Close Menu
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
Facebook X (Twitter) Instagram
VoxNtt.comVoxNtt.com
Facebook X (Twitter) Instagram
Subscribe
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
VoxNtt.comVoxNtt.com
Home»Sastra»Tentang Hari dan Waktu-Antologi Puisi Yanri Ona
Sastra

Tentang Hari dan Waktu-Antologi Puisi Yanri Ona

By Redaksi8 November 20202 Mins Read
Facebook Twitter WhatsApp Telegram
Share
Facebook Twitter Pinterest Telegram WhatsApp

Tentang Hari dan Waktu

-mungkin kau tak akan pernah tahu,

Tetapi waktumu akan tiba.

Kau mungkin tak pernah tahu, Bulan selalu menunggu pagi, Pagi merindu terik,  terik mendambakan senja, dan senja selalu mengalah pada malam…

Bagiku…

Waktu  kadang tak adil, atau memang tak adil sama sekali…

Sesekali mungkin dia akan merenggut bahagiamu, dan membiarkan engkau terpuruk bersama air mata yang menetes membasahi kisah haru nan pilu. Mendatangkan susah saat orang lain melewatkan harinya dengan bahagia, mendatangkan bahagia saat orang lain berduka…

Tetapi, kau tak bisa melawan takdir. Kau tak bisa memberontak terhadapnya.

Yang kau bisa hanyalah menunggu giliranmu.

Menunggu hari dan waktumu.

Kau tahu,

Hari selalu punya kisah, waktu berputar melahirkan cerita,

Kau selalu ada bersama kisah-kisah itu,

Kau punya pagi, kau membenci terik yang membakar kulitmu

Kau  menginginkan senja,

Tetapi malam merayunya untuk pulang, untuk kembali…

Kawan, jika waktuku sudah tiba…

Jangan lupa bahagia…

Heekerenn, 5 nov’2020

 

Bapak Tua Berjanggut Panjang

-ini tentang mimpi yang masih dirajut

Ini tentang mimpi kemarin subuh.

Ini tentang mimpi pertama setelah mimpi terakhir.

Ini mimpi bukan sembarang mimpi.

Ini mimpi.

Ini mimpi tentang bapak tua berjanggut panjang.

Aku mimpi.

Aku mimpi ketemu bapak tua berjanggut panjang,

Dia selalu ada dimana-mana,

Di persimpangan jalan,

Di taman kota,

Di pasar,

Di wajah anak-anak yang kelaparan, orang-orang yang tak punya rumah,

Tak punya baju, tak punya apa-apa. Wajah bapak tua itu selalu mengganggu kisah-kisah malam bersama mimpi.

“Nak, aku haus”

“Beri aku roti, beri mereka roti, beri aku roti”

Bapak tua berjanggut panjang, aku masih mencari kau

Aku ingin memberi roti, untuk kau, untuk dia, untuk mereka,

Ke mana aku harus mencarimu?,

Bagaimana aku harus merindu?,

“Jadilah padaku, seturut kehendakMu”

Unit TA,7 November 2020

 

Gadisku

-untuk kau yang selalu ada dalam doa,

Ada rindu yang jatuh setelah hujan,

Ada harap yang selalu menunggu bersama butir-butir air yang pecah membentur tanah

Dan ada doa mengiringi hujan.

Doa, jarak paling dekat untuk saling menatap,

Rindu paling sepi untuk didekap.

Semoga Bahagia…

Nita,12 Oktober 2020

*Yanri Ona, dilahirkan dan besar di Maumere. Suka puisi. Sedang belajar. Tinggal di Nita.

Antologi Puisi Puisi Akhir Pekan Yanri Ona
Previous ArticleUpaya Pemenangan Pendukung, Citra Pasangan Calon
Next Article Sabda yang Menjelma-Antologi Puisi Yonsi Yopador

Related Posts

Cerpen: Mata Tua di Tubuh Bayi Bole Wote

6 Maret 2026

Pendoa Bermata Biru

23 Februari 2026

Pilu yang Tidak Pernah Sembuh

3 Februari 2026
Terkini

Cerpen: Mata Tua di Tubuh Bayi Bole Wote

6 Maret 2026

Tanah Ulayat, Identitas, dan Derita Sosial

6 Maret 2026

Desa Golo Riwu Tetapkan APBDes Tahun Anggaran 2026, KMP dan MBG Jadi Fokus Utama

6 Maret 2026

Rote Ndao Siap Jadi Tuan Rumah Selancar Ombak PON 2028

6 Maret 2026

Polres Manggarai Limpahkan Dua Tersangka Kasus Narkotika ke Kejaksaan

6 Maret 2026
© 2026 VoxNTT
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.