Close Menu
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
Facebook X (Twitter) Instagram
VoxNtt.comVoxNtt.com
Facebook X (Twitter) Instagram
Subscribe
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
VoxNtt.comVoxNtt.com
Home»NTT NEWS»Jurnalis Metro TV Raih Juara 1 Anugerah Jurnalistik Bidang Kemanusiaan dan Lingkungan Hidup 2020
NTT NEWS

Jurnalis Metro TV Raih Juara 1 Anugerah Jurnalistik Bidang Kemanusiaan dan Lingkungan Hidup 2020

By Redaksi28 Desember 20203 Mins Read
Facebook Twitter WhatsApp Telegram
Yohanes Manasye
Share
Facebook Twitter Pinterest Telegram WhatsApp

Vox NTT – Jurnalis Metro TV wilayah Manggarai dan Manggarai Timur, Yohanes Manasye, meraih juara 1 dalam ajang Anugerah Jurnalistik Video bidang kemanusiaan dan lingkungan hidup 2020.

Anugerah jurnalistik yang digelar Aliansi Jurnalis Video (AJV) bersama Yayasan Keanekaragaman Hayati (KEHATI) dan Wahana Lingkungan Hidup Indonesia (WALHI) itu diumumkan secara virtual pada Minggu (27/12/2020) sore.

Yohanes menarik perhatian dewan juri melalui video berita yang ditayangkan Metro TV berjudul Tanah Subur Manggarai Timur Terancam Pertambangan.

Video berdurasi 4 menit 19 detik ini mengangkat kondisi alam dan kegelisahan warga kampung Luwuk dan Lengko Lolok, Desa Satar Punda, Kecamatan Lamba Leda, Kabupaten Manggarai Timur.

Dua kampung yang letaknya tak jauh dari pantai utara pulau Flores ini memiliki lahan yang subur sehingga memberikan hasil pertanian, perkebunan, dan peternakan yang mencukupi kebutuhan warganya.

Namun di balik ‘kemewahan’ sebagai petani sekaligus peternak kampung, mereka memiliki pengalaman traumatis akibat gempuran beberapa perusahaan penambang mangan di masa lalu.

Kisah kelam di masa lalu itu, kini datang lagi. Dua kampung ini kembali diincar investor tambang batu gamping dan pabrik semen.

“Terima kasih atas penghargaan jurnalistik bidang kemanusiaan dan lingkungan hidup ini. Semoga semakin memotivasi kami para jurnalis untuk terus menghasilkan karya jurnalistik yang lebih baik dan berpihak pada nilai kemanusiaan dan kelestarian lingkungan,” ujar Yohanes.

Selain Yohanes, lima jurnalis video lainnya juga mendapat penghargaan AJV 2020. Mereka adalah Aditya Erlangga dengan karya berjudul Menjaga Gajah Tangkahan meraih juara 2, lalu di peringkat ketiga diraih Amirudin Erlangga dengan karya berjudul Racun Ikan di Parit Sawit.

Peringkat juara harapan 1 diraih Yose Hendra dengan karya berjudul Menyeru Alam, Sungai, Pohon, dan Manusia. Selanjutnya Nahrul Hayat dengan karya berjudul Tanjoh meraih juara harapan 2 dan Fandi Yogari dengan karya berjudul Mereklamasi Lahan Bekas Tambang Emas Menjadi Lahan Pertanian Produktif meraih juara harapan 3.

Karya-karya tersebut telah ditayangkan di media arus utama atau media sosial peserta pada kurun waktu 1 Desember 2019 hingga 30 November 2020. Ajang Penghargaan kali ini merupakan yang pertama dan akan dilanjutkan pada masa mendatang.

Mewakili tim juri, Flory Shanti Dewi mengatakan, penilaian menekankan aspek kesesuaian tema, orisinalitas, teknik dan artistik, serta terpenuhinya unsur-unsur peliputan jurnalistik.

Baca Juga: Jurnalis Vox NTT Juarai Lomba Karya Jurnalistik Lingkungan Hidup

Ketua Panitia Penghargaan Jurnalistik Video AJV 2020 Ike Noorhayati Hamdan menambahkan, masalah kemanusiaan dan lingkungan hidup sangat penting, tetapi kurang mendapat apresiasi.

“AJV akan terus berkomitmen untuk menegakkan jurnalisme berkeadilan dengan merangkul pelaku jurnalistik di lapangan, lintas organisasi dan lintas generasi,” pungkas Ike seperti dilansir Antara.

Rangkaian puncak penghargaan Aliansi Jurnalis Video (AJV) 2020 bidang kemanusiaan dan lingkungan hidup diawali dengan webinar bertema Dampak Ekonomi Akibat Krisis Lingkungan Hidup dan Kemanusiaan.

Acara yang dipandu presenter Brigita Manohara itu menghadirkan narasumber seperti tokoh nasional bidang kemanusiaan dan lingkungan hidup Erna Witoelar, Direktur Program Yayasan KEHATI Ronny Megawanto, dan Koordinator Kampanye WALHI Edo Rakhman.

Penulis: Ardy Abba

Kabupaten Manggarai Yohanes Manasye
Previous ArticlePolisi Gerebek Rumah Terduga Pelaku Penyerangan Rujab Kapolres, Keluarga Kaget dan Histeris
Next Article IAKN Bantu Guru Agama Kristen dan Merangkul Kaum ‘Papa’

Related Posts

Nama Wakil Ketua DPRD NTT Dicatut dalam Dugaan Penipuan Lowongan Kerja, Ratusan Orang Mengaku Jadi Korban

6 Maret 2026

Gubernur NTT Buka Diskusi Nasib 9.000 PPPK di Ruang Publik

5 Maret 2026

Rumah Warga di Cibal Barat Ambruk Diterpa Hujan dan Angin Kencang

5 Maret 2026
Terkini

Cerpen: Mata Tua di Tubuh Bayi Bole Wote

6 Maret 2026

Tanah Ulayat, Identitas, dan Derita Sosial

6 Maret 2026

Desa Golo Riwu Tetapkan APBDes Tahun Anggaran 2026, KMP dan MBG Jadi Fokus Utama

6 Maret 2026

Rote Ndao Siap Jadi Tuan Rumah Selancar Ombak PON 2028

6 Maret 2026

Polres Manggarai Limpahkan Dua Tersangka Kasus Narkotika ke Kejaksaan

6 Maret 2026
© 2026 VoxNTT
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.