Close Menu
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
Facebook X (Twitter) Instagram
VoxNtt.comVoxNtt.com
Facebook X (Twitter) Instagram
Subscribe
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
VoxNtt.comVoxNtt.com
Home»Figure»Wally Siagian, Sosok Legendaris di Balik Penemuan Situs Diving Ikonik di Taman Nasional Komodo
Figure

Wally Siagian, Sosok Legendaris di Balik Penemuan Situs Diving Ikonik di Taman Nasional Komodo

By Redaksi24 April 20252 Mins Read
Facebook Twitter WhatsApp Telegram
Dari kiri ke kanan: Burt Jones, Anton Gali, Roger Steene, Clay Bryce, Wally Siagian, Kal Muller, serta Cody Schwaico Foto ini diambil oleh Dr. Gerald Allen pada tahun 1993
Share
Facebook Twitter Pinterest Telegram WhatsApp

Labuan Bajo, Vox NTT — Nama Wally Siagian tak dapat dipisahkan dari sejarah panjang perkembangan wisata selam di Taman Nasional Komodo, Kabupaten Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur.

Sebagai salah satu pemandu selam legendaris asal Bali, Wally turut ambil bagian dalam ekspedisi eksplorasi pada tahun 1993 yang menjadi tonggak awal pengembangan Komodo sebagai destinasi diving kelas dunia.

Ekspedisi bersejarah tersebut dipimpin oleh Dr. Kal Muller, penulis perjalanan ternama sekaligus pengarang buku panduan revolusioner Underwater Indonesia (1991).

Saat itu, Grand Komodo Tours — yang kala itu hanya menawarkan perjalanan snorkeling bagi para backpacker — berambisi mengembangkan potensi bawah laut Komodo melalui penyelaman yang lebih terorganisir.

Wally Siagian bersama sejumlah tokoh penting seperti Burt Jones, fotografer bawah laut Roger Steene, ahli nudibranch Clay Bryce, serta pakar ikan tropis Dr. Gerald Allen, menyusuri perairan Taman Nasional Komodo dalam misi eksplorasi tersebut.

Dalam ekspedisi itu, mereka menemukan sebuah situs menyelam luar biasa yang kini dikenal sebagai Cannibal Rock — terletak di Teluk Loh Sera, bagian selatan Pulau Rinca.

Penemuan Cannibal Rock menjadi momen krusial yang mengukuhkan Komodo sebagai surga bagi para penyelam dunia. Situs ini kini terkenal karena kekayaan biodiversitasnya yang menakjubkan, mulai dari nudibranch langka, schooling fish, hingga soft coral berwarna-warni yang spektakuler.

“Kala itu, belum ada penyelaman yang terorganisir di Komodo. Temuan seperti Cannibal Rock membuktikan bahwa wilayah ini memiliki potensi luar biasa,” ujar Burt Jones dalam sebuah unggahan di Facebook mengenang ekspedisi tersebut.

Peran Wally Siagian dalam ekspedisi ini sangat signifikan. Dikenal sebagai sosok penuh semangat dan keberanian dalam menjelajahi perairan yang belum terjamah, Wally menjadi bagian penting dari tim pionir yang meletakkan fondasi awal wisata selam di Komodo—setara dengan destinasi-destinasi terkenal seperti Raja Ampat dan Sipadan.

Kini, lebih dari tiga dekade setelah ekspedisi itu, Taman Nasional Komodo berdiri sebagai salah satu destinasi diving terbaik di dunia. Semua itu tak lepas dari kontribusi tokoh-tokoh pionir seperti Wally Siagian, yang dengan dedikasi dan cintanya terhadap laut, membuka mata dunia akan keindahan bawah laut Indonesia Timur.

Wally Siagian lahir pada 22 September 1960 di Bandung, Jawa Barat. Semasa hidupnya, ia dikenal sebagai pribadi berdedikasi tinggi dan berkomitmen dalam setiap bidang yang ia geluti.

Wally Siagian meninggal dunia pada 1 April 2025 di Rumah Sakit Siloam, Labuan Bajo. Kepergiannya meninggalkan duka mendalam bagi keluarga, sahabat, serta rekan-rekan yang mengenalnya. [VoN]

Kabupaten Manggarai Barat Nusa Tenggara Timur Taman Nasional Komodo Wally Siagian
Previous ArticleMakanan Bergizi Gratis Sejatinya Merawat Otak Umat Manusia
Next Article Dua SMA di Kota Kupang Jadi Pilot Project Sekolah Keberagaman

Related Posts

Anggota DPR RI Stevano Rizki Gerak Cepat Bawa Bantuan untuk Korban Gempa Flores di Kuwus Barat

19 Agustus 2026

Camat Welak Rutin Datangi Pasien ODGJ, Mandi Bersama hingga Berbagi Cerita

9 Agustus 2026

Cakades Termuda di Pilkades Wewa, Yohanes Dedipati Usung Desa MAJU

8 Agustus 2026
Terkini

Polda Jawa Tengah Salurkan Bantuan Sembako untuk Korban Gempa di Lengor

24 Agustus 2026

Karitas Keuskupan Ruteng Salurkan Bantuan untuk 11.907 Korban Gempa Flores

24 Agustus 2026

Keluarga Jakob Nuwa Wea Salurkan Rp1 Miliar untuk Korban Gempa Nagekeo

23 Agustus 2026

PT GAG Nikel Salurkan Bantuan untuk Korban Gempa Flores di Manggarai Barat

23 Agustus 2026

Sepekan Pascagempa, Armada Kemanusiaan BKH-Stevi Harman Tak Henti Mengirim Bantuan Susulan

23 Agustus 2026
© 2026 VoxNTT
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.