Close Menu
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
Facebook X (Twitter) Instagram
VoxNtt.comVoxNtt.com
Facebook X (Twitter) Instagram
Subscribe
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
VoxNtt.comVoxNtt.com
Home»Sastra»Cerita Anak Negeri- Antologi Puisi Yonsi Yopador
Sastra

Cerita Anak Negeri- Antologi Puisi Yonsi Yopador

By Redaksi17 Oktober 20202 Mins Read
Facebook Twitter WhatsApp Telegram
Ilustrasi (Foto: Ist)
Share
Facebook Twitter Pinterest Telegram WhatsApp

CERITA ANAK NEGERI

Suaranya tak ada lagi yang berkeliaran
saat waktu yang terlanjur tua dijemput sang pemilik usia,
pada keramaian seusai pesta demokrasi,
“Pesta para dewa yang selalu dikenang zaman”

Suaranya tak berani lagi berujar, saat waktu ditelan senja dan pergi bersama hari,
lalu berziarah dalam dunnia angan yang kata orang adalah gelap.

Suranya tak berani lagi berkata-kata, selain
Tangis duka karena rindu akan celoteh yang
pernah terjadi saat negeri dibanjiri emas,
Saat negeri dipuja para raja.

Kini , kepadamu hai langit, sampaikan duka ini
pada Dia yang telah mengukir negeri tentang
tingkah raja yang kini sedang menghianati negeri.

Ledalero, 03 Oktober 2020

PERGI KARENA DIUTUS

/1/
Hari ini belum berhenti mengejar kami, akibat
dendam karena luka yang menusuk lambungnya.
Meloi-loi ia menatap kami dari peraduannya pada sela-sela bukit.
“Kucari kalian dan kutikam bersama waktu” sabdanya dari peraduan.

/2/
Kami pun berlari, meninggalkan hangatnya ranjang
di saat selimut menjadi raja malam.
Mencari dia yang tersembunyi dalam gulungan kitab yang tak bertepi.
Lalu kami pun menatap sembari merangkak dan melantunkan nyanyian
kidung Zakaria tentang ziarah yang belum berakhir. Sekejap wajah yang berbinar menyapa
kami dengan berbisik pada jendela hati yang hendak dibuka.

/3/
“Mengapa kamu harus gelisah dan takut pada jalan itu?”.
“Jalanmu adalah jalanKu,
langkahmu adalah hembusan nafasKu,
biarlah kamu pergi menemui domba di tengah serigala,
karena bagiku kamu adalah jalanku”.

Ledalero, 03 Oktober 2020

TENTANG SEBUAH DOA

Teriring gemuru bersama pagi yang sedang bita dan tuli, kami mengetuk pintu-Nya untuk mengecap setetes anggur dan roti tidak beragi sisa perjamuan malam yang ditinggal sang penghianat dengan tiga puluh keping perak.

Kami kecap anggur lalu roti pun kami tinggal saat kembali ke tanah air Yerualem kota surgawi.
Di bukit zaitun kami diutus untuk pergi bersua cerita bahwa “Tuhan memerlukannya” yang mudah, yang tertambat dan yang belum pernah ditunggangi. Itulah tentang kita yang tulus, murni dan bersih tanpa celah di hadapannya.

Ledalero, 03 Oktober 2020S

TENTANG MALAM INI

Kita tahu bahwa
Hari ini telah berzirah
Meninggalkan kita dan terang lalu,
Bersahabat dengan mereka dalam gelap.
Itulah malam ini.

Ledalero, 03 Oktober 2020

Penulis adalah mahasiswa STFK Ledalero, tinggal di Unit Mikael

Yonsi Yopador
Previous ArticleBreaking News: Tiga Kakak Beradik di Ende Meninggal Dunia di Sumur
Next Article BOPLBF Gelar Lokakarya Pengolahan Limbah di Ende

Related Posts

Surat Cinta untuk Mama

7 Maret 2026

Cerpen: Mata Tua di Tubuh Bayi Bole Wote

6 Maret 2026

Pendoa Bermata Biru

23 Februari 2026
Terkini

Pentingnya Pendidikan Karakter dalam Membentuk Generasi Remaja Berintegritas

7 Maret 2026

Tuhan sebagai Gembala dan Bapa Yang Penuh Belaskasih dan Mengampuni 

7 Maret 2026

Surat Cinta untuk Mama

7 Maret 2026

Imigrasi Labuan Bajo Gelar Sosialisasi Bersama Desa Binaan di Kabupaten Manggarai, Cegah TPPO dan TPPM

7 Maret 2026

Demokrat Kritik Bawaslu NTT Soal Pelanggaran Pemilu 2024

7 Maret 2026
© 2026 VoxNTT
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.