Close Menu
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
Facebook X (Twitter) Instagram
VoxNtt.comVoxNtt.com
Facebook X (Twitter) Instagram
Subscribe
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
VoxNtt.comVoxNtt.com
Home»Regional NTT»HUT ke-13 Punya Makna Penting Bagi Matim SEBER
Regional NTT

HUT ke-13 Punya Makna Penting Bagi Matim SEBER

By Redaksi21 November 20203 Mins Read
Facebook Twitter WhatsApp Telegram
Banner ucapan HUT ke-13 Pemkab Matim
Share
Facebook Twitter Pinterest Telegram WhatsApp

Borong, Vox NTT- Hari Ulang Tahun (HUT) ke-13 Pemerintah Kabupaten Manggarai Timur, memiliki arti penting bagi seluruh stakeholder. Demikian kata Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Manggarai Timur, Kanisius Judin, dalam rilis yang diterima VoxNtt.com, Sabtu (21/11/2020) pagi.

Momen HUT ini, ungkap dia, ibarat suatu etape dalam ziarah kehidupan masyarakat Kabupaten Manggarai Timur menuju cita-cita besarnya “Sejahtera Berdaya dan Berbudaya” atau SEBER.

Kanisius mengatakan, selain sebagai sebuah momen yang patut disyukuri bersama, HUT ini menjadi waktu yang tepat untuk langsung berkontemplasi, menemukan semangat dan landas pijak bersama dalam mewujudkan SEBER.

“Bagian terpenting dari stakeholders pembangunan daerah selama 13 tahun ini adalah kaum muda dan generasi pelanjut estafet,” kata Kanisius.

Kanisius mengatakan, kaum muda tidak hanya besar dalam jumlah, namun juga memiliki jiwa besar, kreatif inovatif, berwawasan luas, termasuk penguasaan terhadap ilmu pengetahuan dan teknologi informasi yang luas melampaui generasi mereka sebelumnya.

“Ini semua dapat dikatakan sebagai identitas kamu sudah kita dan sekaligus modal yang sangat penting bagi mereka untuk mengambil bagian dalam proses pembangunan daerahnya,” katanya.

Fakta mengatakan bahwa putra dan putri Manggarai Timur tidak hanya pembaca dan penikmat sejarah yang telah diatur oleh pendahulu mereka. Mereka juga mewarisi kaum muda pendahulunya lalu diterjemahkan dalam konteks kekinian mereka.

“Tentu, dengan nuansa yang berbeda. Sebab tantangan merekapun berbeda,” imbuh dia.

Kanisius menerangkan, putra-putri Manggarai Timur persis berada pada konteks sosial ini. Mereka tidak hanya milenial yang gemar ber-selfie, meng-update dan memberikan komentar di medsos. Mereka telah berkarya dan memberikan yang terbaik bagi diri, keluarga, lingkungan serta daerahnya, Manggarai Timur.

Kesadaran ini yang kemudian mendorong Pemerintah Kabupaten Manggarai Timur melalui Dinas Pariwisata dan Kebudayaan untuk memberi dan mencipta ruang-ruang ekspresi diri mereka dengan tema besar “Seber Lestarikan Budaya”.

Sementara itu, Kepala Bidang Kebudayaan Frans Bukardi mengatakan, momen perayaan HUT Kabupaten Manggarai Timur kali ini mereka hadir dan menunjukkan diri dalam pameran karya kreatif putra dan putri Manggarai Timur.

Kata Bukardi, mereka adalah youtuber Ronsi Gersyono asal Desa Satar Nawang Kecamatan Sambi Rampas dengan icon bocah korslet dan Itok Aman Stand Up Comedian asal Kota Komba.

Selain itu, ada Maestro Tari Yohanes Berto Manti, pengajar pada SMA Pancasila, pelukis Ludwig Wisang dan komunitas Panser Matim, dan Eman, pematung/perupa asal Desa Compang Kempo, Kecamatan Rana Mese.

Tidak hanya itu, ada Andry Tule Founder Kedai Kopi Edelweiss di Pesi Sita Kecamatan Satar Mese, Wilibrodus Barus bersama siswa-siswinya dengan komunitas di SMA Negeri 3 Borong, Romo Hermen Sanusi dan Komunitasnya di SMA Pancasila dengan olahan pangan lokal “Mie Kelor Ubi Ungu”, Sanggar Seni SMA Negeri 2 Borong, SMK Tiara Nusa dan SMK Negeri 1 Borong, serta masih banyak komunitas putra dan putri Manggarai Timur yang tersebar di seluruh wilayah kabupaten itu yang belum sempat ditampilkan saat ini.

Bukardi mengatakan, keberadaan mereka sungguh-sungguh ada dan sungguh-sungguh bermakna dan membanggakan.

“Tak diragukan lagi jika kita mempercayakannya sebagai agen pelestari kebudayaan Manggarai Timur,” ujarnya.

“Dirgahayu Manggarai Timur. Mari bergotong royong membangun kebudayaan menuju Manggarai Timur Seber,” imbuh Bukardi.

Penulis: Leo Jehatu
Editor: Ardy Abba

Manggarai Timur Matim
Previous ArticleSeleksi Kepala Sekolah Harus Transparan dan Akuntabel
Next Article Falsifikasi Pilkada Serentak

Related Posts

Rumah Harapan untuk Regina Uner di Cibal Barat Rampung 100 Persen

6 Maret 2026

Perjuangan Mama Martina, Banting Tulang untuk Hidupi Keluarga sembari Rawat Suami Stroke

5 Maret 2026

KPB Program TEKAD Ponggeok Manggarai Kembangkan Penyulingan Minyak Cengkih

4 Maret 2026
Terkini

Cerpen: Mata Tua di Tubuh Bayi Bole Wote

6 Maret 2026

Tanah Ulayat, Identitas, dan Derita Sosial

6 Maret 2026

Desa Golo Riwu Tetapkan APBDes Tahun Anggaran 2026, KMP dan MBG Jadi Fokus Utama

6 Maret 2026

Rote Ndao Siap Jadi Tuan Rumah Selancar Ombak PON 2028

6 Maret 2026

Polres Manggarai Limpahkan Dua Tersangka Kasus Narkotika ke Kejaksaan

6 Maret 2026
© 2026 VoxNTT
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.