Close Menu
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
Facebook X (Twitter) Instagram
VoxNtt.comVoxNtt.com
Facebook X (Twitter) Instagram
Subscribe
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
VoxNtt.comVoxNtt.com
Home»Pilkada»Tim PKH Mabar Diduga Intimidasi Pemilih agar Coblos Paket Tertentu
Pilkada

Tim PKH Mabar Diduga Intimidasi Pemilih agar Coblos Paket Tertentu

By Redaksi4 Desember 20202 Mins Read
Facebook Twitter WhatsApp Telegram
Para peserta Pilkada Mabar saat debat publik beberapa waktu lalu
Share
Facebook Twitter Pinterest Telegram WhatsApp

Labuan Bajo, Vox NTT – Tim Program Keluarga Harapan (PKH) diharap netral dalam pelaksanaan pilkada di Kabupaten Manggarai Barat (Mabar). Mereka tidak perlu mobilisasi, apalagi mengintimidasi masyarakat pemilih untuk memenangkan paket tertentu.

“Kami minta tim PKH jangan bermain api. Jangan mengintimidasi masyarakat pemilih dengan alasan akan dicoret dari daftar penerima PKH jika tak memilih paket tertentu. Ini tidak benar. Ini menyesatkan,” kata calon Bupati Mabar Nomor Urut 4, Adrianus Garu di Labuan Bajo, Jumat (04/12/2020).

Andre, begitu dia disapa, meminta semua Panwas untuk bersikap tegas kepada orang-orang yang mengatasnamakan pendamping desa atau PKH di Mabar agar tidak melakukan tindakan tidak terpuji itu.

Selain itu, kata Andre, pihaknya mendapat laporan ada yang mengintervensi aparatur sipil negara (ASN) untuk memenangkan paket tertentu. Bahkan ada yang membagi-bagi bantuan langsung dari pemerintah ke masyarakat atas nama paket tertentu.

“Ini tidak benar. Saya minta Panwas untuk memantau semua ini. Kita harus memberikan pendidikan politik yang cerdas ke masyarakat, bukan mempertontonkan cara-cara tidak terpuji seperti itu,” katanya.

Sementara itu, pengamat politik Maksimus Ramses Lalongkoe mengatakan, roh utama pesta demokrasi adalah memberikan kebebasan bagi rakyat untuk menentukan pilihannya sesuai apa yang dia alami dan dia rasakan terhadap konsep pembangunan calon kepala daerah.

Bila kebebasan itu dibatasi dengan melakukan intimidasi terhadap masyarakat, mereka itu tidak lebih dari preman demokrasi. Hal tersebut juga menggambarkan calon tersebut tidak punya kemampuan untuk bersaing secara sehat.

“Tindakan mengintimidasi rakyat untuk memilih calon tertentu dengan berbagai alasan adalah gambaran awal calon itu memiliki sifat otoriter bahkan bergaya preman, karena modalkan intimidasi ketimbang meyakinkan rakyat dengan sentuhan program konkret,” katanya.

Untuk itu, Ramses menyarankan masyarakat Mabar agar jangan takut dengan berbagai intrik jahat para calon ataupun timses calon dalam menentukan pilihan politik, sebab masa depan Mabar ada di tangan rakyat dalam menentukan pilihannya.

“Rakyat harus bisa membedakan mana calon yang memiliki program yang jelas, yang menyentuh kepentingan publik dan mana yang asal-asalan. Saatnya masyarakat Mabar menjadi pemilih cerdas,” katanya. ***

Sumber: Pers Rilis

Andre Garu Andry-Garu Anggalinus Gapul Mabar
Previous ArticleFenomena ‘Demanggarainisasi’ Menggurita
Next Article Aneh, Kabag Umum Setda Belu Tidak Tahu Pengemudi Mobil Dinas Bupati yang Rusak

Related Posts

Demokrat Kritik Bawaslu NTT Soal Pelanggaran Pemilu 2024

7 Maret 2026

Desa Golo Riwu Tetapkan APBDes Tahun Anggaran 2026, KMP dan MBG Jadi Fokus Utama

6 Maret 2026

Golkar NTT Umumkan Pengurus Baru 2025–2030, Targetkan Musda Kabupaten Rampung April

6 Maret 2026
Terkini

Pentingnya Pendidikan Karakter dalam Membentuk Generasi Remaja Berintegritas

7 Maret 2026

Tuhan sebagai Gembala dan Bapa Yang Penuh Belaskasih dan Mengampuni 

7 Maret 2026

Surat Cinta untuk Mama

7 Maret 2026

Imigrasi Labuan Bajo Gelar Sosialisasi Bersama Desa Binaan di Kabupaten Manggarai, Cegah TPPO dan TPPM

7 Maret 2026

Demokrat Kritik Bawaslu NTT Soal Pelanggaran Pemilu 2024

7 Maret 2026
© 2026 VoxNTT
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.