Close Menu
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
Facebook X (Twitter) Instagram
VoxNtt.comVoxNtt.com
Facebook X (Twitter) Instagram
Subscribe
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
VoxNtt.comVoxNtt.com
Home»HEADLINE»Komodo “Hadang” Truck Pembangunan Geopark di Pulau Rinca? Begini Penjelasan Peneliti di Labuan Bajo
HEADLINE

Komodo “Hadang” Truck Pembangunan Geopark di Pulau Rinca? Begini Penjelasan Peneliti di Labuan Bajo

By Redaksi24 Oktober 20203 Mins Read
Facebook Twitter WhatsApp Telegram
Sebuah foto memperlihatkan seekor komodo dewasa berpapasan dengan sebuah mobil dumptruck viral di media sosial. Tampak seekor komodo sedang berjalan dari arah berlawanan dan mengambil sisi kanan bagian depan mobil tersebut. Sedangkan mobil dumptruck terlihat mengangkut besi beton dan terlihat dua orang pekerja berada di atasnya. (Foto: IG Afioma)
Share
Facebook Twitter Pinterest Telegram WhatsApp

Labuan Bajo, Vox NTT-Sebuah foto memperlihatkan seekor komodo dewasa berpapasan dengan sebuah mobil dumptruck viral di media sosial.

Tampak seekor komodo sedang berjalan dari arah berlawanan dan mengambil sisi kanan bagian depan mobil tersebut. Sedangkan mobil dumptruck terlihat mengangkut besi beton dan terlihat dua orang pekerja berada di atasnya.

Sejumlah sumber VoxNtt.com menyebutkan foto tersebut berlokasi di Pulau Rinca, Taman Nasional Komodo (TNK). Mobil dumptruck dalam foto tersebut merupakan kendaraan milik kontraktor yang mengerjakan proyek geopark di pulau yang menjadi habitat satwa purba langka Komodo itu.

Master Plan Rencana Pembangunan Sarana dan Prasarana Geopark di Pulau Rinca

Foto tersebut pertama kali terlihat di akun Instagram @gregoriusafioma pada Jumat (23/10/2020) malam. Gregorius Afioma, pemilik akun tersebut, mengatakan foto tersebut diperoleh dari rekannya yang berada di Pulau Rinca.

“Iya itu foto benar. Dikirim dari teman saya yang saat ini berada di Pulau Rinca,” ungkap Afioma saat dikonfirmasi Jumat (23/10/2020) malam.

Afi, sapaan akrabnya, merupakan aktivis dan salah satu peneliti di Sunspirit For Justice and Peace, Labuan Bajo. Ia mengatakan, foto tersebut bisa ditafsir berbeda-beda oleh setiap orang. Namun bagi Afi, foto itu menunjukkan bahwa komodo terganggu dengan adanya pembangunan geopark di habitatnya.

“Memang kompleks untuk melihatnya, semua orang bisa menafsir foto tersebut. Tapi saya melihatnya sedih dan kecewa juga terkait adanya pembangunan itu,” kata Afi.

Ia mengatakan, ada kekeliruan prinsipil dalam pengelolaan wisata alam di Pulau Rinca. Pembukaan ruang pemanfaatan dengan membangun geopark di Pulau Rinca akan membuka ruang bagi investor untuk membangun infrastruktur di sana.

Misalnya, PT Segara Komodo Lestari (SKL) dan PT Komodo Wildlife Ecotourism (KWE) yang mengantongi izin usaha penyediaan sarana wisata alam di pulau itu. Dua perusahan yang ditolak aktivis lingkungan tahun 2018 itu bisa saja ikut membangun sarana di Pulau Rinca karena sudah mengantongi izin.

“Dengan mengedepankan zona pemanfaatan oleh pemerintah, pengusaha akan membangun dan terus membangun akhirnya penuh seperti Labuan Bajo,” katanya.

Padahal, jelas Afi, masyarakat yang sejak dahulu hidup berdampingan dengan satwa komodo dilarang untuk membangun sarana apa pun. Bahkan mereka sempat diwacanakan untuk direlokasi dari kawasan Taman Nasional Komodo. Anehnya, pemerintah justru mengisiatif pembangunan sarana wisata dengan skala besar.

Sebelumnya, Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) mengembangkan Kawasan Strategis Pariwisata Nasional (KSPN) Super Prioritas Labuan Bajo, Nusa Tenggara Timur (NTT).

Salah satu kawasan yang akan mengalami perubahan desain secara signifikan adalah Pulau Rinca. Pulau ini bakal disulap menjadi destinasi wisata premium dengan pendekatan konsep geopark atau wilayah terpadu yang mengedepankan perlindungan dan penggunaan warisan geologi dengan cara yang berkelanjutan.

Master Plan Rencana Pembangunan Sarana dan Prasarana Geopark di Pulau Rinca

Konsep pengembangan Geopark ini popular dinamakan “Jurassic Park”.

Melalui Ditjen Cipta Karya, Kementerian PUPR telah menganggarkan Rp 69,96 miliar untuk menata kawasan Pulau Rinca.

Adapun bangunan yang akan dibangun meliputi bangunan pusat informasi, sentra suvenir, kafe, dan toilet publik.

Kemudian dibangun pula kantor pengelola kawasan, selfie spot, klinik, gudang, ruang terbuka publik, penginapan untuk peneliti, dan pemandu wisata (ranger).

Selain itu, juga tersedia area trekking untuk pejalan kaki dan selter pengunjung didesain melayang atau elevated agar tidak mengganggu lalu lintas Komodo.

Untuk meningkatkan kualitas dermaga di Pulau Rinca, dibangun pula sarana dan prasarana pengaman pantai dan dermaga Loh Buaya yang akan dilaksanakan oleh Ditjen Sumber Daya Air pada tahun 2020 ini.

Penulis: Sello Jome
Editor: Yohanes

Komodo Manggarai Barat Pulau Komodo TN Komodo
Previous ArticlePuji Syukur, Akhirnya Desa Ujung Selatan Manggarai Sudah Berlistrik
Next Article Pemkot Terus Berupaya Menata Keindahan Kota Kupang

Related Posts

Desa Golo Riwu Tetapkan APBDes Tahun Anggaran 2026, KMP dan MBG Jadi Fokus Utama

6 Maret 2026

Nama Wakil Ketua DPRD NTT Dicatut dalam Dugaan Penipuan Lowongan Kerja, Ratusan Orang Mengaku Jadi Korban

6 Maret 2026

Gubernur NTT Buka Diskusi Nasib 9.000 PPPK di Ruang Publik

5 Maret 2026
Terkini

Cerpen: Mata Tua di Tubuh Bayi Bole Wote

6 Maret 2026

Tanah Ulayat, Identitas, dan Derita Sosial

6 Maret 2026

Desa Golo Riwu Tetapkan APBDes Tahun Anggaran 2026, KMP dan MBG Jadi Fokus Utama

6 Maret 2026

Rote Ndao Siap Jadi Tuan Rumah Selancar Ombak PON 2028

6 Maret 2026

Polres Manggarai Limpahkan Dua Tersangka Kasus Narkotika ke Kejaksaan

6 Maret 2026
© 2026 VoxNTT
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.