Close Menu
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
Facebook X (Twitter) Instagram
VoxNtt.comVoxNtt.com
Facebook X (Twitter) Instagram
Subscribe
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
VoxNtt.comVoxNtt.com
Home»Sastra»Cerita di Bukit Matahari-Antologi Puisi Yonsi Yapador
Sastra

Cerita di Bukit Matahari-Antologi Puisi Yonsi Yapador

By Redaksi11 Desember 20202 Mins Read
Facebook Twitter WhatsApp Telegram
Ilustrasi
Share
Facebook Twitter Pinterest Telegram WhatsApp

CERITA DI BUKIT MATAHARI

Di bukit matahari,

Saat ia mulai menunjukan dirinya,

senandung pujian bergelora  bersama ayam yang berkokok

dan daun-daun yang melonjak kegirangan menyambut

santapan yang sedap untuk bekal sehari.

//

Di bukit matahari,

Saat ia berada di atas kepala dan mencium bubung-bubung rumah, puncak bukit, lembah, sungai dan laut, suara senandung kembali bergema memanggil para musafir untuk hening, tobat lalu mengenyangkan raga dengan sebutir nasi titipan leluhur untuk para generasi.

//

Di bukit matahari,

Saat ia bersembunyi mencium gadis-gadis bukit,

bau harum dupa menyelimuti meja perjamuan

lalu kidung Maria bersenandung.

//

Di bukit matahari,

Cerita itu kembali bersua ketika para musafir menebar kebijaksanaan membunuh ketidakadilan dan pergi membawa damai.

Ledalero, 05 Desember 2020

 

CERITA KAKEK TENTANG JEJAK TAK BERTUAN

Waktu itu,

Jejak tak bertuan kujumpai di sudut kota.

Ia berpakaian rapi dan berjalan tanpa sepata kata 

diijinnkannya untuk berujar “selamat pagi para pendusta”.

 

Pagi tadi,

Jejak tak bertuan kujumpai di lorong sunyi samping gereja tua.

Ia sedang mendaraskan mazmur lalu bersujud tanpa ku ketahui 

kata-kata apa yang diizinkannya untuk berkeliaran.

 

Siang ini,

Jejak tak bertuan kujumpai di sudut pastoran.

Ia sedang mengelus menara sambil memukul lonceng, lalu mendengar itu,

akupun lari menuju tempat dudukku dan tunduk lalu berlutut karena kesal.

 

Nak,

Zaman ini,

Jejak tak bertuan sedang menyapa kita lewat peristiwa, kisah, 

dan waktu yang menorah kisah keji dan menyakitkan.

Ledalero, 05 Desember 2020

 

SENJA YANG  MEMBERI

Senja hari ini,

kuterima sebuah pemberian

dalam sebingkis roti dan sebuah buku

untuk makan dari raga yang fanah dan akal yang sedang lapar.

//

Senja hari ini,

tunduk dan sujudku penuh syukur,

dihadapan kaki salib yang diam membisu,

yang bernilai seribu makna dan yang 

selalu memberi pada senja.

//

Senja hari ini,

doaku sudah dipilih

dari puing-puing rindu dan permohonan

pada suatu waktu yang terasa kosong dan tak mampu.

//

Doa adalah permohonan dan sumber segala pemberian.

Mikael, 22 November 2020

Yonsi Yopador adalah Mahasiswa STFK Ledalero. Saat ini menetap di Unit Mikael.

Yonsi Yopador
Previous ArticleKubangan Maut
Next Article Damu Damian Pimpin Perindo Matim

Related Posts

Surat Cinta untuk Mama

7 Maret 2026

Cerpen: Mata Tua di Tubuh Bayi Bole Wote

6 Maret 2026

Pendoa Bermata Biru

23 Februari 2026
Terkini

Pemda Manggarai Minta Penghuni Kosongkan Stan Penjual Tuak di Pasar Reo

7 Maret 2026

Satgas Pangan Sidak Pasar, Pastikan Stok Aman dan Harga Stabil di Labuan Bajo Jelang Idul Fitri

7 Maret 2026

Ketua PSSI Manggarai Barat Buka O2SN Gugus 04 Namo di Lembor Selatan

7 Maret 2026

Kisah Nangadhero, Desa Pesisir di Nagekeo Tempat Petani dan Nelayan Menjaga Harmoni

7 Maret 2026

Pentingnya Pendidikan Karakter dalam Membentuk Generasi Remaja Berintegritas

7 Maret 2026
© 2026 VoxNTT
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.