Close Menu
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
Facebook X (Twitter) Instagram
VoxNtt.comVoxNtt.com
Facebook X (Twitter) Instagram
Subscribe
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
VoxNtt.comVoxNtt.com
Home»Pilkada»Bawaslu Mabar Ajak Semua Elemen Masyarakat Harus Berpartisipasi dalam Pengawasan
Pilkada

Bawaslu Mabar Ajak Semua Elemen Masyarakat Harus Berpartisipasi dalam Pengawasan

By Redaksi3 Desember 20201 Min Read
Facebook Twitter WhatsApp Telegram
Dari kiri ke kanan: Komisioner KPU Kabupaten Mabar Krispianus Bheda dan Dosen Fisipol UGM Yogyakarta Fransiskus A. Djalong, Ketua Bawaslu Mabar Simoen Sofan Sofian, dan moderator saat membawakan materi dalam rakor pengawasan pemilu partisipatif, Kamis (03/12/2020) (Foto: Sello Jome/Vox NTT)
Share
Facebook Twitter Pinterest Telegram WhatsApp

Labuan Bajo, Vox NTT- Badan Pengawas Pemilu Kabupaten Manggarai Barat (Bawaslu Mabar) menggelar rapat koordinasi (Rakor) pengawasan pemilu partisipatif di Aula Hotel Perundi Labuan Bajo, Kamis (03/12/20202).

Dalam rakor tersebut, Ketua Bawaslu Mabar Simeon Sofan Sofian menyebut semua elemen masyarakat harus berpartisipasi dalam pengawasan saat proses Pilkada 09 Desember 2020.

“Kami mengundang semuanya untuk ikut berpartisipasi dalam pengawasan,” pinta Simeon saat membuka Rakor.

Simoen menyebut, penyelenggara dalam hal ini Bawaslu Mabar jumlahnya hanya terbatas.

Karena itu kata dia, semua elemen harus ikut berpartisipasi untuk meminimalisasi terjadi pelanggaran pemilu.

“Kami Bawaslu hanya beberapa orang saja. Di Kabupaten hanya 3 orang, di kecamatan 3 orang, di desa 1 orang dan di tps 1 orang. Tahapan yang tersisa tinggal beberapa hari saja, paling tidak pengawasan yang kita semua lakukan meminimalisir terjadinya pelanggaran,” beber Simoen.

Dia menambahkan, jika pengawasan kuat maka masyarakat akan mendapatkan pemimpin yang direstui.

“Pemimpin yang direstui itu adalah pemimpin yang dipilih oleh rakyat tanpa ada money politik dan lain-lain,” tutupnya.

Adapun narasumber dalam rakor tersebut yaitu Ketua Bawaslu Mabar Simoen Sofan Sofian, Komisioner KPU Kabupaten Mabar Krispianus Bheda dan Dosen Fisipol UGM Yogyakarta Fransiskus A. Djalong.

Penulis: Sello Jome
Editor: Ardy Abba

Bawaslu Mabar Mabar Manggarai Barat
Previous ArticleMobil Dinas Rusak Diduga Dilempar, Pernyataan Pjs Bupati Belu dan Kabag Umum Bertentangan
Next Article dr. Weng: Bupati dan Wakil Ibarat Sepasang Sayap Burung, Saling Mendukung dan Menopang

Related Posts

Demokrat Kritik Bawaslu NTT Soal Pelanggaran Pemilu 2024

7 Maret 2026

Desa Golo Riwu Tetapkan APBDes Tahun Anggaran 2026, KMP dan MBG Jadi Fokus Utama

6 Maret 2026

Golkar NTT Umumkan Pengurus Baru 2025–2030, Targetkan Musda Kabupaten Rampung April

6 Maret 2026
Terkini

Pentingnya Pendidikan Karakter dalam Membentuk Generasi Remaja Berintegritas

7 Maret 2026

Tuhan sebagai Gembala dan Bapa Yang Penuh Belaskasih dan Mengampuni 

7 Maret 2026

Surat Cinta untuk Mama

7 Maret 2026

Imigrasi Labuan Bajo Gelar Sosialisasi Bersama Desa Binaan di Kabupaten Manggarai, Cegah TPPO dan TPPM

7 Maret 2026

Demokrat Kritik Bawaslu NTT Soal Pelanggaran Pemilu 2024

7 Maret 2026
© 2026 VoxNTT
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.