Close Menu
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
Facebook X (Twitter) Instagram
VoxNtt.comVoxNtt.com
Facebook X (Twitter) Instagram
Subscribe
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
VoxNtt.comVoxNtt.com
Home»Gagasan»Jangan Padamkan Lilin Calon Lain
Gagasan

Jangan Padamkan Lilin Calon Lain

By Redaksi16 November 20203 Mins Read
Facebook Twitter WhatsApp Telegram
Edi Endi dan Maria Geong (Foto: floresmerdeka dan padarnews)
Share
Facebook Twitter Pinterest Telegram WhatsApp

Oleh: Asis Sanda

Pemuda Asal Labuan Bajo, Manggarai Barat

Slogan kampanye Paslon Misi di awal kampanye menyebut, “Jangan memadamkan lilin orang lain”. Namun, slogan ini bak macan kertas.  Bagaimana itu bisa diterima, paket ini terkesan ngotot mencoba memadamkan lilin paket lain, Edi-Weng.

Tak main-main, Misi ingin lilin Edi-Weng dimatikan dengan cara melayangkan gugatan untuk KPUD Mabar ke pengadilan Surabaya terkait tindakan tercela. Sudah kalah karena argumentasi dan dalil hukum tak kuat di Surabaya, paket Misi masih juga ngotot memadamkan lilin perjuangan Edi-Weng ke tingkat kasasi di Mahkamah Agung (MA).

Sayangnya, perjuangan memadamkan lilin calon lain tumpul. Tim hukumnya tak memiliki argumentasi kuat untuk membuktikan tuduhannya bahwa calon Nasdem, Edistasius Endi tercela.

Tim hukum juga kehilangan akal mencari alasan rasional bagaimana caranya agar gugatan mereka menang. Pada akhirnya malu sendiri. Sudah berjuang sampai kasasi, tetapi argumentasi hukumnya keropos. Itulah susahnya jika tim hukum tidak bisa membedakan fakta hukum dan halusinasi politik untuk berkuasa.

Putusan hukum itu bersifat rasional, berdasarkan fakta-fakta hukum. Setanpun jika rasional di hadapan hukum bisa dibenarkan. Yang susahnya kalau tim hukum tak membawa pertimbangan rasional di hadapan hukum dan hanya menang bicara bombastis ke publik, itu namanya irasional, halusinasi.

Ruwetnya lagi, tim hukum MISI tak memiliki dalil lebih kuat lagi dengan ambisinya yang besar mengajukan gugatan ke MA. Jika memang argumentasi hukumnya dangkal, ya jangan coba-coba naik kelas.

Sementara Tim hukum Edi-Weng tentu patut diacungi jempol, karena mempersiapkan dalil hukum dan argumentasi hukum dengan baik. Buktinya sudah jelas. Tanggal 10 November, putusan MA sudah keluar dan menolak gugatan paket MISI. Sudah ditolak di pengadilan Surabaya, ditolak pula di kasasi.

Terlepas dari persoalan jegal menjegal antara sesama pasangan calon, persaingan di Pilkada Mabar sebagai daerah yang sudah ditetapkan sebagai pariwisata Super Premium haruslah berbasis gagasan dan program yang visioner. Pilkada Mabar harus menjadi ruang diskusi program para kandidat agar masyarakat bisa memilih secara rasional demi kemajuan Manggarai Barat ke depan.

Hanya dengan membangun diskursus yang sehat serta menawarkan program-program yang produktif, demokrasi di level lokal bisa berkualitas. Dengan demikian demokrasi bisa menjadi jembatan emas menuju kebaikan bersama.

Sayangnya, jika kita melihat gejala di media sosial terutama Facebook, konten kampanye para timses masih berkutat sekitar persoalan remeh temeh, tendensius dan miskin argumentasi. Persoalan air yang sampai saat ini masih menjadi kerisauan utama warga Labuan Bajo belum tampak dibicarakan serius oleh timses. Demikian pun dengan nasib para petani, nelayan, buruh dan kelompok rentan lainnya di tengah semarak pembangunan pariwisata, belum serius dikaji para kandidat dan timsesnya.

Untuk itu, saya berharap, masyarakat Mabar harus terlibat aktif dalam diskusi yang partisipatif. Masyarakat harus memaknai momentum Pilkada sebagai ajang untuk menyuarakan persoalan serta menagih program yang solutif dari para kandidat.

Momentum Pilkada juga harus digunakan sebagai ajang evaluasi kepemimpinan sebelumnya sehingga dapat menjadi pedoman dan catatan penting bagi kepemimpinan yang akan datang. Inilah saatnya masyarakat Mabar selektif memilih sehingga pemimpin yang dihasilkan melalui proses demokrasi bisa menyelesaikan masalah serta membawa kesejahteraan di Mabar.

Demikian pula untuk para kandidat yang bertarung,  dari pada berupaya untuk memadamkan lilin calon lain, lebih baik para paslon menyalakan lilin harapan dan perubahan untuk masyarakat Mabar.

Asis Sanda Edistasius Endi Maria Geong Pilkada Mabar
Previous ArticleTerus Perluas Jaringan, DPD Bintang Muda Indonesia Hadir di NTT
Next Article Gelar Debat, KPU Manggarai Abaikan Protokol Kesehatan Covid-19

Related Posts

Pentingnya Pendidikan Karakter dalam Membentuk Generasi Remaja Berintegritas

7 Maret 2026

Tuhan sebagai Gembala dan Bapa Yang Penuh Belaskasih dan Mengampuni 

7 Maret 2026

Tanah Ulayat, Identitas, dan Derita Sosial

6 Maret 2026
Terkini

Pemda Manggarai Minta Penghuni Kosongkan Stan Penjual Tuak di Pasar Reo

7 Maret 2026

Satgas Pangan Sidak Pasar, Pastikan Stok Aman dan Harga Stabil di Labuan Bajo Jelang Idul Fitri

7 Maret 2026

Ketua PSSI Manggarai Barat Buka O2SN Gugus 04 Namo di Lembor Selatan

7 Maret 2026

Kisah Nangadhero, Desa Pesisir di Nagekeo Tempat Petani dan Nelayan Menjaga Harmoni

7 Maret 2026

Pentingnya Pendidikan Karakter dalam Membentuk Generasi Remaja Berintegritas

7 Maret 2026
© 2026 VoxNTT
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.