas

7 Maret 2026

Tuhan sebagai Gembala dan Bapa Yang Penuh Belaskasih dan Mengampuni 

7 Maret 2026
© 2026 VoxNTT
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.