Close Menu
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
Facebook X (Twitter) Instagram
VoxNtt.comVoxNtt.com
Facebook X (Twitter) Instagram
Subscribe
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
VoxNtt.comVoxNtt.com
Home»Pilkada»Penentuan Calon Terpusat di DPP Partai, Pengamat: Wajah Oligarki Tampak di Sana
Pilkada

Penentuan Calon Terpusat di DPP Partai, Pengamat: Wajah Oligarki Tampak di Sana

By Redaksi25 September 20202 Mins Read
Facebook Twitter WhatsApp Telegram
Ilustrasi (Foto: Foto: cleverism.com)
Share
Facebook Twitter Pinterest Telegram WhatsApp

Kupang, VoxNtt.com

Pengamat Sosiol-Politik dari Universitas Nusa Cendana, Lasarus Jehamat menyoroti sentralisasi pengusungan calon dalam Pilkada di NTT tahun 2020.

Fenomena keputusan partai yang terpusat di Dewan Pimpinan Pusat (DPP), menurutnya merupakan bentuk dominasi pusat yang mempertontonkan wajah oligarki partai. Oligarki dalam konteks ini yakni kekuasaan politik yang diatur oleh sekelompok elit.

“Wajah oligarki partai tampak jelas. Sekarang, dominasi pusat masih sangat kuat. Sentralistik itu terlihat jelas. Karena itu, demokrasi memang masih jauh dari harapan dari praktik politik kita,” ungkapnya kepada Voxntt.com beberapa waktu lalu.

Diolah dari berbagai sumber kredibel

Akibat dari terpusatnya keputusan partai, salah satunya sinyalnya tampak dalam fenomena aksi undur diri pengurus partai di daerah. Banyak kader partai politik khususnya di NTT menyatakan pengunduran diri. Sebut saja Ketua PKPI Kabupaten Sumba Timur, Ketua Hanura Kabupaten Sumba Timur dan Ketua Hanura Kabupaten Belu. Tak hanya pucuk pimpinan, pengunduran diri juga disusul puluhan kader dari masing-masing partai.

Tak hanya di NTT, di berbagai tempat di Indonesia juga menyulut aksi yang sama. Di Medan misalnya, Akhyar Nasution yang sebelumnya kader PDIP pindah haluan ke Demokrat lantaran partai besutan Megawati itu mendukung Bobby Nasution, mantu presiden Jokowi.

Pengamat sosial politik asal Universitas Gadjah Mada (UGM), Agustinus Viky Jalong sebelumnya mengatakan, partai bukan lagi sebagai tempat untuk menemukan kesepahaman ideologi.

Selain itu, pendidikan politik semakin menjadi jauh dari tujuan utamanya. Alhasil, siapa yang terkuat akan muncul sebagai dominasi dalam partai politik.

“Kerja kandidasi itu meski disiapkan. Apalagi kerja agregasi kepentingan,” tegasnya.

Senada dengan Viky, Jehamat pun mengusulkan agar regulasi partai mesti diubah. Terutama berkaitan dengan penanaman ideologi. Menurutnya ideologi partai adalah fundasi dasar yang harus terinternalisasi dalam pikiran setiap kader partai.

Kedua, kader partai harus dipastikan bisa memahami dan sebisa mungkin memiliki bukti mendaratkan ideologi itu di level sosial.

Ketiga, memastikan calon yang diusung bukan karena efek dinastik tetapi kerena rekam kerja positifnya.

Keempat, pendidikan politik tidak hanya untuk gagah-gagahan. Setiap yang ingin bertarung harus telah minimal mengikuti pendidikan politik, ideologi, dan kader. (VoN).

Agustinus Viky Jalong Kota Kupang Lasarus Jehamat Pilkada 2020
Previous ArticlePemadaman Listrik di Sikka Tak Ada Peringatan, Begini Penjelasan PLN
Next Article Akhirnya Berlabuh ke Paket IE RAI, Perindo Sabu Raijua Siap Bekerja Meraih Kemenangan

Related Posts

Golkar NTT Umumkan Pengurus Baru 2025–2030, Targetkan Musda Kabupaten Rampung April

6 Maret 2026

Penyidik Polresta Kupang Dinilai Tak Berani Periksa Tim SPPG Polda NTT

3 Maret 2026

Perumda Air Minum Kota Kupang Luncurkan Promo Sambungan Baru dan Website Resmi Jelang HUT ke-17

2 Maret 2026
Terkini

Pengkab Taekwondo Sumba Barat Daya Dukung Ridwan Angsar Jadi Ketua Pengprov TI NTT

6 Maret 2026

Nama Wakil Ketua DPRD NTT Dicatut dalam Dugaan Penipuan Lowongan Kerja, Ratusan Orang Mengaku Jadi Korban

6 Maret 2026

Golkar NTT Umumkan Pengurus Baru 2025–2030, Targetkan Musda Kabupaten Rampung April

6 Maret 2026

Cerdas Digital Saja Tidak Cukup: Haruskah Psikologi Jadi Pelajaran Wajib di Sekolah?

6 Maret 2026

Rumah Harapan untuk Regina Uner di Cibal Barat Rampung 100 Persen

6 Maret 2026
© 2026 VoxNTT
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.